alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Visi Kandidat (1) : HMR Bertekad Jadikan Mataram Kota Menyenangkan

Jika ada orang yang sangat mencintai Kota Mataram seperti mencintai keluarganya, dialah H Mohan Roliskana (HMR). Semangatnya begitu membara membangun tanah kelahirannya ini. Berikut profilnya.

—————————–

Tubuhnya agak tinggi. Tegap. Suaranya tegas namun meneduhkan. Masyarakat biasa menyapanya Bang Aji.

Ia terlihat semakin segar. Wajahnya awet muda. Padahal, umurnya sebentar lagi 48 tahun. Tepatnya 16 Nopember mendatang.

Mohan merupakan alumni SMA Ampenan yang kini menjadi SMAN 2 Mataram. Ia melanjutkan S1 di Jogjakarta dan S2 di Unram. “Saat ini sedang menyusun disertasi (S3) di Unram,” tutur Mohan kala Lombok Post bertandang ke kediamannya di Karang Sukun pekan lalu.

Di Kota Mataram, kiprah dari anak  H Moh. Ruslan (Alm) itu tak perlu diragukan. Ia juga dikenal oleh hampir semua warga kota. Maklum, ini adalah tahun ke-9 baginya menjabat wakil wali kota.

Bukan saja karena ia jadi wali kota. Tapi Mohan memang terkenal pandai bergaul. Ia juga dermawan. Sangat perhatian kepada masyarakat kecil.

Di bidang olahraga, Mohan juga cukup disegani. Dia pernah menjadi pengurus di beberapa cabang olahraga. Misalnya Tarung Derajat dan Sepakbola.

Sementara di birokrasi Pemkot Mataram, Mohan juga mulai meniti karir PNS-nya. Terakhir ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perizinan di Dinas Perizinan Kota Mataram sebelum terjun ke dunia politik. Setelah menjadi wakil wali kota, Mohan pun akhirnya memilih mundur dari PNS.

“Harus ada pilihan dalam hidup. Saya berpikir harus mengabdi totalitas kepada masyarakat lewat jalur politik. Akhirnya saya mengundurkan diri sebagai PNS,” kenangnya.

Modalnya di beberapa organisasi tak membuatnya kesulitan beradaptasi di dunia politik. Ia pernah menjabat Ketua AMPG. Sementara sekarang, Mohan dipercaya menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram.

Dua periode mendampingi H Ahyar Abduh, Mohan terbilang sukses. Duetnya harmonis. Inilah yeng membuat Kota Mataram relatif tenang. Dan tentu semakin maju.

Untuk membuat daerah ini terus berkembang dan semakin maju, kini suami dari Hj Kinnastri itu memutuskan kembali bertarung. Kali ini mengejar kursi orang nomor satu di Kota Mataram.

Mohan mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi visinya belum dituntaskan. Ia sadar kapasitas sebagai wakil wali kota terbatasi. Ia merasa inilah saatnya mewujudkan visi membangun Kota Mataram menuju arah yang semakin baik.

“Saya ingin Kota Mataram berkelanjutan menjadi tempat yang menyenangkan dihuni warganya. Kota Mataram harus tumbuh tidak hanya secara fisik dan infrasturuktur, tetapi ide gagasan dan pemikiran masyarakatnya tetap berkembang,” ungkapnya.

Tugas pemimpin di Kota Mataram disadarinya tidak mudah. Terlebih membangun kota setelah masa pandemi Covid-19. Seorang pemimpin menurutnya dituntut mampu membuat manajemen krisis yang terjadi di Kota Mataram sebagai kota jasa.

Yang paling mendesak disebutnya dan harus menjadi orientasi bagi siapapun yang memimpin Kota Mataram nanti, adalah mengembalikan gerak roda ekonomi. “Ini harus menjadi skala prioritas,” tegasnya.

Pemerintah harus bisa memulihkan dan memancing kreativitas masyarakat. Menggerakkan UMKM, dan menjalankan kembali roda ekonomi setelah wabah Covid-19.

Ia dan semua pihak dikatakannya harus mastikan kota ini kondusif dan stabil. Sehingga roda investasi di Kota Mataram kembali berjalan.

Pengalaman selama menjadi Wakil Wali Kota membuat Mohan memahami kondisi sosial psikologis masyarakatnya.

Dikatakan, ketika kondisi kota sudah stabil, ruang publik harus dibuka selebar-lebarnya. Sehingga masyarakat kembali bahagia. Tidak masalah baginya mengadposi kota yang sudah maju, sepanjang ada kesesuaian dengan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi dengan Kota Mataram.

“Tetapi harus membuat diferensiasi. Harus bisa mengeksplorasi agar Kota Mataram menjadi kota yang maju dengan ciri khasnya,” ucapnya.

Aspek pemahaman, perencanaan dan kebijakan adalah tiga hal yang dibutukan pemimpin dalam membangun Kota Mataram. Seorang pemimpin menurutnya harus memahami masyarakat dan kondisi demografis, serta sosial ekonomi. Baru merencanakan pembangunan dan menuangkan visi misinya.

“Kemudian kebijakan diaelektika antara eksekutif dan legislatif serta melibatkan pasrtisipasi publik dalam pembangunan harus dilaksanakan. Agar program yang dilaksanakan pemerintah kota tidak mendapat resistensi masyarakat.

“Nafas gerak dan keinginan masyarakat Kota Mataran sudah kami rasakan. Kebahagiaan masyarakat Kota Mataram tidak selamanya dengan fisik dan ekonomi,” nilai Mohan.

Dengan dinamika dan mobilitas tinggi masyarakat, mereka membutuhkan ruang publik tempat berinteraksi sosial. Agar masyarakat bisa berkumpul bersama keluarga dan kerabat. “Ini perlu sehingga masyarakat bisa merasa kota ini membanggakan dan mereka senang tinggal di sini. Ini akan menjadi prioritas kami. Ruang publik harus bisa menjadi ruang rekreasi dengan fasilitas yang memadai,” tandasnya. (HAMDANI WATHONI/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks