alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Mencicipi Produk SAMBALKU Buatan UMKM Al-Hidayah Kelurahan Karang Pule

Sambal menjadi produk unggulan UMKM Al Hidayah. Berbagai varian rasa sambal dijajakan Fatmawati sebagai juru racik Sambalku dari UMKM yang bermarkas di Lingkungan Mas Mutiara ini.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

SIAPA yang tidak tahu Lingkungan Mas Mutiara. Salah satu lingkungan yang berada di Kelurahan Karang Pule sebagian besar masyarakatnya sebagai perajin mutiara. Namun pada Pembukaan Mandalika Mataram Fair di Mataram Craft Center (MCC) kemarin terlihat agak berbeda.

Ternyata lingkungan ini juga dikenal dengan kulinernya. Banyak warga dari lingkungan tersebut yang jago masak, terutama ibu-ibu rumah tangga masakannya menggugah selera.

“Jangan salah, Lingkungan Mas Mutiara ini juga dikenal dengan orang-orangnya yang jago masak,” kata Fatmawati, pelaku UMKM Al-Hidayah.

UMKM-Al Hidayah tampil beda pada Pembukaan  Mandalika Mataram Fair di Mataram Craft Center (MCC). Sebagian besar pelaku UMKM menjajakan mas mutiara dengan berbagai inovasi dalam menyambut event World Superbike (WSBK). Namun UMKM Al Hidayah menjajakan berbagai makanan. Seperti kue dan berbagai varian sambal.

Sambalku brand dari UMKM Al Hidayah yang menjadi produk unggulan kali ini. Sambal dengan berbagai varian rasa mulai dari sambal belut, cumi, bajo, tenggiri dan sambal bawang  berjajar di meja. Pada event WSBK Wati ingin memperkenalkan kuliner khas Lombok. Sambal ini menjadi produk yang akan dijajakan kepada para tamu WSBK.

“Kita ingin sambal bisa dilirik wisatawan pada WSBK,” cetus perempuan kelahiran 1983 ini.

Sambalku memiliki kelebihan dibandingkan sambal yang dijajakan pada umumnya. Sambal dengan kemasan cukup menarik bisa tahan sampai dua bulan tanpa bahan pengawet. Belum lagi soal rasa dijamin bikin ketagihan. Soal harga, bervariasi. Mulai dari Rp 18 ribu sampai Rp 25 ribu. “Kalau sambal belut kita jual Rp 25 ribu,” terang ibu enam anak ini.

Keseharian Wati tidak hanya disibukkan dengan membuat sambal. Namun juga berbagai aneka makanan dibuat Wati sebagai rutinitas tiap harinya. Dalam sehari, dia harus membuat sekitar 200 botol sambal untuk dipasarkan secara online dan offline. “Di toko oleh-oleh ada kok Sambalku,” cetus perempuan berjilbab ini.

Selain di toko oleh-oleh, Wati juga memasarkan produk sambal melalui media sosial (medsos). Tak jarang banyak pesanan datang dari luar daerah memesan sambal dengan rasa khas ini. “Kalau seputaran Mataram bisa kita antarkan langsung,” ucapnya.

Sekadar diketahui, UMKM Al Hidayah yang  diketuai Hj Waridah Mujiburrahman bagian dari DPD Al Hidayah. Organisasi ini banyak bidangnya. Ada pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan berbagai bidang lainnya. Untuk bidang perekonomian sendiri, DPD Al Hidayah memiliki UMKM yang menjajakan berbagai produk makanan lokal khas Lombok. Bagi Wati yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga UMKM Al Hidayah tidak hanya mencari keuntungan. Melainkan juga membagi ilmu kepada teman-teman UMKM dan masyarakat bagaimana cara membuat makanan yang nantinya bisa dijual.

“Kami sering memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga terkait membuat kue dan makanan lainnya,” tuturnya.

Dimata teman-teman, Wati bisa dibilang juru dapur UMKM Al Hidayah. Berbagai produk makanan, mulai dari kue, makanan ringan hasil dari tangan kreatifnya. Bahkan kini sambal yang menjadi produk unggulan UMKM Al Hidayah banyak pesanan dari luar daerah. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks