Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Ramiyah, Lansia yang Lumpuh di Dusun Asmalang, Desa Kalijaga Tengah, Lotim

RAMIYAH, 63 tahun tak bisa melakukan apa-apa untuk bertahan hidup. Sudah puluhan tahun ia hidup dari belas kasih tetangga. Tak ada keluarga. Di pondokan kecil itu, ia hanya tinggal dengan adiknya yang mengidap keterbelakangan mental.

—-

Rumiyah duduk terpaku di dalam pondokan tua berukuran 2,5 x 3 meter yang sesak dan pengap itu. Ia mengenakan kaos berwarna biru dan kain merah muda yang warnanya sudah memudar. Kakinya kotor di lantai yang dipenuhi abu kayu. Sekilas ruangan itu mirip dapur. Tapi di sanalah Rumiyah tinggal.

Lansia 63 tahun ini bermukim di Dusun Asmalang, Desa Kalijaga Tengah, Kecamatan Aikmel. Di pondokan kecil itu, ia tinggal bersama adik laki-lakinya yang mengidap keterbelakangan mental. Kepada koran ini, Rumiyah bercerita tentang bagaimana ia bisa hidup sendiri dalam kondisi lumpuh.

Baca Juga :  Cerita Sedih Pekerja dan Suplier Proyek Kantor BPS NTB yang Kena Tipu

Pada suatu hari yang buruk, kakinya terkena air panas saat memasak. Sejak saat itu, perempuan paro baya yang sudah lama menjanda karena perceraian itu tak bisa berjalan normal. Dengan kondisi itu, ia tak bisa bekerja. “Tempat tinggal pun sebenarnya tidak ada dulunya,” kata Rumiyah.

Rumah semi permanen itu dikatakan merupakan bantuan dari pemerintah. Mengetahui pondokan tersebut belum layak huni, pemerintah setempat dikatakan beberapa kali datang melakukan asessement. Namun sampai saat ini tak kunjung ada kabar.

Sehari-hari Ramiyah melanjutkan hidup dari belas kasih tetangga di sekitarnya. Hal itu berupa beras, lauk pauk, dan terkadang ia juga diberikan makanan siap saji.

Baca Juga :  Meski Ramadan, Harga Daging di Pasar Pancor Masih Normal, Ini Penyebabnya

Islah, tetangga Ramiyah menerangkan, sampai saat ini tidak ada bantuan pemerintah yang ia dapatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Islah menaruh rasa iba yang mendalam pada kondisi tetangganya itu. Ia membayangkan jika Ramiyah jatuh sakit dan membutuhkan biaya untuk berobat. Dalam kondisi seperti itu, siapa yang hendak menolongnya.

“Semoga pemerintah bisa memberikan bantuan agar ibu Ramiyah dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” pinta Islah.

Ia juga berharap pemerintah dapat membantu merenovasi pondokan kecil Ramiyah tersebut. Sehingga Ramiyah dapat melanjutkan hidup di tempat tinggal yang lebih layak. (*/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks