alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

Risoles Calaki Buatan Erna D Triani : Empuk, Lezat dan Bikin Ketagihan

Risoles Calaki beda dengan risoles yang banyak di pasaran. Rasanya empuk dan sekali gigit kerasa daging dan sayur didalamnya.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“TEPUNG Risoles Calaki tipis. Jadi sekali gigit kerasa daging dan sayur,” kata Erna Dian Triani, seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner, kemarin.

Erna, sapaan karibnya cukup cekatan dalam  membuat usaha makanan. Tak tanggung-tangung Risoles Calaki yang diprodukisnya  ini lolos pada program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Inkubasi Kuliner beberapa waktu lalu. “Pada program ini kita diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan kualitas produk dan trik pemasaran” terang perempuan berjilbab ini.

Awalnya, Erna hanya jualan mi dan tela-tela di rumah. Waktu itu kenang dia, pada 2012 lalu anaknya sekolah di Abu Hurairah dan sering membawa mi dan tela-tela yang diraciknya sendiri. “Dari sana banyak teman-teman di sekolah-nya yang mesan,” ucap perempuan 48 tahun ini.

Selang beberapa tahun, dia kemudian melakukan inovasi dalam usaha kuliner. Memproduksi Risoles Calaki hingga kini tetap eksis. Brand Calaki diambil dari nama anaknya. Makanan khas dengan rasa daging dan sayur diproduksi  tiap hari karena tetap ada pesanan. “Minimal dalam satu hari kita produksi 150 biji,” ujar ibu tiga anak ini.

Baca Juga :  Abaikan Lonjakan Korona, Pemkot Mataram Mulai Buka Pusat Perbelanjaan

Bahan-bahan pembuatan risoles menggunakan tepung terigu, telur, mayones, tepung roti, wortel, kentang, sosis, daging asap, dan sebagainya. Soal rasa tidak kalah dengan risoles yang banyak ditemukan di hotel atau acara tertentu. “Risoles Calaki empuk dan lembut karena tepung roti-nya diblender. Kalau risoles yang lain mungkin agak keras,” ucap perempuan asal Madiun, Jawa Timur ini.

Dalam memproduksi Risoles Erna juga memanjakan para pelanggan dengan berbagai varian rasa.  Mulai dari risoles isi sayur, telur, daging, dan risoles isi sosis. Bahkan terbaru dia membuat risoles dengan isi pisang. “Kalau risoles pisang  mirip piscok (pisang cokelat). Tapi rasanya empuk dan lembut, tidak keras seperti Piscok,” tutur Erna.

Risoles Calaki  dipasarkan di Instagram dan Grup WhatsApp (WAG). Tiap hari ada saja pesanan datang, baik dari perorangan maupun dari lembaga atau perkantoran. Kadang juga pemesan ingin memakai brand-nya sendiri dari kuliner yang diproduksinya ini. “Kalau pesanan yang mau memakai brand sendiri harus dalam jumlah banyak. Biar sama-sama menguntungkan,” kata Erna sembari tersenyum.

Baca Juga :  Cerita Dian Purna Lestari Merintis Kuliner Sushinori di Mataram

Biasanya kata dia, jika pesanan banyak dia membuat risoles di atas 700 biji per hari. Ketika pesanan melebihi 800 biji dia meminta bantuan anak-anaknya. Bahkan dia juga meminta orang lain untuk membantu membuat risoles guna mengejar target pesanan. Kedepan, Erna akan memasarkan risoles yang diproduksinya secara ofline.

Rencananya dia akan membuka toko Risoles Calaki di Jalan Pemuda, Gomong. “Kalau ada orang yang mau cari Risoles Calaki bisa langsung ke toko,” ucap Erna.

Dia ingin ketika ada orang yang mencari risoles langsung tertuju ke Risoles Calaki. Dia menyebutkan, pesanan risoles juga datang dari acara pemerintahan meski tidak banyak. Oleh karena itu dia ingin  ada peran pemerintah agar mengakomodir kuliner lokal pada acara tertentu. “Kita juga sebagai pelaku UMKM butuh modal untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya. (*/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/