alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

HARUM Rancang Pusat Interaksi Warga Mataram di Udayana

Magnet Pariwisata, Penopang Industri Kreatif dan MICE

MATARAM-Pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum) bertekad mengukuhkan posisi Kota Mataram sebagai pusat jasa, industri kreatif, MICE, dan pariwisata. Karena itulah mereka menggagas sebuah destinasi baru yang dapat menjembatani kebutuhan tersebut. Bentuknya, Harum merancang Pusat Interaksi Masyarakat Mataram (PIMM) di kawasan Udayana.

Menurut Mohan, sebagai kota yang terus berkembang, seluruh potensi harus digarap optimal untuk kemakmuran warga. “Tanpa mengubah fungsi utama RTH Udayana sebagai paru-paru kota, PIMM akan melengkapi kawasan Udayana sebagai ruang kreasi dan interaksi warga,” kata Mohan.

PIMM akan merevitalisasi Taman Bumi Gora agar lebih fungsional dan sesuai dengan semangat Mataram yang lebih maju dan dinamis. Bentuknya, akan ada Pusat Budaya Mataram di Taman Bumi Gora. Sebuah gedung multifungsi bergaya modern dengan bentuk dasar huruf Mim, yang diambil dari huruf Hijaiyah.

Sebuah struktur bambu dipadu padankan untuk mewakili simbol konstruksi lokal. Kawasan ini sengaja didesain terbuka untuk mengakomodir ragam kegiatan seni dan budaya. Mulai dari olahraga, pameran hingga pertunjukan. “Selain itu, tempat ini juga menjadi bagian dari creative hub bagi para pekerja kreatif Mataram,” ujar H Mohan.

Sebagai penghubung, PIMM akan dilengkapi jembatan penyebrangan yang dirancang ramah untuk penyandang disabilitas. Jembatan ini melintang dari barat ke timur dengan simbol simbol kuat sebagai penghubung keberagaman suku bangsa dan agama warga Mataram.

Sementara itu, bentuk lengkung pada badan jembatan mengambil dasar bentuk lumbung sasak dan dilengkapi dengan ornamen pola tenun sasak sebagai penguat kearifan lokal. “Tak hanya sebagai jembatan namun ini juga akan menjadi satu land mark baru bagi Mataram yang terbuka terhadap perubahan,” imbuhnya.

Sebagai penunjang, kawasan ini akan dilengkapi dengan bazzar dan pusat kuliner. Sebuah komplek dengan pola dasar lumbung modern yang akan menjual aneka makanan khas dan produk unggulan daerah.

Sementara itu jika dilihat dari atas, lantai tempat bermain mengambil pola dasar peta pulau Lombok dan Sumbawa yang dimodifikasi dalam bentuk grafis lingkaran. Landskap ini dikombinasikan dengan kombinasi dengan ground fountain yang menunjukkan bentuk jam dengan 12 titik air.

“PIMM ini bukan hanya untuk satu kalangan, tapi seluruh warga karena itu seluruh fasilitas dibangun untuk anak-anak, remaja hingga orang tua,” imbuhnya.

Nantinya PIMM Udayana akan menjadi sebuah RTH  terpadu dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus sebagai pengelola. Sehingga warga bisa memanfaatkan PIMM tidak hanya untuk interaksi namun juga untuk ragam pertemuan seperti pesta, pelatihan, pameran hingga konser music.

Selain itu PIMM juga diharap menjadi salah satu magnet pariwisata baru yang dapat menarik kunjungan wisatawan. “Sehingga kedepan PIMM ini akan menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah baru bagi Kota Mataram. Ini penting sebagai bagian  dari upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah,” imbuhnya.(ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks