Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Warga Dusun Pedek, Desa Setanggor, Praya Barat yang Viral di TikTok

NAMA Dusun Pedek Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah mendadak viral di media sosial. Itu karena ada warganya yang menjadi pemeran TikTok.

—-

Sejak konten TikTok nenek mandi lumpur dan mandi tengah malam di desa yang bertetangga dengan Desa Penujak tersebut, nama Desa Setanggor semakin dikenal luas. Tidak saja warga lokal NTB, tapi Indonesia bahkan dunia.

Ada puluhan ribu mata memandang. “Pemerannya keluarga kami, Inaq Raimin dan yang memiliki konten TikTok Sultan Ahyar,” ujar Mustahap pada Lombok Post saat ditemui dilokasi pengambilan video TikTok.

Sebelumnya, desa yang satu itu dikenal dengan desa wisata seni dan budaya. Beberapa pejabat negara pun pernah menginjakkan kakinya. Belum lagi pejabat Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Loteng.

Kini, Desa Setanggor bukan dikenal karena desa wisatanya. Melainkan, konten kreatif yang dilakukan Sultan Ahyar.

Rabu (18/1) pukul 15.00 Wita, Inaq Raimin dan Sultan Ahyar akhirnya diundang ke Jakarta, guna diwawancarai sejumlah televisi nasional. Potret suksesnya Sultan Ahyar itu membuat para pemuda lainnya ikut mencoba.

Baca Juga :  Soal Dugaan Penyelewengan APBDes, DPMD Loteng Turun ke Gemel

Hasilnya, membuahkan pundi-pundi rupiah. Namun, usaha itu bukan datangnya tiba-tiba. Tapi, butuh kerja keras, butuh kesabaran hingga harus menerima cibiran, bahkan hujatan. Karena dianggap tidak layak, tidak manusia dan lain sebagainya.

Walau demikian, pemilik konten dan pemeran konten tetap semangat. Bagi mereka yang penting banyak yang suka. “Awal kisah saat Ahyar membuat banyak konten TikTok. Baik live maupun video. Itu setahun yang lalu,” cerita Mustahap.

Diantaranya konten makan sendiri, makan bersama (begibung) hingga mengaji atau jalan-jalan ke desa wisata. Sayangnya, tidak ada satu pun konten yang dibuat itu membuat banyak mata yang memandang. Kala itu, yang nonton hanya lima orang. Dan, paling banyak 10 orang saja.

Yang memberikan tanda jempol atau like saja tidak ada. Kecuali, menyaksikan konten yang ada. Apalagi, memberikan gift. Lewat konten nenek mandi lumpur dan mandi tengah malam itulah, semuanya berubah. Di mana, banyak yang memberikan like.

Baca Juga :  BNNP NTB Sebut Satu Desa di Loteng Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Dan, yang ditunggu-tunggu gift-gift TikTok. Ada banyak koin yang bisa diklaim dari gift itu. Paling kecil atau murah gift mawar, barbel, panda, dan kopi. Nilai poinnya sebanyak 1 koin. Atau kalau diuangkan sebesar Rp 200. Kemudian yang tertinggi gift singa. Nilai poinnya sebanyak 29.999 koin.

Atau kalau diuangkan sebesar Rp 6 juta. Hanya saja, yang diterima pihak konten sebesar Rp 3 juta. Sisanya, Rp 3 juta diambil oleh TikTok itu sendiri. “Saya pernah dikasi gift kapal bajak laut. Nilai poinnya sebanyak 4.888 koin, atau kalau diuangkan sebesar Rp 750 ribu,” ujar pemuda kelahiran 1988 tersebut.

Dari cerita sukses itulah, para pemuda di Dusun Pedek banyak yang menjadi seorang TikToker. Kemudian, anak-anak, remaja hingga para orang tua menjadi pemeran TikTok. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks