alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Le-Bui Sepeda Listrik Lombok : Dibeli Gubernur dan Bos Pertamina (2)

Produk pertama sepeda listrik Le-Bui tak mampu dipertahankan Gede. Semula ia bersama tim hendak memuseumkannya. Namun dengan berat hati, sepeda itu harus dilepas ke dua orang, yang dinilai penting bagii perkembangan Le-Bui.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

 

”Saya anggap ini pindah museum saja. Dari rencana musem Le-Bui ke museumnya Gubernur NTB,” kata Gede lalu tertawa.

Ya. Satu sepeda, yang pertama kali diproduksi Le-Bui rupanya dibeli langsung Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Tepat pekan lalu. Ketika orang nomor satu di NTB itu mendatangi bengkel kecil Le-Bui di Keru, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Sepeda listrik yang dibeli Gubernur memiliki model adventure. Gabungan sepeda gunung dengan tampilan motor trail.

BACA JUGA : Kisah Le-Bui, Sepeda Listrik Lombok yang Sudah Go International (1)

Kata Gede, sepeda itu sebenarnya disembunyikan. Tidak dikeluarkan dari kamar saat Gubernur datang. Maklum, sepeda yang diberi nama Semar itu tidak memiliki baterai. Baterainya sudah dicopot Gede dan ditaruh untuk sepeda listrik lain.

Namun, ketika Gubernur hendak meminjam kamar mandi yang berada di kamar Gede, pandangannya nyangkut di sepeda Semar ini. Tanpa pikir dua kali, Gubernur langsung meminta Gede untuk melego sepedanya.

”Langsung dibeli sama Pak Gub. Rp55 juta. Nanti saya isikan baterai dulu, biar bisa jalan,” tuturnya.

Sebelum Gubernur, satu sepeda Semar lainnya, yang tipenya serupa, juga dibeli orang penting. Yakni Kepala Pertamina di Mataram. Yang langsung membeli saat pertama kali melihat sepeda listrik garapan Gede.

Dua sepeda itu, dengan berat hati dilepas Gede. Sedikit tidak enak hati untuk menolak. Meski begitu, ada perasaan lega juga, sebab yang membeli merupakan orang-orang penting. Tentu sepeda listriknya akan terawat dengan baik.

Semula, Gede pernah berkata kepada timnya. Jika Le-Bui menjadi perusahaan besar, sepeda-sepeda listrik yang pertama kali dibuat harus dimuseumkan. Sebagai pengingat sejarah perjalanan perusahaan di masa lampau.

”Biar kita bisa lihat model pertama yang dibuat,” kata Gede.

Sekarang ini, Le-Bui memang sedang bersiap-siap untuk melakukan lompatan. Bukan lagi sekadar industri kecil. Tapi bisa jadi industri besar. Yang menyokong kebutuhan sepeda listrik untuk provinsi maupun nasional.

Modal utama sudah dikantongi Le-Bui. Nama mereka sudah terkenal hingga luar negeri. Sepeda listrik buatannya pun bukan asal jadi. Semuanya dibikin dengan teliti. Termasuk boks baterai di sepeda.

Gede mengatakan, sambungan kabel dan baterai disembunyikan rapi di dalam boks. Tertutup rapat. Kondisi ini memungkinkan sepeda listrik bisa digunakan kapan saja. Meski dalam kondisi hujan deras sekalipun.

”Memang kita buat seperti itu. Jadi tidak perlu khawatir ada konslet. Semua aman,” ujarnya.

Bagi Gede, tak sulit untuk menaklukkan pasar eropa maupun amerika. Bule-bule di luar sana, sudah mengerti seperti apa sepeda listrik. Begitu juga mengenai kualitasnya. Ditambah lagi, selama lima tahun membuat sepeda listrik, lebih banyak pembeli dari luar negeri ketimbang dalam negeri.

Jika berbicara bisnis, tentu Gede akan memilih menjual sepeda untuk pasar luar negeri saja. Tapi, itu tidak dilakukannya. Ia ingin sepeda listrik Le-Bui dipakai juga oleh masyarakat lokal. Oleh orang Indonesia. (bersambung/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks