alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Rumah Makan Madya Cakranegara, Sejak 1958 Bebalung dan Rawon Jadi Andalan

Bagi anda yang ingin memburu kuliner khas Sasak di Kota Mataram, rumah makan ini adalah tempat yang tepat. Namanya Rumah Makan Madya.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Satu per satu pengunjung keluar masuk rumah makan Madya. Lokasinya di wilayah Cakranegara persis belakang Hotel Lombok Plaza Jalan Sultan Hasanudin Nomor 1. Ini adalah rumah makan yang menyediakan aneka menu khas Sasak. Pelecing, beberok, ayam bakar, bebalung hingga Rawon Sasak.

“Mereka yang mencari hidangan khas Sasak memang biasa ke sini saja makannya,” ujar Kalsum, anak dari pemilik Rumah Makan Madya.

Rumah Makan Madya menjadi salah satu rumah makan yang berusia cukup tua di Kota Mataram. Rumah makan milik Haji Umar Bajri ini diceritakan Kalsum mulai dibuka sejak tahun 1958. Rumah makan ini berdiri saat Kota Mataram masih belum berkembang pesat seperti saat ini.

Baca Juga :  Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

Kemudian rumah makan ini diwariskan secara turun temurun pada keluarga pemiliknya. Dengan menu andalannya pun masih sama. Namun demikian, rumah makan ini tetap banyak dicari. Mereka yang pernah datang ke rumah makan ini pasti kembali karena ketagihan. Salah satu yang menjadi menu idola adalah Bebalung.

Bebalung merupakan makanan sejenis sup dengan tulang iga sapi sebagai sajian utama. Kuahnya dibuat dengan racikan bumbu yang terdiri dari cabai rawit, bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan kunyit. Namun tentu setiap rumah makan punya resep rahasia Bebalung. Itu yang membuatnya berbeda dari menu rumah makan lainnya.

Di Rumah Makan Madya ini, kuah Bebalung terasa begitu segar dan tidak bikin enek. Namun aromanya kuat dan rasanya memanjakan lidah. Daging sapi sudah terasa lembut saat dikunyah. Tak heran banyak pelanggan yang memilih Bebalung menjadi menu utama. Ditambah dengan pelecing, beberok tahu tempe, sajian makanan khas Sasak terasa semakin komplit.

Baca Juga :  Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

“Alhamdulillah tamu yang datang dari berbagai kalangan. Ada tamu hotel, wisatawan luar daerah dan masyarakat setempat. Saat event MotoGP kemarin juga ramai,” ungkap Kalsum.

Meski mengalami pasang surut, namun Rumah Makan Madya tetap bertahan hingga saat ini. Brand rumah makan dengan menu khas Sasak sudah melekat di rumah makan ini. Menu yang tersedia dirasakan pas bagi selera pengunjung yang datang. Tak heran rumah makan ini selalu ramai sejak dibuka pagi hingga petang.

Harganya pun cukup terjangkau. Ditambah dengan kini ada berbagai pilihan menu yang juga disediakan. Misalnya seperti nasi campur ayam dan ikan bakar atau goreng. “Banyak pengunjung dari luar daerah maupun orang sekitar yang ingin menikmati makanan khas Sasak pasti ke sini,” tandasnya. (*/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/