alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Inilah Dika, Warga NTB di Balik Pembangunan Sirkuit Mandalika

Di balik menterengnya Pertamina Mandalika International Street Circuit, ada andil besar tangan-tangan ahli dari NTB. Muhammad Awalutfi Andika Putra salah satunya. Ia adalah orang yang menerjemahkan keinginan Dorna Sports dan mengaplikasikannya di Sirkuit Mandalika hingga menjadi sirkuit kelas dunia.

 

HAMDANI WATHONI, Lombok Tengah

 

PADA sebuah siang, betapa gusarnya Muhammad Awalutfi Andika Putra. Dia mendapati pengerjaan service road, jalan penghubung di area sirkuit ternyata keimiringan atau elevasinya terlalu curam terhadap trek utama Sirkuit Mandalika. Imbasnya, bagian rumput di antara service road dan main track pun menjadi terlalu curam.

Dika, begitu putra NTB kelahiran 1990 tersebut karib disapa, menarik napas. Di kepalanya berputar sejumlah opsi. Bukan perkara mudah. Sebab, service road tersebut nyaris rampung.

Tapi, tak ada toleransi. Kekeliruan sekecil apa pun, tak boleh terjadi di Sirkuit Mandalika. Dika tegas. Ia meminta agar elevasi service road diturunkan dan service road dibongkar sepanjang 80 meter. Maka, jadilah, jalan yang sudah siap tersebut dibongkar kembali. Disesuaikan lagi.

Usia Dika memang masih 31 tahun. Tapi, pada usia semuda itu, dia telah memikul tanggung jawab yang boleh dikata amat sangat besar. Di tangan Dika, kualitas Sirkuit Mandalika dipercayakan. Tugasnya adalah memastikan dan menterjemahkan apa yang diinginkan pihak Dorna Sports, penyelenggara MotoGP terkait kondisi sirkuit yang kemudian harus sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan pelaksana di lapangan.

Tanggung jawab Dika pada pembangunan Sirkuit Mandalika dari yang kasat mata, hingga yang nyaris tidak terlihat. Misalnya, alumnus S2 Teknik Sipil ITS Surabaya ini harus memastikan setiap sambungan antar segment di sirkuit benar-benar harus halus. Toleransi hanya diperbolehkan maksimal 3 milimeter.

TELITI: Muhammad Awalutfi Andika Putra (paling belakang) mengawasi proses pengaspalan Sirkuit Mandalika. (ITDC for Lombok Post)

Lain waktu, Dika menemukan keganjilan lain. Drainase hauraton yang dipasang di pinggir main track ditemukan elevasinya terlalu rendah. Dika pun meminta agar dicek ulang. Disesuaikan dengan gambar. Elevasi drainase haurton itu pun dinaikan. Drainase ini fungsingnya pelik. Memastikan sirkuit tidak tergenang manakala hujan mengguyur kala balapan.

Punya posisi yang mentereng dalam proyek Sirkuit Mandalika, Dika, adalah figur yang ramah. Direktur Strategi dan Kominikasi MGPA Happy Harinto bahkan menyebut Dika adalah putra daerah yang memiliki semangat kerja keras, etos tinggi, dan kesungguhan dalam membangun Sirkuit Mandalika.

Lombok Post menemui Dika di sela-sela aktivitasnya yang padat mengecek situasi sirkuit. Tanggung jawabnya untuk memastikan setiap detil sirkuit benar-benar presisi menyebabkan Dika mudah dikenali kala di lapangan. Sebab, kemana-mana Dika mesti menenteng meteran gulung. Itulah senjata utamanya untuk memastikan transisi antar superelevasi benar-benar smooth.

“Saya mulai bekerja di ITDC September 2017,” kata Dika.

Semua bermula memulai proyek awal di KEK Mandalika, ITDC membutuhkan tenaga lokal yang terampil dan punya keahlian berkaitan dengan konstruksi. Sehingga Dika pun ditugaskan di Project Bisinis Support kala itu. Namun 2018 ia pindah ke Project Manajemen Officer. Sebelum bekerja di ITDC, Dika telah lebih dulu sebagai pekerja yang mapan di salah satu perusahaan konstruksi ternama.

Pada Januari 2020, Dika pindah ke MGPA selaku tecnical advice dan konstruksi sirkuit. Ia bekerja di bawah Direktorat Konstruksi dan Pengembangan MGPA. “Saya membantu Direktur Dwiyanto Eko Winaryo,” ucapnya merendah.

Di Direktorat Konstruksi dan Pengembangan MGPA, ia ditugaskan mendeliver konstruksi sirkuit dari awal sampai akhir. Bekoordinasi dengan pihak PT PP selaku pelaksana proyek. Sebagai user, Dika bersama sejumlah pihak bekerja siang malam memastikan proyek sirkuit berjalan sesuai rencana.

Mulai dari menyusun strukstur terkait laporan quality, gambar, metode. Ia harus menyiapkan laporan harian, mingguan, dan bulanan. Bagaimana progress approvalnya.

“Kami memang dari awal berkomitmen ini akan menyita banyak waktu personal maupun jam kerja. Makanya harus siap siang malam,” katanya.

Selain Dika, ada ahli lain juga dari NTB yang juga memiliki tanggung jawab besar dalam pembagunan Sirkuit Mandalika. “Beliau Pak Suhaili. Beliau ahli aspal. Orang yang mendesain aspal sirkuit Mandalika. Beliau yang memang mixing aspal jenis SMA (stone mastic asphalt),” jelas putra kelahiran Mataram ini.

Secara teknik, mengerjakan aspal Sirkuit Mandalika memang hampir sama dengan pembangunan jalan raya. Hanya saja kata Dika, ada spesifikasi khusus yang harus dipenuhi sesuai standar pihak Dorna Sport. Standar dari Dorna Sports inilah yang kemudian harus diterjemahkan sesuai spesifikasi yang diberikan konsultan.

Yang paling sulit menurut Dika adalah menjaga konsistensi campuran aspal dan suhu pada saat campuran aspal. Untuk urusan ini pula, Dika bersama Direktur Dwiyanto misalnya pernah menginstruksikan dump truck yang berisi campuran aspal agar dikeluarkan dari lokasi pengaspalan. Sebab, suhunya drop begitu drastis.

Dika pun mengungkapkan, bahwa Sirkuit Mandalika dibangun berdasarkan standar pembangunan jalan raya di Eropa. Standar tersebut semacam Standar Nasional Indonesia atau SNI kalau di negara kita. Hal tersebut menjadi standar dari Dorna Sport.

Sementara material sirkuit, tentu adalah material-material terpilih. Bahkan, harus didatangkan dari luar negeri demi kualitas terbaik. Seperti aspal misalnya. “Karena kalau aspal untuk MotoGP ini memang khusus SMA dengan penetrasi grade yang tinggi. Khusus untuk racetrack,” jelasnya.

Saat ini, Sirkuit Mandalika sedang menunggu proses homologasi. Dika pun mengaku sangat bersyukur bisa banyak belajar dari Dorna Sports. “Selama mereka datang ke sini, ada banyak hal yang mereka berikan penjelasan ke kami,” tuturnya.

PUTRA DAERAH MEMBANGGAKAN: Muhammad Awalutfi Andika Putra (kiri) bersama pihak Dorna saat datang meninjau kesiapan Pertamina Mandalika Interantional Street Circuit untuk perhelatan MotoGP beberapa waktu lalu. (ITDC for Lombok Post)

Seperti diketahui, Safety Officer The Federation Internationale de Motocyclisme Franco Uncini, bersama Race Direction Dorna Sports Loris Capirossi dan Managing Director Dorna Carlos Ezpeleta memang telah meninjau langsung kondisi Sirkuit Mandalika. Dika, menjadi salah seorang yang selalu mendampingi para petinggi MotoGP tersebut selama kunjungan.

Dan di balik semua itu, Dika rasa syukur Dika tentulah karena dirinya bisa memberi kontribusi untuk pembagunan sirkuit kelas dunia, di tanah kelahirannya sendiri. Makanya, tatkala  harus bekerja sampai larut malam mixing bahan aspal dan kadang pulang jam 10 malam untuk jangka waktu yang lama, Dika pun tak masalah.

“Saya senang bekerja lebih agar sirkuit ini bisa dibangun dengan kualitas yang baik. Karena ini sirkuit kita masyarakat NTB,” imbuh alumnus SMP 2 Mataram dan SMA 1 Mataram ini. (*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks