alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Melihat Proses Belajar Mengajar Online di MAN 2 Mataram

Beberapa minggu terakhir, para guru harus mengajar secara online. Mereka tidak boleh libur. Karena jika absen mengajar, gaji sertifikasinya terancam tak dibayarkan.

======

Aktivitas belajar mengajar di semua sekolah di Kota Mataram dihentikan sementara waktu. Itu semua gara-gara penyebaran virus Korona yang semakin menakutkan.

Kondisi ini membuat aktivitas sekolah-sekolah di Kota Mataram tidak seperti biasanya. Para guru harus mengubah metode pembelajaran. Dari tatap muka langsung, menjadi via online.

Sayangnya, tidak semua guru mahir menerapkan metode ini. Mereka yang kurang terbiasa bersentuhan dengan internet dan barang elektronik kekinian, mengalami kesulitan.

Di MAN 2 Mataram misalnya. Beberapa guru yang sudah tua, belum paham bagaimana model pembelajaran sistem online. Hal ini membuat sekolah tersebut harus membentuk tim. Tim inilah yang mengajarkan guru yang tak paham teknologi untuk menyesuaikan diri.

“Kita punya tim. Jika ada  guru belum mengerti akan didatangi ke rumahnya oleh tim untuk diajarkan,” kata Kepala MAN 2 Mataram HL Syauki.

Sesuai instruksi, kata dia, sekolah di bawah Kementerian Agama itu menggunakan sistem E-Learning. Pembelajaran ini memanfaatkan teknologi. Tidak mesti harus bertatap muka. “Aplikasi ini tinggal dibuka guru di google,” ujar pria berkumis ini.

Di dalam aplikasi ini, sudah ada jadwal guru. Kapan dan jam berapa mulai mengajar sudah ada. Pun juga dengan siswa. Mereka sudah tahu kapan akan belajar dengan membuka aplikasi ini.

Guna proses pembelajaran ini berjalan lancar, pihak sekolah memberikan pulsa kepada 80 orang guru di sekolah. Masing-masing orang dijatah Rp 60 ribu per bulan. “Kalau habis kita berikan lagi,” terangnya.

Uang pulsa diambilkan dari dana bantuan opersional sekolah (BOS). Sesuai instruksi Kemenang, dana BOS bisa menjadi dana penanganan Covid-19. “Dari pada tidak digunakan karena tidak ada aktivitas di sekolah, mau tidak mau kita manfaatkan untuk pembelajaran online,” ucapnya.

 “Kita siapkan Rp 60 juta untuk penanganan Covid-19 selain membeli sabun cuci tangan dan hand sanitizer,” imbuhnya.

Dalam aplikasi ini, kata Syauki, akan ketahuan mana guru yang tidak mengajar. Pun juga dengan siswa yang tidak mengikuti pembelajaran. Meski begitu, jika ada siswa yang tidak ikut dalam proses pembejaran online, terutama siswa miskin, ia bisa memaklumi. Namun bagi anak yang ekonomi mampu, harus tetap ikut pembelajaran online.

“Kita juga akan berikan Rp 30 ribu untuk anak miskin untuk membeli kuota. Setiap siswa dan guru memiliki password,” ucapnya.

Untuk bahan ajar sendiri, lanjut dia, disiapkan guru. Sebelum mengajar, guru  diminta menyusun Rencana Proses Pembelajaran (RPP). Materi yang diajarkan guru diminta lebih kreatif. Bisa menampilkan video, power point, tabel, dan sebagainya. “Tergantung kreativitas guru,” singkatnya.

Sejauh ini, kata dia, tingkat kehadiran siswa melaksanakan pembelajaran online 50 persen. Namun demikian guru harus tetap melaksanakan proses belajar mengajar kepada anak-didiknya. Jika  tidak maka tunjangan sertifikasi terancam tidak dibayarkan. “Apa yang akan kami laporkan jika guru tidak mengajar,” ungkapnya.

Syauki juga meminta guru untuk menyampaikan hasil proses belajar mengajar melalui video telekonfrence menggunakan aplikasi CloudX. Ba’da Isya, semua guru akan menyampaikan materi yang diajarkan dan jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran. “Biasanya guru juga memberikan tugas kepada siswa,” tukasnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks