alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Libur Korona, Ruang Kelas SMPN 2 Gunungsari Kini Mirip Kebun, Ditumbuhi Tanaman

Akibat wabah pandemi Korona, bangunan ruang belajar sementara SMPN 2 Gunungsari sudah tiga bulan terakhir ditinggalkan siswanya. Kondisinya yang tak terurus membuat ruang belajar siswa lebih mirip kebun dari pada kelas.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

Nasib siswa dan guru SMPN 2 Gunungsari setahun terakhir sungguh malang. Mereka diusir dari eks bangunan sekolah setelah Pemda Lombok Barat (Lobar) kalah dalam gugatan sengketa lahan. Kemudian para wali siswa dan guru urunan membangun kelas darurat secara swadaya di eks Puskesmas Penimbung, tanpa bantuan pemerintah.

Sayangnya, bangunan tersebut terendam banjir seperti kolam ketika hujan mengguyur. Yang terbaru, kondisi ruang belajar sekolah ini kini lebih mirip kebun dibanding tempat belajar. Lantai sebagian besar ruang kelas berlumpur. Kemudian di lantai tersebut tumbuh talas hingga tanaman liar.

“Ada anjing juga yang tidur di dalam kelas,” tutur Fathul Aziz salah satu guru SMPN 2 Gunungsari kala Lombok Post datang ke sekolah tersebut, kemarin (18/6).

Pintu ruang belajar sejatinya telah ditutup. Hanya saja, banyak bagian dinding yang berlubang dan rusak. Ini menjadi pintu masuk hewan liar ke dalam ruang kelas. Ketika air sungai meluap, air juga merembes masuk ke dalam kelas. Jadilah lantai ruang kelas SMPN 2 Gunungsari lebih mirip tempat bercocok tanam padi karena dipenuhi lumpur.

“Lantainya berlumpur karena sempat banjir lagi meski tidak setinggi sebelumnya. Tumbuhan ini juga tumbuh sendiri. Bukan ditanam,” terang Aziz, sapaan guru Bahasa Indonesia tersebut.

Ruang kelas yang terkesan tidak terurus ini juga disebabkan lamanya siswa diliburkan akibat pandemi Korona. Sudah tiga bulan tidak ada aktivitas belajar di sekolah. “Belajar dilakukan dari rumah menggunakan HP dan internet. Ada juga siswa yang dekat rumahnya ke sekolah mengambil tugas dan soal kemudian dikerjakan di rumah,” jelas Aziz sapaanya.

Kondisi ini memang masih berlaku di semua sekolah. Siswa diliburkan untuk pencegahan penularan wabah Korona. Belum ada kejelasan kapan siswa bisa masuk sekolah lagi. Pihak sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala SMPN 2 Gununsari Syahrullah mengaku pihak sekolah akan melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan ruang kelas hari ini. Agar ruang belajar yang ditumbuhi tanaman talas dan rumput liar bisa dibersihkan. “Besok para guru rencananya akan bersih-bersih,” cetusnya.

Syahrullah mendapati informasi jika bangunan permanen gedung SMPN 2 Gunungsari akan dibangun tahun ini. Total anggaran sebesar Rp 1,5 miliar telah disiapkan Pemda Lobar. Tinggal menunggu lelang proyek dilakukan. “Kami berharap gedung sekolah baru itu, bisa terealisasi,” ungkapnya.

Dengan kondisi bangunan sekolah seperti ini, Syahrullah mengaku terjadi penurunan jumlah siswa baru setiap tahunnya. Bisa jadi salah satu alasannya karena kondisi gedung sekolah yang sangat memprihatinkan. “Tahun ini baru sekitar 40 orang yang daftar. Biasanya di atas 50 orang kalau tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks