alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Investasi di Senggigi Masih Menjanjikan, Tapi Destinasi Harus Dibenahi

Laporan Khusus : Menata Kembali Pariwisata Senggigi (Bagian III)

Meski kondisi dalam kondisi babak belur, sebetulnya, bagi investor, Senggigi memang masih menarik. Saat ini misalnya, sudah ada investor dari Polandia yang berencana berinvestasi di Senggigi. Mereka telah melirik dua tanah kosong di area Pantai Kerandangan yang memiliki luas masing-masing delapan dan enam hektare.

“Mereka juga saya ajak ke lokasi hotel-hotel yang berencana di-take over. Mudah-mudahan mereka mau berinvestasi di Senggigi,” Subandi.

Data investasi di kawasan Senggigi menunjukkan minat investor tersebut. Di tahun 2017, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 166,5 miliar. Sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 41,108 juta. Tahun 2018, investasi PMDN turun drastis menjadi Rp 918 juta. Sedangkan PMA melonjak US$ 70,814 juta. Sedangkan tahun 2019, giliran PMDN yang naik kembali menjadi Rp 439,5 miliar. Sementara PMA anjlok menjadi US$ 35,599 juta.

Toh, masih tertariknya investor menebalkan optimisme bahwa Senggigi bisa bangkit kembali. Tentu ada syaratnya. Senggigi butuh revitalisasi.

Ketua PHRI Ketut Wollini menegaskan bahwa Sengigi butuh berbenah. Sebab, tak bisa ditampik kalau kondisi Senggigi saat ini kumuh dan tak terurus. Pemerintah daerah juga kata dia terlalu tinggi menerapkan pajak. Intensitas razia yang terlalu tinggi juga menurutnya membuat kawasan Senggigi kurang nyaman.

“Investor itu pada dasarnya sebelum berinvestasi mereka pasti akan menanyakan keamanan, kenyamanan berinvestasi dan perizinan,” katanya.

Selain itu, Senggigi juga butuh daya tarik baru. Misalnya dengan menggelar acara pertunjukan seni dan kebudayaan di Pasar Seni Senggigi secara rutin. Ini bisa menjadi jualan para pelaku usaha di kawasan Senggigi.

Apalagi jika ditambah dengan Senggigi menjadi arena water sport hingga arena olahraga ai lainnya. “Ini membutuhkan investor. Kalau ini terlaksana, Senggigi akan punya daya tarik baru,” katanya.

General Manager Hotel Aruna Senggigi Weni Kristanti juga mengungkapkan hal yang sama. Dia memberi contoh trotoar jalan yang memprihatinkan hingga lampu jalan yang kerap mati. Weni juga mendukung ide pemanfaatan pasar seni secara reguler. Diadakan pertunjukan seni budaya sehingga Senggigi punya jualan baru. Wisatawan yang datang punya nilai lebih untuk datang ke Senggigi. Apalagi jika keberadaan pertunjukan seni ditambah kuliner lokal yang ada di sana.

“Senggigi harus punya ikon,” katanya.

Owner Representatif Hotel Aruna Senggigi Linggom M Siahaan mengaku pihaknya siap mendukung pemerintah daerah mengembalikan kejayaan Senggigi. Dengan catatan Pemda serius melakukan penataan.

“Kami selaku pengusaha tentu tidak ingin rugi. Maka pasti kami akan berupaya mendatangkan wisatawan dengan berbagai cara agar Senggigi ini ramai,” ucapnya.

Salah satu caranya adalah dengan promosi ke luar daerah hingga ke luar negeri. Para owner maupun pemilk hotel akan mempromosikan Senggigi kepada calon wisatawan dalam kegiatan travel mart atau semacamnya. Ini sebagai salah satu upaya membantu pemerintah menggeliatkan pariwisata.

Tapi mereka juga dari pihak hotel tidak mungkin promosi memaparkan Senggigi kondisinya baik, destinasinya lengkap, lampu jalan terang dan yang lainnya. Ketika wisatawan datang dan yang mereka temukan tidak sesuai. “Itu akan jadi bumerang bagi kami,” jelasnya.

Sehingga para pelaku wisata menurutnya bisa membantu Pemda Lobar maupun Pemprov NTB mengembalikan kejayaan Senggigi melalui promosi. Dengan catatan destinasi yang ada sudah dibenahi. (ton/nur/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)
Enable Notifications    Ok No thanks