alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Lebih Dekat dengan Yayasan Darut Tahfidz Annur Karang Kelok

Hampir semua anak kini menjadikan smartphone menjadi mainan. Ironisnya, tingkat kecanduan anak terhadap smartphone pun sulit dihindari. Warga Lingkungan Karang Kelok bersyukur di pemukiman mereka hadir Yayasan Darut Tahfidz Annur yang menjadi salah satu obat pencegah anak kecanduan Smartphone.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Lingkungan Karang Kelok Kelurahan Monjok Barat menjadi salah satu wilayah yang berada di jantung Kota Mataram. Pemukiman padat ini seperti wilayah lainnya menjadi sasaran arus modernisasi. Namun demikian, warga berupaya tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas yang diwariskan para pendahulu. Salah satu caranya adalah menghadirkan Yayasan Darut Tahfidz Annur tempat para anak-anak belajar Alquran.

“Kami membentuk yayasan ini berawal dari kegelisahan melihat anak-anak yang banyak menghabiskan waktunya untuk main HP dan main-main tidak jelas membuang waktunya,” tutur Ketua Yayasan Darut Tahfidz Annur M Haris.

Akhirnya, ia pun membentuk TPQ dengan lima orang santri termasuk anaknya di tahun 2014 silam. Ia mengajar anak-anak tersebut belajar membaca, menulis dan menghafal Alquran di rumahnya. Lambat laun sejumlah anak dan orang tua tertarik ikut mengaji bersamanya. Hingga santrinya bertambah puluhan orang.

“Karena nggak nampung, kami dikasih pinjam tempat rumah warga. Kami fokus ngajar anak kecil di TPQ sama Diniyah,” tuturnya.

Baca Juga :  Dapur dan Apotek Hidup SDN 19 Cakranegara, Ada Tanaman Anggur Hingga Obat

Masyarakat yang melihat ini sebagai sesuatu yang positif akhirnya beramai-ramai mendaftarkan anak mereka. Hingga jumlah santri di TPQ Darut Tahfidz Annur mencapai 250 santri. Tak kuat sendirian mengajar, M Haris pun merekrut guru ngaji sampai 32 orang.

“Saya merasakan ternyata ada kegelisahan yang sama pada orang tua kami di sini melihat anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu bermain HP. Ini yang membuat mereka senang adanya TPQ ini,” tuturnya.

Dengan makin banyaknya santri, akhirnya pembelajaran di TPQ tersebut dibagi menjadi tiga lokasi. Dua tempat di di Lingkungan Karang Kelok dan satu tempat di Lingkungan Udayana.

Haris bersyukur di tahun 2019 akhirnya terbentuk Yayasan Darut Tahfidz Annur dengan bantuan sejumlah pihak termasuk Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi. Yayasan ini mendapat bantuan gedung dua lantai dengan enam lokal ruangan tempat santri belajar mengaji.

Tidak butuh waktu lama menyelesaikan bangunan ini. Dengan semangat warga Karang Kelok yang juga ikut menyumbang, akhirnya dalam waktu 1,5 tahun, bantuan dua lantai terwujud. Meski ini juga belum mampu menampung jumlah keseluruhan santri. Sehingga pembagian tempat di rumah warga masih tetap dilaksanakan.

“Kami mulai ngaji dari sore pukul 03.00 siang sampai malam waktu bakda isya sekitar pukul 09.00 malam. Kegiatan ini didukung oleh wali santri. Karena mereka bersyukur kegiatan ini membebaskan anak dari kecanduan gadget,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lawan Korona Polres Mataram Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Kota

Apalagi dalam proses pembelajaran, selain belajar Alquran anak-anak juga diajarkan penerapan syariat Islam. Sehingga mereka dibekali dengan budi pekerti dan Akhlakul Karimah.

Hanafi, salah satu warga Karang Kelok mengaku bersyukur dengan kehadiran Yayasan Darut Tahfidz Annur. Anak-anak dikatakannya bisa belajar Alquran dan agama yang masih minim didapatkan di sekolah.

“Kami ingin bagaimana anak-anak kami ke depan harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dan agama yang cukup,” ucapnya.

Ia berharap lima sampai 10 tahun ke depan anak-anak yang mengaji sekarang ini sudah mengisi kehidupan di masyarakat. Mereka kemudian mewarnai lingkungannya dan mengisi kehidupan mereka di Kota Mataram dengan nilai-nilai agama.

Dengan pengetahuan agama yang mereka miliki mereka bersikap dan berinteraksi dan bermasyarakat dengan baik. “Kami berharap apa ilmu yang didapatkan melekat sampai mereka dewasa dan tua nanti,” ucapnya.

Di zama saat ini tantangannya dikatakannya tidak mudah. Maka pendidikan Alquran dan pendidikan agama sangat penting hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya anak sedini mungkin. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/