alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Museum NTB di Masa Pandemi, Kunjungan Warga Turun Drastis

Museum NTB ikut merasakan dampak Covid-19. Kunjungan ke tempat ini turun drastis. Dari ratusan orang per hari, kini sereingkali tanpa ada pengunjung yang datang.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“TAHUN lalu  musim libur anak sekolah pada April dan Mei kunjungan bisa sampai 600 orang per hari,” kata Kepala Museum NTB Bunyamin.

Kemarin, suasana di museum yang terletak di Jalan Panjitiliar Ampenan itu, sangat sepi. Hanya beberapa mahasiswa memanfaatkan berugak di sebelah selatan untuk beristirahat. Sementara di dalam tempat menyimpan dan mengoleksi barang-barang bersejarah, tidak ada pengunjung.

Museum ini memiliki sekitar 7.600 koleksi benda bersejarah, dan selalu dikunjungi baik untuk tujuan pendidikan, kajian, penelitian, dan rekreasi. Namun kini pengunjung sepi sejak April lalu lantaran mewabahnya Korona. “Sekarang pengunjung satu dua yang datang,” terang Bunyamin.

Bagi dia, tingkat kunjungan museum sepi sudah terasa sejak Maret lalu. Pada waktu itu museum menunggu masa panen. Karena pada April dan Mei musim libur sekolah membuat tingkat kunjungan di museum biasanya tinggi. “Banyak para siswa di NTB memanfaatkan libur sekolah berkunjung ke museum,” tutur dia.

Selama mewabahnya Korona, museum tetap buka. Museum ini menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung. Di tempat pembelian tiket pengunjung disediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan. Serta pengunjung yang masuk akan dicek suhu tubuhnya. Begitu juga jika ada rombongan yang datang tidak langsung masuk melihat koleksi barang-barang bersejarah. Misalnya, kata dia, rombongan jumlahnya 40 orang akan dibagi empat kelompok. “Yang masuk akan dibagi per kelompok. Ini kita lakukan guna menghindari penumpukan,” kata pria asal Bandung ini.

Bunyamin membeberkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi berkurang. Hingga saat ini, PAD dari hasil penjualan tiket Rp 15 juta dari target Rp 77 juta. Mestinya pada bulan ini kata dia, PAD sudah diangka Rp 60 juta. Namun karena Korona, maka berimbas pada tingkat kunjungan. “Kalau sekarang kita tak bisa berbuat banyak,” ujar mantan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Negeri NTB.

Jika dibandingkan dengan kunjungan tahun lalu, kata dia,  jelas turun. Tahun lalu jumlah kunjungan ke museum mencapai 90.533 orang. Dari jumlah tersebut PAD yang dihasilkan Rp 70 juta. Sementara tahun ini Bunyamin tidak tahu pasti angka kunjungan. Namun yang jelas PAD dari museum hingga bulan ini Rp 15 juta lebih. “Kita tak bisa menghitung  PAD berpatokan dari jumlah pengunjung,” kata dia.

Karena lanjut dia, kunjungan rombongan yang dilakukan para siswa terjadi tawar menawar dalam pembelian tiket masuk. Kadang harga tiket tidak sesuai banderol. Seperti anak TK sampai SMP tiketnya Rp 2 ribu, SMA Rp 4 ribu, dan wisatawan mencanegara Rp 7 ribu tidak bisa dipatok. “Kalau rombongan ada tawar menawar,” ujarnya.

Kini, museum siap melayani kunjungan sampai malam. Jika ada rombongan yang datang malam atau sore pihaknya siap melayani. “Kadang kalau di rumah anak aja jenuh,” terang dia.

Bunyamin juga membuat program untuk meningkatkan kunjungan. Seperti membuat program-program kreatif seperti mengadakan pameran, festival, perlombaan kesenian dan kebudayaan yang diselengarakan. Serta program museum masuk sekolah. “Sekarang ini kita lagi mengadakan lomba mewarnai secara virtual,” ungkapnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks