alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Saat Komunitas Lombok PES Mengusung Misi Juara Dunia

Dulu game Play Station (PS) hanya dianggap hiburan. Namun seiring waktu, game ini berkembang menjadi salah satu cabang olahraga E-Sport. Di Mataram sendiri, telah hadir komunitas yang mewadahi para pencinta game Pro Evolution Soccer PS4.

—————————————————–

Komunitas ini sudah berdiri dua tahun. Asgar, adalah sosok pria di balik berdirinya komunitas yang umumnya dihuni para laki-laki ini.

Anggota komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa, pegawai bank, pekerja perusahaan swasta hingga yang lainnya. Maklum, pencinta game sepak bola digital ini memang tak kenal batas usia dan profesi. Peminatnya ada di mana-mana.

“Saya lihat banyak yang jago. Makanya saya bentuk komunitas ini untuk tempat berkumpul mereka dan berbagi informasi,” kata Asgar kepada Lombok Post.

Ia menerangkan, setiap tahun selalu diadakan kompetisi nasional resmi e-Sport untuk PES. Seperti piala presiden. Kadang ada juga penyelenggara lain seperti Konami. “Setahun bisa tiga kali,” cetusnya.

Atas dasar itulah, niat membentuk komunitas Lombok PES ini ia lakukan. Ia berniat kelak ada juara nasional bahkan juara dunia kompetisi PES yang berasal dari Lombok. Khususnya Mataram. Cita-cita tersebut terasa tidak mustahil mengingat Asgar sendiri pernah beberapa kali menjadi juara di ajang nasional.

Di ajang kompetisi PES 2019 di Jakarta, ia berhasil menjadi juara tiga nasional untuk wilayah Indonesia Timur. Kemudian di tahun 2020 ia menjadi juara dua piala presiden.

Beberapa kali anggota komunitas ini mengikuti kompetisi di Surabaya. Dengan biaya perjalanan urunan dari anggota komunitas.

Dengan kesamaan hobi bermain game, kini anggota tidak hanya sekadar berteman tetapi merasa layaknya saudara. “Di Lombok ini saya lihat banyak yang jago. Maka ke depan kita punya misi untuk menuju kejuaraan dunia,” katanya.

Asgar menuturkan, dalam Konami Cup 2020 di Jepang, pemain asal Gorontalo berhasil menjadi juara 2 dunia. Ia hanya kalah dari pemain asal Jepang. “Saya lihat karakter daerah kita di Lombok ini tidak jauh beda dari Gorontalo. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?” ucap Asgar.

Saat ini anggota Komunitas Lombok PES sudah mencapai 150 orang. Untuk bergabung dengan komunitas ini, syaratnya sangat mudah. Cukup hobi main game PES dan suka ikut kompetisi. Komunitas ini punya grup WhatsApp yang membagikan segala informasi mengenai kompetisi PES. Baik tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Namun Asgar menegaskan tidak harus pro baru bisa gabung komunitas. Pemula juga boleh bergabung yang penting suka game PES. “Untuk hebat dan juara itu perlu tahap. Nggak bisa dadakan. Kalau untuk menang gampang, tetapi kalau juara itu sulit. Selain usaha kita juga sangat butuh doa,” ujar bapak dua anak ini.

Keberuntungan juga sangat menentukan dalam PES Competition layaknya pertandingan sepakbola. Selain berkegiatan main PES kadang anggota komunitas juga kerap berkumpul main futsal.

“Meski nama komunitasnya Lombok PES, ada yang dari Sumbawa Bima dan Dompu namun kuliah di Mataram,” ujar pria yang membuka usaha rental PES tersebut. (Hamdani Wathoni/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks