alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Koptu Jayadi “Si Pandai Besi” : Babinsa TNI Loteng, Rangkul Warga Bagikan Pisau Cuma-cuma

Menjadi anggota TNI di Kodim 1620/Lombok Tengah, Koptu Kasiran Jayadi tetap bisa menggeluti hobinya sebagai pandai besi. Justru lewat ragam karyanya ia bisa lebih dekat dengan warga sebagai seorang Babinsa.

 

Dedi Shopan Shopian, Lombok Tengah

 

Lahir di Dusun Berembeng Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat Loteng 16 Mei 1981, Jayadi -panggilan akrabnya- setiap hari bertugas sebagai Babinsa di Desa Perai Meka, Kecamatan Praya Tengah. Seperti Babinsa pada umumnya, tugas-tugas pokok tetap dijalankan. Hampir tidak ada yang terlewatkan .

Di tengah tugas negara tersebut satu hal yang membuatnya berbeda. Ia tak meninggalkan hobi yang sebagai seorang pandai besi. Bahkan hobi yang ia geluti ini mampu memberinya tambahan penghasilan.

Yang lebih penting lagi aktivitas ini mempu menjadi wadah silaturrahmi dengan warga sebagai seorang Babinsa. Ragam alat-alat dari besi seperti parang dan pisau yang dihasilkan membuatnya lebih dekat dengan warga.

“Mohon maaf, saya tidak malu dan saya tidak gengsi. Apalagi ini pekerjaan halal,” ujar Jayadi, sembari memperlihatkan beberapa hasil karyanya.

Jayadi, memang lahir dari keluarga pandai besi. Ia masuk menjadi anggota TNI sejak tahun 2000. Tugas pertama sebagai abdi negara di Yonif 733/Raider Ambon, Provinsi Maluku. Kemudian pindah ke Lombok tahun 2014, tepatnya di Kodim 1620/Loteng.

“Sebelum saya menjadi anggota TNI, saya sudah menjadi perajin pandai besi,” cerita Jayadi.

Itu sejak umur 16 tahun atau saat duduk dibangku SMP. Setiap hari, Jayadi kecil membantu orang tua membuat aneka  perkakas dari besi. Dari pisau, parang, sabit, cangkul, linggis, samurai dan atau sesuai pesanan pelanggan. Dari usahanya itulah, keluarganya bisa menjadikan Jayadi kecil, kala itu menjadi seorang tentara seperti sekarang.

Untuk itulah, dia tidak mau melupakan  bakat yang telah lama diwariskan. Sehingga di waktu-waktu senggang berdinas sebagai babinsa ia kembali berhadapan dengan bara api, ladam, gerinda dan palu.

“Untuk pisau dapur ukuran kecil misalnya, dalam sehari bisa saya buat ratusan biji,” papar suami dari Baiq Atika Sari tersebut.

Tak semata soal materi dari kegiatan inilah relasinya dengan warga sekitar terus terjaga.

Ragam produk hasil tangan Jayadi  tak hanya berdar di desanya. Bahkan ia sempat menerima sejumlah pesanan  dari daerah lain di luar  NTB.

“Beberapa hari ke depan, saya akan mengirim 500 biji pisau dapur ke Kupang,” ujar mantan Provos Kodim 1620/Loteng tersebut.

Sebilah pisau kecil ia jual Rp 7 ribu, parang Rp 50, sabit Rp 25 ribu.  Yang paling mahal, samurai dijual seharga Rp 400 ribu. Harga terkadang bias lebih tergantung jenis bahan dan detail pengerjaan.

“Yang paling banyak permintaan dari Maluku dan Kalimantan,” tutur Jayadi.

Bahkan dalam bertugas sebagai Babinsa ia kerap membawa sejumlah pisau untuk dibagikan kepada warga secara cuma-cuma. Kegiatan ini membuatnya lebih dekat dengan warga.  Tak hanya itu hampir semua perangkat desa yang menjadi mitra kerjanya ia hadiahi aneka pisau karyanya. (r5/*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks