alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Mataram Jam Malam, Lampu Jalan Padam Picu Aksi Kejahatan

Dampak Pandemi Covid-19 meluas. Bukan hanya menyerang kesehatan. Melainkan memunculkan gejala sosial. Salah satunya meningkatnya angka kriminalitas.

===

Pemerintah telah menggaungkan perang melawan virus korona. Masyarakat dilarang berkerumun. Efeknya, jalanan menjadi sepi.

Untuk mengantisipasi kerumunan, pemerintah Kota Mataram mematikan lampu penerangan di jalan-jalan protokol. Membuat jalanan menjadi gelap. ”Kondisi itu memberikan peluang besar bagi para pelaku kriminal untuk beraksi,” kata Kasatrekrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (19/4).

Menurutnya, pemerintah tidak perlu mematikan lampu jalanan untuk membubarkan kerumunan. Melalui imbauan yang intens dilakukan, masyarakat juga bakal sadar untuk tidak berkumpul. ”Kalau terus dimatikan, peluang mereka untuk beraksi semakin terbuka,” jelasnya.

Buktinya, semenjak Pemkot Mataram memberlakukan jam malam angka kriminalitas menunjukkan peningkatan. Mulai dari pembobolan toko, retail modern, dan ATM. ”Ada belasan toko penjual sembako dan beberapa ATM yang disasar,” ujarnya.

Kadek Adi belum mempersentasekan jumlah peningkatan kasusnya. ”Perlu saya rekap datanya. Yang pasti peningkatannya drastis,” kata dia.

Di saat pandemi korona ini, mereka menyasar barang-barang sembako dan yang cepat menghasilkan uang. ”Tujuan mereka mengambil itu supaya lebih cepat dicairkan menjadi uang,” kata dia.

Salah satu contohnya, pembobolan gerai Alfamart di wilayah Jempong, Mataram. ”Dari CCTV  para pencuri fokus mengambil rokok,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram meningkatkan patroli. Dari seluruh peristiwa yang terjadi, rata-rata mereka beraksi dini hari. ”Mereka mulai membobol toko mulai pukul 02.00 Wita hingga pukul 05.00 Wita,” bebernya.

Di jam-jam tersebut, para pelaku mengetahui para penjaga mulai mengantuk dan lelah. Sehingga, aksinya dapat berjalan lancar. ”Mereka ini sudah mengetahui jam-jam kapan harus beraksi,” ungkapnya.

Lombok Post mencoba mengikuti tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram yang tengah melakukan patroli dini hari, kemarin. Mereka bergerak mulai pukul 01.00 Wita.

Mereka berpatroli menuju kawasan perbatasan wilayah hukum Polresta Mataram. Mulai dari Ampenan menuju Jalan Raya Senggigi ke wilayah Meninting-Sesela-Mambalan-Kekeri-Duman-Lingsar-Narmada dan masuk ke wilayah Kota Mataram.  Jalanan lengang diperparah dengan gelapnya  jalan-jalan kota.

”Kita memang merencanakan patroli ke kawasan pinggiran karena di lokasi itu juga banyak retail modern dan ATM yang tidak dijaga ketat,” kata Kadek Adi yang memimpin Patroli.

Saat Patroli tersebut dikoordinasikan dengan Polsek jajaran. Tim Resmob berhenti sejenak di kawasan yang dianggap rawan. ”Kita pantau tempat disini karena dari laporan kerap terjadi tindakan kriminal,” ujarnya.

Waktu menunjukkan pukul 03.10 Wita. Jalanan semakin sepi.  Tim patrol baru saja menerima informasi penting dari sumber terpercaya mengenai adanya buronan yang hendak melakukan aksi kejahatan.  Tim berhenti sejenak di sekitaran Jalan Lingkar Selatan, Mataram mematangkan strategi.

Titik lokasi para pelaku terkunci. Salah satunya bergerak ke selatan menggunakan sepeda motor Honda Supra X.

Tim menyebar dan memperkuat koordinasi.  Dua pelaku yang berboncengan tersebut berkendara menuju arah Dasan Cermen. Lalu bertemu dengan dua orang lainnya  yang sudah menunggu di tepi remang-remang jalan. Dua orang yang sudah menunggunya itu menggunakan sepeda motor bebek sport Suzuki Satria F.

Tim terus memantau dari kejauhan. Rupanya, mereka mengatur siasat untuk melakukan tindakan kriminal. Belakangan diketahui mereka hendak membobol sebuah gerai Alfamart  di wilayah Lombok Barat.

Namun demikian para pelaku rupanya tahu tengah dibuntuti. Mereka tancap gas dan melarikan diri. Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan. Polisi memacu kendaraan dan meminta kawanan ini menyerahkan diri. ”Berhenti-berhenti,” teriak anggota polisi sambil memberikan tembakan peringatan.

Namun para pelaku tak peduli, motor terus dipacu. Hening malam jelang subuh pecah oleh suara tembakan. Polisi menembak bagian roda sepeda motor merek Supra X tersebut. Motor tersebut oleng namun pengendaranya enggan menyerah.

Meski dalam keadaan oleng, pelaku terus memacu motor bebeknya. Namun anggota polisi berpakaian preman yang bersiaga di kawasan itu tak hilang akal.  Tepat di wilayah Dasan Cermen ia mengambil risiko dengan menabrakkan sepeda motornya ke motor pelaku.

Hasilnya kedua pelaku terjungkal ke badan jalan. Sementara dua pelaku lain dengan motor Satria F, berhasil kabur.  Dia berhasil menghindari kejaran petugas.

Setelah diinterogasi, kedua pelaku mengaku berasal dari Jempong, Mataram. ”Hasil interogasi kedua pelaku merupakan komplotan pelaku 3C (pencurian),” ujarnya.

Pelaku tetap berkilah tidak mengakui perbuatannya. ”Tidak pernah, tidak pernah. Saya hanya diajak saja,” kilah seorang pelaku berinisial BD.

Tetapi, polisi tidak percaya dengan pengakuan pelaku. Setelah diperlihatkan CCTV terkait pembobolan Alfamart di wilayah Jempong, BD masih saja mengelak. ”Jujur saja, siapa yang melakukan ini,” tanya anggota  Resmob.

Ndek ke taok aku (saya tidak tahu). Ndek ke wah (Tidak pernah melakukannya,” jawab BD menggunakan bahasa Sasak.

Tetapi tim Resmob tak kalah akal. Setelah dicocokkan celana dan postur tubuh BD dengan pelaku yang berada di CCTV itu mirip. Sehingga, mempertajam interogasi.

BD pun mengakui perbuatannya. Dia yang telah melakukan pembobolan Gerai Alfamart di wilayah Jempong.  ”Aok pak aku wah nu  (iya pak, saya dah itu),” kata BD menjawab dengan nada rendah.

BD mengaku membobol toko tersebut menggunakan beberapa alat. Seperti, linggis dan tank pemotong besi. ”Saya melakukan aksi itu berdua,” akunya.

Di toko tersebut, pemuda yang mengaku baru duduk di bangku kelas 2 SMP itu melakukan tindakan itu berdua. Di toko itu, dia hanya mengambil rokok dan beberapa makanan ringan. ”Rokok yang saya ambil hanya lima pack. Rokok itu saya  jual dengan harga Rp 850 ribu,” jelasnya.

Selain itu, BD juga mengakui dirinya pernah beraksi membobol brankas salah satu sekolah di Kota Mataram. Ditambah lagi beberapa rumah kos. ”Ya, saya (melakukannya, red),” akunya dengan nada pelan.

Sementara pelaku kedua berinisial ID mengaku hanya mengantarkan temannya. ”Aku tumben sugul pak (Saya baru pertama kali keluar pak). Tesuru ngatong doang (Disuruh mengantar saja),”  aku ID.

Dia membantah pernah membobol toko. Dia hanya pernah mencuri di kos-kosan.  Dari aksi tersebut ia mengaku mendapatkan sejumlah barang seperti telepon genggam, laptop  hingga uang tunai.

”Semua barang bukti hasil curiannya sudah dijual,” bebernya.

Tetapi, setelah diinterogasi lebih dalam, ternyata  mereka memang berniat untuk membobol toko di salah satu Alfamart di wilayah Lobar. ”Ya, tapi belum,” akunya.

Kadek Adi mengatakan, tim masih melakukan pengembangan terhadap hasil penangkapan terduga pelaku pembobolan Alfamart di wilayah Hukum Polresta Mataram. (suharli/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks