Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Pasar Mandalika di Tengah Wabah Korona : Sepi Pembeli, Pedagang Terpaksa Tinggalkan Lapak

Aktivitas perekonomian di Pasar Mandalika menurun drastis. Pedagang yang biasanya panen raya saat Ramadan, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Sepinya pembeli!

 

Wahidi Akbar Sirinawa, Mataram

 

”Kalau Ramadan sebelumnya ramai. Tapi ini sepi banget,” kata Kepala Pasar Mandalika Ismail, kemarin.

Tanda-tanda turunnya daya beli terlihat dari satu bulan sebelum Ramadan. Tak lama setelah kemunculan kasus positif Covid-19 di NTB. ”Kalau sebelum Covid dari pagi ini sudah ramai. Tidak seperti sekarang, memang agak berkurang pembelinya,” tuturnya.

Turunnya daya beli disebabkan adanya pandemi Covid-19. Pemkot dan Pemprov NTB bukannya tidak berusaha. Terutama untuk memberi kenyaman dan perlindungan bagi masyarakat yang berbelanja. Salah satunya melalui lapak berjarak di Pasar Mandalika.

Sekitar 45 lapak temporer yang disiapkan. Di sebelah utara pasar. Di jalan rayanya. Menggunakan meja kecil dan payung. Jarak antara lapak satu dengan yang lainnya sekitar dua meter.

Baca Juga :  Pemkot Mataram Kaji Pembelajaran tata Muka Secara Penuh

Lapak ini mulai ditempati pedagang dari Rabu, 6 Mei. Namun, sepinya pembeli membuat mereka tak betah berlama-lama menunggu dagangannya. Ini juga diakui Ismail. Pedagang sebenarnya senang dengan keberadaan lapak berjarak.

”Pembelinya sudah sepi, jadi kasian pedagang kalau ditaruh di depan. Panasnya susah ditahan,” jelas Ismail.

Payung di atas meja tak mampu mengusir terik matahari. Sebagian pedagang akhirnya memilih pindah ke bagian dalam. Di selasar kantor Pasar Mandalika. Ismail mengatakan, pedagang yang menempati lapak temporer memang khusus berjualan sembako. Bukan untuk pedagang konveksi, yang menjual pakaian.

”Mereka senang juga dengan lapak itu. Tapi gimana ya, pembelinya ini yang sepi,” kata Ismail.

Turunnya daya beli ini juga dikeluhkan Faizah. Selama pandemi virus Korona ini, pendapatannya turun dua kali lipat. ”Sekarang ini saja baru dapat Rp50 ribu. Padahal sudah jualan dari jam 6 pagi,” kata Faizah kemarin siang.

Baca Juga :  Mengenal Bidan Winda, Owner Winda Baby Spa Mataram

Padahal Faizah telah melakukan strategi dengan membuka dua lapak. Satu lapaknya berada di dalam pasar. Lapak satunya lagi berada di depan pasar. Di lapak temporer yang dibuat pemerintah.

Sayangnya, upaya Faizah tak membuahkan hasil. Kedua lapaknya sepi didatangi pembeli. Begitu juga dengan lapak-lapak pedagang lain di Pasar Mandalika. ”Padahal kita banjir barang ini, tapi Korona bikin sepi,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin mengatakan, lapak berjarak akan tetap diupayakan jajarannya. Tidak saja di Pasar Mandalika tapi juga di pasar tradisional lainnya.

”Konsepnya tentu tidak harus seperti di Pasar Mandalika juga. Di pasar lain bisa dilakukan dengan lapak-lapak yang ditempati sekarang ini,” kata Amran. (dit/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks