alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Berangkat jadi TKW, Hikmah Berpisah 12 Tahun dari Putrinya Ismawati

Kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selama 12 tahun Hikmah berpisah dari anaknya Ismawati yang merantau ke Arab Saudi, setiap detik ia berusaha menyembunyikan kesedihannya.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Hikmah sedang melaksanakan salat dzuhur ketika Lombok Post tiba di kediamannya di Lingkungan Kebon Talo Kelurahan Ampenan Utara. Suaminya ada di kamar sebelah sedang tidur.

“Maaf nunggu agak lama. Saya baru selesai salat,” kata Hikmah setelah keluar rumah masih mengenakan mukenah.

Ia pun bergegas membangunkan suaminya Mahsan setelah mengetahui maksud kedatangan wartawan koran ini. Mereka adalah pasangan ayah dan ibu dari Ismawati, 29 tahun TKW yang merantau ke Arab Saudi 2010 silam ketika tamat dari Madrasah Tsanawiyah.

“Dia mau merantau ke Arab Saudi karena mau beli motor. Kami tidak bisa membelikannya karena kondisi ekonomi kami sulit,” ungkap Mahsan dan Hikmah.

Pekerjaan Mahsan sebagai buruh bangunan membuat penghasilannya tidak menentu. Sedangkan Hikmah hanya bekerja sebagai penjual pelecing. Untuk bertahan hidup saja mereka sudah bersyukur. Karena mereka juga harus menghidupi Ismawati dan tiga saudaranya.

“Anak kami empat, Ismawati anak kedua,” tuturnya.

Baca Juga :  Ismawati, TKW Asal Kebon Talo Mataram 12 Tahun Hilang Kabar

Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya Mahsan dan Hikmah mengizinkan anaknya berangkat ke Arab Saudi. Di sana ia rencananya akan menjadi pembantu rumah tangga. Meski agak berat, Hikmah mengaku merelakan keinginan anaknya mencari rezeki di Arab Saudi.

Dua bulan setelah kepergiannya, Ismawati sempat menelpon. Menyampaikan kabar dirinya sudah tiba dan sudah bekerja. Bahkan ia sudah menerima gaji. Kabar dari putrinya itu pun membuat Hikmah merasa lega.

Namun ada yang sedikit mengganjal di hatinya ketika anaknya mengaku harus menelpon sembunyi-sembunyi karena takut majikannya marah. Namun ia berusaha menghilangkan prasangka buruknya dan menganggap Ismawati baik-baik saja.

Namun kekhawatiran Hikmah semakin meningkat setelah tak ada kabar lagi dari putrinya. Setahun dua tahun menunggu, tak ada juga telpon dari anaknya. Apalagi kiriman uang hasilnya bekerja. Tidak ada sama sekali.

Akhirnya, di tahun ketiga yang juga tak ada kabar dari anaknya, mereka berupaya mengadukan persoalan ini kepada perusahaan penyalur TKI yang memberangkatkan Ismawati. Termasuk juga mengadukan persoalan ini ke BP3TKI. “Tapi sampai sekarang tidak ada respons. Sudah 12 tahun berlalu masih tetap tidak ada kabar putri kami,” ucap keduanya berkaca-kaca.

Baca Juga :  Tolong Pak Bupati, TKW Loteng Minta Dipulangkan dari Irak!

Tak ada kabar sama sekali. Apakah putrinya masih hidup atau tidak. Apakah ia menikah di Arab Saudi atau tidak. Semua hal diterka tetapi tak satupun ada kepastian kabar tentang anak yang telah mereka besarkan dengan susah payah.

“Kalau memang menikah di sana paling tidak ada kabar ke kami. Ini tidak ada sama sekali. Harapan kami hanyalah mengetahui kabarnya bagiamana di sana. Kalau sudah ada kabar, kami ingin ia pulang. Satu pulang, dua pulang, tiga pulang,” ucap Hikmah.

Belum lama ini, ia memimpikan anaknya tersebut sedang ketakutan. Lantaran ia mengaku pada ibunya dikejar tiga setan. “Dalam mimpi saya saya bilang ke Isma jangan takut, itu bukan setan, tetapi itu manusia,” cetusnya kepada Lombok Post.

Mimpinya tersebut semakin membuatnya merasa khawatir jika anaknya sedang tidak baik-baik saja. Ia khawatir anaknya diperlakukan tidak  baik oleh orang jahat di Arab Saudi. Untuk itu Hikmah kini hanya bisa berdoa di setiap sujudnya. Mendoakan Ismawati selalu sehat dalam lindungan Allah SWT. “Sebagai orang tua, saya hanya berharap anak saya bisa pulang. Itu saja,” tutupnya. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/