alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Ini Dia, Wajah Baru Masjid Agung Al Muttaqin Cakranegara

Masjid Agung Al Muttaqin Cakranegara, salah satu masjid yang memiliki nilai sejarah di Kota Mataram akhirnya selesai dibangun. Memiliki bentuk yang berbeda dari sebelumnya, masjid ini menjadi salah satu ikon Islamic Center di Kota Mataram.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Masyarakat muslim wilayah Cakranegara punya tempat ibadah baru yang bisa menjadi ikon di wilayah pusat jasa dan perdagangan tersebut. Berada di Kelurahan Mayura, Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara menjadi salah satu simbol toleransi dan keberagaman di Kota Mataram.

Mengingat, lokasi masjid ini berada dekat dengan gereja dan pura yang ada di wilayah tersebut. Namun masyarakat di Cakranegara begitu harmonis dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah.

Setelah hampir setahun, Masjid Agung Al Muttaqin akahirnya selesai dibangun ulang. Masjid ini pun sudah mulai digunakan untuk beribadah oleh masyarakat setempat sejak Maret lalu.

“Masjid ini sudah mulai digunakan untuk salat sebulan lalu pertengahan Bulan Syakban. Kemudian digunakan untuk salat Jumat berjamaah di akhir Bulan Syakban. Sekarang sudah digunakan setiap malam tarawih,” terang Syarif Hidayatullah, salah satu Takmir Masjid Al-Muttaqin.

Baca Juga :  Kisah Salman Mursyid, Perajin Aksesori Sangkar Burung dari Jorong, Pancor

Masjid ini dikatakan Syarif mulai direnovasi tujuh hari selepas Idul Fitri tahun lalu. Pembangunannya memang ditargetkan hanya sekitar setahun agar bisa digunaan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri nanti. Pembangunan ini disponsori oleh Direktur PT Varindo Lombok Inti M Farid Amir Thalib. Ditambah dengan donasi oleh masyarakat setempat secara swadaya.

Dengan wajah baru Masjid Al-Muttaqin saat ini, banyak warga yang terinspirasi dan kagum dengan bangunannya. Mengingat desainnya menggunakan perpaduan konsep modern dan kearifan lokal.

Syarif mengatakan bangunan masjid terinsipirasi dari rumah adat sasak. Ada ornamen lumbung di sejumlah sudut bangunan masjid. Kolaborasi desain modern dengan kearifan lokal membuat masyarakat yang datang beribadah merasa nyaman.

Apalagi, tempat parkir lebih aman karena ada basement yang cukup luas di lantai bawah. Kemudian di depan masjid ada menara tinggi menjulang 33 meter. Menara ini dibangun sebagai tambahan desain untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang keberadaan Masjid Al-Muttaqin.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Artiska Perwitasari, Putri Hutan Indonesia Asal Mataram

Masjid ini memiliki banyak sejarah peradaban Islam di Cakranegara dan Kota Mataram. Di sini, almarhum Syeikh Ali Jaber juga memulai dakwahnya mengajak umat Islam di Cakranegara lebih dekat dan memahami kandungan Alquran.

“Saya sering menemani beliau (Syeikh Ali Jaber) mengisi kajian tafsir Alquran di sini. Kebetulan saya penterjemah beliau ketika belum fasih Bahasa Indonesia. Bahkan saya sering bonceng beliau pakai motor ke masjid,” tutut Syarif.

Sesuai cita-cita dan harapan para tokoh agama di Cakranegara, Masjid Agung Al-Muttaqin diharapkan menjadi rumah besar umat Islam. Tidak hanya untuk golongan tertentu dan tidak hanya untuk warga Cakranegara tetapi umat Islam di Kota Mataram secara keseluruhan.

“Harapan kami bersama para tokoh agama di sini, masjid ini bisa menjadi rumah besar Islam di Cakranegera dan Kota Mataram,” tandasnya. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/