alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Visi Kandidat (1) : HMR Bertekad Jadikan Mataram Kota Menyenangkan

Jika ada orang yang sangat mencintai Kota Mataram seperti mencintai keluarganya, dialah H Mohan Roliskana (HMR). Semangatnya begitu membara membangun tanah kelahirannya ini. Berikut profilnya.

—————————–

Tubuhnya agak tinggi. Tegap. Suaranya tegas namun meneduhkan. Masyarakat biasa menyapanya Bang Aji.

Ia terlihat semakin segar. Wajahnya awet muda. Padahal, umurnya sebentar lagi 48 tahun. Tepatnya 16 Nopember mendatang.

Mohan merupakan alumni SMA Ampenan yang kini menjadi SMAN 2 Mataram. Ia melanjutkan S1 di Jogjakarta dan S2 di Unram. “Saat ini sedang menyusun disertasi (S3) di Unram,” tutur Mohan kala Lombok Post bertandang ke kediamannya di Karang Sukun pekan lalu.

Di Kota Mataram, kiprah dari anak  H Moh. Ruslan (Alm) itu tak perlu diragukan. Ia juga dikenal oleh hampir semua warga kota. Maklum, ini adalah tahun ke-9 baginya menjabat wakil wali kota.

Bukan saja karena ia jadi wali kota. Tapi Mohan memang terkenal pandai bergaul. Ia juga dermawan. Sangat perhatian kepada masyarakat kecil.

Di bidang olahraga, Mohan juga cukup disegani. Dia pernah menjadi pengurus di beberapa cabang olahraga. Misalnya Tarung Derajat dan Sepakbola.

Sementara di birokrasi Pemkot Mataram, Mohan juga mulai meniti karir PNS-nya. Terakhir ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perizinan di Dinas Perizinan Kota Mataram sebelum terjun ke dunia politik. Setelah menjadi wakil wali kota, Mohan pun akhirnya memilih mundur dari PNS.

“Harus ada pilihan dalam hidup. Saya berpikir harus mengabdi totalitas kepada masyarakat lewat jalur politik. Akhirnya saya mengundurkan diri sebagai PNS,” kenangnya.

Baca Juga :  Ditolak Polres Loteng, Mahsun Ingin Laporkan Ibu Kandung ke Polda NTB

Modalnya di beberapa organisasi tak membuatnya kesulitan beradaptasi di dunia politik. Ia pernah menjabat Ketua AMPG. Sementara sekarang, Mohan dipercaya menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram.

Dua periode mendampingi H Ahyar Abduh, Mohan terbilang sukses. Duetnya harmonis. Inilah yeng membuat Kota Mataram relatif tenang. Dan tentu semakin maju.

Untuk membuat daerah ini terus berkembang dan semakin maju, kini suami dari Hj Kinnastri itu memutuskan kembali bertarung. Kali ini mengejar kursi orang nomor satu di Kota Mataram.

Mohan mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi visinya belum dituntaskan. Ia sadar kapasitas sebagai wakil wali kota terbatasi. Ia merasa inilah saatnya mewujudkan visi membangun Kota Mataram menuju arah yang semakin baik.

“Saya ingin Kota Mataram berkelanjutan menjadi tempat yang menyenangkan dihuni warganya. Kota Mataram harus tumbuh tidak hanya secara fisik dan infrasturuktur, tetapi ide gagasan dan pemikiran masyarakatnya tetap berkembang,” ungkapnya.

Tugas pemimpin di Kota Mataram disadarinya tidak mudah. Terlebih membangun kota setelah masa pandemi Covid-19. Seorang pemimpin menurutnya dituntut mampu membuat manajemen krisis yang terjadi di Kota Mataram sebagai kota jasa.

Yang paling mendesak disebutnya dan harus menjadi orientasi bagi siapapun yang memimpin Kota Mataram nanti, adalah mengembalikan gerak roda ekonomi. “Ini harus menjadi skala prioritas,” tegasnya.

Pemerintah harus bisa memulihkan dan memancing kreativitas masyarakat. Menggerakkan UMKM, dan menjalankan kembali roda ekonomi setelah wabah Covid-19.

Baca Juga :  HARUM Rancang Pusat Interaksi Warga Mataram di Udayana

Ia dan semua pihak dikatakannya harus mastikan kota ini kondusif dan stabil. Sehingga roda investasi di Kota Mataram kembali berjalan.

Pengalaman selama menjadi Wakil Wali Kota membuat Mohan memahami kondisi sosial psikologis masyarakatnya.

Dikatakan, ketika kondisi kota sudah stabil, ruang publik harus dibuka selebar-lebarnya. Sehingga masyarakat kembali bahagia. Tidak masalah baginya mengadposi kota yang sudah maju, sepanjang ada kesesuaian dengan karakteristik demografis, sosial, dan ekonomi dengan Kota Mataram.

“Tetapi harus membuat diferensiasi. Harus bisa mengeksplorasi agar Kota Mataram menjadi kota yang maju dengan ciri khasnya,” ucapnya.

Aspek pemahaman, perencanaan dan kebijakan adalah tiga hal yang dibutukan pemimpin dalam membangun Kota Mataram. Seorang pemimpin menurutnya harus memahami masyarakat dan kondisi demografis, serta sosial ekonomi. Baru merencanakan pembangunan dan menuangkan visi misinya.

“Kemudian kebijakan diaelektika antara eksekutif dan legislatif serta melibatkan pasrtisipasi publik dalam pembangunan harus dilaksanakan. Agar program yang dilaksanakan pemerintah kota tidak mendapat resistensi masyarakat.

“Nafas gerak dan keinginan masyarakat Kota Mataran sudah kami rasakan. Kebahagiaan masyarakat Kota Mataram tidak selamanya dengan fisik dan ekonomi,” nilai Mohan.

Dengan dinamika dan mobilitas tinggi masyarakat, mereka membutuhkan ruang publik tempat berinteraksi sosial. Agar masyarakat bisa berkumpul bersama keluarga dan kerabat. “Ini perlu sehingga masyarakat bisa merasa kota ini membanggakan dan mereka senang tinggal di sini. Ini akan menjadi prioritas kami. Ruang publik harus bisa menjadi ruang rekreasi dengan fasilitas yang memadai,” tandasnya. (HAMDANI WATHONI/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/