alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Muznah Albaar Kenalkan Kue Ayam Taliwang, Produknya Dipuji Menteri Sandi

Kue Ayam Taliwang menjadi produk terbaru Muznah Albar, Owner Dapur Aisyah Mataram. Rasa Kuliner satu ini  pernah dipuji Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno pada Anugerah Desa Wisata di Taman Loang Baloq.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

KUE ayam taliwang menjadi produk kuliner teranyar dikeluarkan Muznah Albar, owner Dapur Aisyah Mataram. Kue yang dibuat dari bahan ayam  dan  lengkap dengan bumbunya ditampilkan pada Anugerah Desa Wisata di Taman Loang Baloq, belum lama ini.

Bahkan tak tanggung-tanggung kue  ini dicicipi Menparekraf Sandiaga Uno. “Kue ini rasanya mirip ayam taliwang dan dipuji mas menteri,” kata Muznah.

Kue ayam taliwang menjadi produksi teranyar Dapur Aisyah. Kue ini diracik seperti rasa ayam taliwang. Muznah bukan orang baru di dunia kuliner. Namun dia bisa dibilang orang yang cukup lama menekuni dunia kuliner. Sehingga tidak heran jika berbagai kuliner, khususnya kue sudah banyak diproduksinya dengan mengangkat pangan lokal yang baik untuk kesehatan.

Baca Juga :  Cerita Buyung Sutan Muhlis, Menulis Buku H Lalu Nasib Dalang Wayang Sasak

Muzah merintis usaha kuliner dengan membuka katering. Snack box  dipasarkan di sekolah-sekolah. Namun pada 2020 lalu saat merebaknya pandemi Covid-19 sekolah diliburkan. Tudak ada sekolah satupun yang melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka. Karena khawatir penularan Covid-19 akan semakin meluas.

Kondisi ini membuat Muznah harus putar otak melakukan inovasi agar usaha kuliner tetap jalan. Dari sana dia mulai memproduksi berbagai kue kering. Jajanan yang diproduksinya ini tidak seperti kue kering umumnya di pasaran. Pembuatan kue kering menggunakan gula aren sebagai pemanis. Sehingga cukup baik bagi orang yang akan menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula. “Kue ini cukup baik untuk kesehatan,” ujar ibu tiga anak ini.

Kue gula aren laris manis di pasaran. Bahkan salah satu pelaku usaha dari luar daerah ingin membeli kuenya dalam jumlah besar dengan catatan tidak memakai brand-nya. Permintaan itu ditolak  Muzah. Dia  tidak ingin kue dipoduksinya menjadi brand orang lain. Apalagi dalam membuat kue ini dia mengangkat pangan lokal dengan harapan petani gula aren lebih sejahtera. “Ngapain kita buat kue tapi brand-nya diklaim sama orang,” tegas perempuan 43 tahun ini.

Baca Juga :  Berkah MotoGP Mandalika, Angka Pengangguran di Mataram Berkurang

Kue gula aren ini tidak hanya dipasarkan di Instagram dan facebook. Namun juga sudah dipasarkan di Shopee dan sejumlah pasar online lainnya. Bahkan tak tanggung-tangung kue gula aren masuk dalam program Inkubasi Kuliner Kemenparkeraf. “Untuk wisata bukan hanya destinasi saja, namun juga kuliner,” ucap perempuan berjilbab ini.

Dia ingin ada kuliner khas menjamur di Lombok. Sehingga para wisatawan yang datang ke Lombok dihadapkan dengan berbagai oleh-oleh untuk dibawa  ke kampung halamannya. “Wisatawan yang datang ke Lombok pasti akan mencari oleh-oleh,” tuturnya.

Dia ingin berbagai produk unggulan NTB, terutama bidang kuliner terus digeliatkan. Tidak hanya mengandalkan Sate Rembiga atau kuliner yang sudah terkenal. Tapi bagaimana bisa melakukan inovasi dalam bidang kuliner. “Di Bali kue-kue kering banyak dicari wisatawan sebagai oleh-oleh,” pungkasnya.(*/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/