alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Siapkan Rp 45 Miliar Ini Rencana Lobar Tata Ulang Kawasan Wisata Senggigi

Laporan Khusus : Menata Kembali Pariwisata Senggigi (Bagian VI)

ANGIN segar datang dari Pemkab Lobar untuk Senggigi. Rupanya, tahun ini, Pemkab sudah berencana memoles Senggigi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) I Made Arthadana menyebutkan, ada anggaran Rp 45 miliar untuk menata kawasan wisata di Lombok ini.

Master plan pun sudah jadi. Dan sudah pula dipaparkan Dinas PUPR Lobar kepada para pelaku wisata. Penataan nantinya dibangun menjadi tiga segmen. Pertama, segmen kuliner yang dimulai dari Jembatan Meninting hingga Hotel Jayakarta. Kedua, segmen religi dengan menitikberatkan pada Makam Batulayar dan Pura Batubolong dimulai dari Hotel Jayakarta hingga Kafe Alberto. Dan segmen ketiga adalah tema pesisir dimulai dari Kafe Alberto hingga perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara.

Total kawasan yang akan ditata di Senggigi sepanjang 13 kilometer. Dengan sembilan obyek wisata yang ada di dalamnya. Obyek wisata inilah yang akan ditata dan dikembangkan.

“Mulai dari Muara Meninting, Tanjung Bias, Makam Batulayar, Pura Batu Bolong, Kafe Alberto, Senggigi Inti, Sheraton, Pasifik dan Kerandangan,” jelasnya.

Untuk tema kuliner sepanjang 3,2 kilometer yang dimulai dari gerbang masuk perbatasan Kota Mataram sampai ke kawasan sebelum Makam Batulayar. Untuk tema ini, akan menelan biaya Rp 2,3 miliar untuk empat spot. Antara lain pintu gerbang, rest area, dan trotoar dengan banyak signing edge.

Sementara segmen religi berkaitan dengan adanya Makam Batulayar dan Pura Batu Bolong. Segmen ini menjadi potret pluralisme dan toleransi di Lombok Barat di mana pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata yang akan menjadi subjek teknis pembangunan dua destinasi tersebut.

Untuk koridor jalan di tema religi ini kita menyiapkan Rp 1,2 miliar dengan dua sub tema, yaitu Islamic Theme dan Hindu Theme. Ada tiga spot di tema ini berupa signing edge, Batu Bolong Landmark dan Batu Layar.

Segmen pesisir akan mencakup area sepanjang 6,5 kilometer. Disiapkan signing edge di setiap 250 meter dan gapura perbatasan. Namun, sejauh ini, untuk tema ini baru sampai tahap perencanaan saja.

Jalan masuk juga akan ditata. Nilai proyeknya 2,6 miliar. Sementara kawasan inti Pantai Senggigi akan digelontorkan dana pembenahan sebesar Rp 11,4 miliar.

Untuk pembiayaan kata Made, bersumber dari APBD yang meliputi Dana Alokasi Umum Rp 23 miliar yang merupakan kebijakan prioritas. Kemudian dari pinjaman daerah sebesar Rp 22,6 miliar. Dengan rincian Rp 2,6 miliar di Dinas PUPR dan Rp 20 miliar dari pinjaman daerah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk merevitalisaai objek vital destinasi seperti Makam Batu Layar, kawasan Batu Bolong, Alberto, Sheraton, Pasifik, dan kawasan Kerandangan.

Pertengahan Maret perencanaannya dipastikan sudah selesai. Akhir Maret sudah tender dan April sudah mulai pelaksanaan di lapangan.

Dikatakan, ini menjadi langkah besar Pemda Lobar untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Senggigi.

Dan untuk membangun kembali Senggigi Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengutarakan permintaannya untuk mendapat dukungan penuh dari Pemprov NTB.

Dirinya meminta aset provinsi yang sekarang berupa Pasar Seni seluas satu hektare dikelola oleh Pemkab Lobar. “Saya dulu pernah minta sejak era TGB jadi gubernur. Hanya saja saat itu masih kontrak dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Fauzan berharap, ketika kontrak berakhir dengan pihak ketiga, aset Pasar Seni bisa dihibahkan ke Pemda Lobar minimal dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTB. Agar pemanfaatannya bisa mendukung pariwisata Senggigi.

Diungkapkan pula, Pemda Lobar juga menyiapkan pembentukan Destination Management Organisation (DMO) untuk Senggigi.  Langkah ini dilakukan agar pengelolaan destinasi wisata secara terpadu merupakan struktur organisasi pengelolaan pariwisata.

Di dalamnya ada obyek wisata, atraksi wisata, fasilitas wisata, kawasan wisata dan ada masyarakat serta layanan wisata di dalam satu destinasi wisata. Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Hj Lale Prayatni memaparkan, DMO ini merupakan pembentukan dan pengembangan organisasi tata kelola destinasi pariwisata.

DMO ini bisa juga sebagai penyelenggara tata kelola suatu destinasi. “Jadi, kita tinggal pilih apakah DMO ini kita yang membentuk ataukah kita buatkan di dalam sistem tata kelola,” jelasnya.

Kepala Bappeda Lobar Rusditah menyampaikan jika rencana DMO ini terkait bagaimana Pemda Lobar akan mengelola Senggigi sebagai daerah otonomi khusus. “Jadi KEK-nya (Lobar),” terang Rusditah.

Ia menjelaskan ada berbagai macam jenis pengelolaan yang terkonsentrasi di DMO. Mulai dari pelayanan kebersihan, penerangan, keamanan, serta persoalan lainnya. Untuk sementara, DMO nantinya akan difokuskan ke Senggigi. Meskipun sempat ada rencana ini akan difokuskan untuk penanganan waisata di luar Senggigi.

“Kalau memang sudah berjalan baik, akan dilebarkan ke wilayah lain,” jelasnya.

Untuk pembentukan DMO ini, Pemkab Lobar akan bersinergi dengan Pokdarwis serta pelaku dan pengelola pariwisata. Agar manajemen pembentukannya bisa terintegrasi. Mulai dari penyediaan informasi pariwisata hingga pelayanan di dalamnya.

Pemda juga akan melibatkan pihak yang memang ahli dan pelaku pariwisata. Apakah DMO Senggigi akan memiliki peran yang tumpang tindih dengan Dinas Pariwisata Lobar? Rusditah menegaskan hal itu tidak akan terjadi. DMO tidak akan menjadi saingan Dinas Pariwisata. Justru akan berkerja berdampingan mengembalikan kejayaan Senggigi.

“DMO Senggigi ini bisa seperti ITDC Mandalika di Kuta Lombok Tengah,” katanya.(ton/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks