alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Kisah Le-Bui, Sepeda Listrik Lombok yang Sudah Go International (1)

Sepeda listrik produksi Gede Sukarma Jaya mendadak viral. Desain dan teknologinya mencirikan teknologi ramah lingkungan. Lewat bendera Lombok e-Bike Builder atau Le-Bui, hasil produksinya menarik atensi Gubernur NTB.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

 

Sepeda listrik tentu bukan barang baru. Untuk itu Gede menolak jika dikatakan sebagai pembuat sepeda listrik. Yang membuatnya dari awal. Termasuk soal teknologinya. ”Kalau teknologi kan sama saja. Baterai dan dinamo itu sudah buatan pabrikan,” kata Gede.

Ya, komponen yang paling penting untuk membuat sepeda listrik adalah baterai dan dinamo. Semuanya merupakan barang-barang pabrikan. Yang tentu saja, tak mungkin dibuat sendiri Gede bersama timnnya.

Yang kemudian membedakan produk Le-Bui dengan sepeda listrik lainnya adalah desainnya. Gede menambahkan jackshaft atau gir penghubung di rantai sepedanya. Penambahan ini memang terlihat sederhana, namun berpengaruh besar terhadap desain sepeda secara keseluruhan. Membuatnya terlihat eye catching.

BACA JUGA : Le-Bui Sepeda Listrik Lombok : Dibeli Gubernur dan Bos Pertamina (2)

Sebelum ada jackshaft tambahan itu, pedal sepeda ketika dikayuh selalu terantuk boks konverter kit. Yang menampung baterai dan jaringan listrik untuk sepeda.

Jika di sepeda listrik biasa, hanya terdapat satu gir besar dan kecil, seperti sepeda pada umumnya. Tapi, sepeda Le-Bui ada gir tambahannya.

Inovasi tersebut ditemukan Gede empat tahun silam. Jackshaft tersebut akhirnya mendapat apresiasi dari penggemar sepeda listrik dari luar negeri. Mampu membuat performa sepeda listrik menjadi lebih baik, tapi dengan tampilan yang tetap menarik.

”Kendalanya waktu itu memang seperti itu. Pedal sepeda mentok dengan boks. Dengan tambahan jackshaft ini, akhirnya order semakin banyak datang,” tuturnya

Dari tampilannya, sepeda listrik Le-Bui patut diacungi jempol. Gede membuat sepeda listrik dengan gaya retro. Kemudian ada juga yang semi adventure. Jika di dunia motor, mirip dengan model japanese style dan trail.

Tentu produksi sepeda listrik dari Le-Bui bukan saja soal gaya. Gede memikirkan juga mengenai safetynya. Katanya, perangkat keamanan seperti lampu dan rem, tetap menjadi komponen utama di sepeda listriknya.

Selain itu, Gede tidak asal menerima pesanan. Sebelum membuat satu sepeda listrik, ia akan lebih dulu menanyakan kepada pemesannya. Soal berat dan tinggi badan hingga peruntukkannya. Apakah digunakan untuk jalan raya atau keperluan offroad.

Soal penggunaan sepeda listrik, menjadi penting untuk pemilihan baterainya. Tentunya, ini akan berpengaruh juga kepada harganya. Untuk skala kota besar seperti Jakarta, kata Gede, tidak perlu membutuhkan tenaga besar. Yang membuat sepeda lari sampai 60 kilometer per jam.

”Kan tidak efektif. Baru jalan sedikit, sudah kena macet,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Gede, menarik atensi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Secara khusus, gubernur ingin sepeda listrik ini diproduksi massal. Gede menyambut baik tawaran tersebut. Selama ini, ia juga berharap ada atensi dari pemerintah.

Agar sepeda listriknya tidak saja dinikmati kalangan terbatas. Tapi juga masyarakat secara lebih luas. ”Nyambung dengan keinginan Gubernur soal industrialisasi itu,” kata Gede. (bersambung/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks