alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kisah Jual Beli di Gang Bawi: Emas Deal, Bos Datang Bawa Uang (2-Habis)

Jual beli emas dilakoni ibu-ibu di Gang Bawi Ampenan nyaris tanpa modal. Ada bos yang akan membayar emas jika sudah ada kata sepakat dengan penjual.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

NURHAYATI Namanya.  Ibu dari Dasan Sari itu menghabiskan waktunya tiap hari di Gang Bawi Ampenan. Ia menunggu orang menjual perhiasan. Rabu (6/4) lalu perempuan paro baya ini duduk di pinggir toko di jalan Yos Sudarso. Pendangannya terus kedepan apakah ada pengendara yang berhenti atau tidak. “Sampai sekarang belum ada barang masuk,” keluh Nur, sapaan karibnya.

Meski begitu dia terlihat tetap semangat. Setelah menunggu beberapa jam, sebuah mobil Avanza berhenti di depannya. Pintu mobil belum dibuka Nurhayati dan dua temannya langsung bergegas menuju mobil.  Pintu kaca mobil diketuk.

“Ada emas bu. Ada emas bu,” tanya Nur dari luar.  Beberapa detik seorang perempuan turun dari mobil menuju sebuah toko di Jalan Yos Sudarso Ampenan dan terus diikuti Nur bersama teman-temannya.

Baca Juga :  Aktivitas H Ahyar Abduh Setelah Tak Menjabat Sebagai Wali Kota Mataram

Tak lama kemudian Nur kembali ke tempat duduk di pinggir toko. Dia terlihat kecewa. Maklum ibu yang turun dari mobil tersebut tidak merespons pertanyaannya. Alias tidak membawa emas.

Jika dilihat dari penampilan Nurhayati meragukan akan membeli emas. Dia tidak mungkin membawa uang untuk membeli emas kepada setiap orang yang datang. Karena penampilannya terlihat biasa-biasa saja. Tidak seperti orang kaya membawa uang ditasnya. “Saya hanya tukang catut. Ada bos saya,” ujarnya.

Pekerjaan sebagai tukang catut emas dilakoninya bertahun-tahun. Emas yang akan dibelinya bukan dari uangnya. Melainkan dari uang  bos-nya. “Pokoknya ada bos di sekitar sini,” terang ibu enam anak ini.

Nur tidak menunjukkan siapa bos-nya. Namun yang pasti aktivitas yang dilakoninya  ada bos yang siap membayar setiap emas dijual. “Kalau saya beli sendiri mana ada uang,” jelasnya.

Selang beberapa menit seorang perempuan mengenakan kemeja lengan panjang warna putih tiba-tiba masuk ke Gang Bawi. Tidak tahu pasti dari mana arah perempuan mengenakan kacamata tersebut datang. “Itu dah bos-nya,” kata Nur menunjukkan.

Baca Juga :  VIDEO : Nikah Hemat ala Yudi dan Helmi di Lombok Tengah, Maskawin Sandal Jepit dan Air Putih

Dia menjelaskan, setiap transaksi dan terjadi kesepakatan bos akan langsung turun untuk membayar perhiasan. Dari hasil pembelian dia mendapat bagian. Namun dia tidak menyebutkan berapa didapatkan dalam satu kali transaksi. “Kemarin hanya dapat Rp 30 ribu. Kita bagi soalnya sama teman-teman yang lain,” ujar perempuan berjilbab ini.

Penghasilan sebagai tukang catut emas tidak tentu. Kadang sehari ada saja barang masuk. Ada juga tidak ada sama sekali. Bahkan meski ada transaksi belum tentu deal atau sepakat. “Mau ada barang atau tidak tetap saya keluar.  Sampai siang ini belum ada satupun barang yang masuk,” terangnya.

Dari pagi sampai sore Nur beraktivtas di Gang Bawi Ampenan. Menunggu orang yang menjual perhiasannya. Meski tidak ada uang masuk dalam sehari dia tetap sabar. Karena namanya rezeki kadang tidak ada yang tahu kapan datangnya. “Sekarang endak ada, siapa tahu besok ada lima barang masuk,” tutup dia. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/