alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kisah Saepul Bahri, Warga Lembar Lobar Nikahi Dua Pacar Sekaligus di Tengah Pandemi Korona

Bermodal uang mahar Rp 4 Juta, Saepul Bahri resmi menikahi dua wanita sekaligus. Mahar Rp 2 juta untuk Musitiawati dan Rp 2 juta lagi untuk Hairani. Kini, kedua istrinya itu sepakat tinggal satu rumah.

 

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

Wajah Saepul Bahri semringah. Senyumnya lebar. Secangkir kopi menemani duduknya bersila kala Lombok Post datang ke kediamannya di Dusun Bakong Dasan, Desa Lembar Kecamatan Lembar.

Di sampingnya ada salah satu istrinya, Mustiawati. “Kalau Hairani di sebelah, masih mencuci piring,” kata Saepul, ramah.

Saepul dan dua istrinya memang baru selesai nyampah (sarapan, Red). Bertiga. Mereka tetap akur dalam kasih sayang satu lelaki.

Dua hari terakhir, nama Saepul jadi perbincangan di media sosial. Menyusul foto dan video pernikahannya dengan dua istrinya beredar luas. Di tengah situasi mencekam akibat wabah Korona, Saepul bergeming. Justru ia sedang bahagia-bahagianya menaklukkan hati dua wanita.

Akhirnya Banyak yang kagum dengan pria 28 tahun ini. Lantaran ia bisa mempersunting dua perempuan sekaligus, tanpa ada masalah serius. “Dua-duanya ikhlas. Silakan tanya mereka langsung,” ucapnya tersipu malu.

Saepul mengaku menikahi istrinya Mustiawati dan Hariani setelah pacaran tiga bulan. Pacarannya pun tak langsung mendatangi keduanya ke rumahnya. Saepul memikat mereka dengan rayuan maut lewat sambungan telepon. “Nggak midang (ngapel, Red). Hanya lewat telepon saja pacarannya,” bebernya.

Saepul Bahri diketahui baru pulang dari Malaysia enam bulan lalu. Di negeri jiran, ia mencari rezeki sekitar sembilan tahun. Modal untuk membangun rumah dan biaya nikah. Niatnya kesampaian. Bahkan dapat bonus sekaligus.

“Saya tidak pernah ada rencana menikah dengan dua orang. Tapi saya suka dua-duanya. Makanya terjadi begitu saja,” ucapnya polos.

Saepul mengaku awalnya ia memacari Mustiawati yang tak lain adalah sepupu Hariani. Namun seiring waktu, ia juga menaruh rasa pada Hariani. “Keduanya pendiam dan pemalu,” cetus Epol, sapaannya.

Kecantikan keduanya membuat Ipul terpikat. “Saya nggak peduli mereka ada hubungan keluarga, cuma saya memang suka dua-duanya,” bebernya.

Kebetulan, Saepul mengaku rumah Mustiawati dan Hariani bersebelahan. Mereka juga akrab satu sama lain. “Saya pacaran sama Mustiawati duluan,” bebernya.

Saepul mengaku tak tahu apa alasan kedua istrinya mau menikah dengannya. Yang ia tahu, mereka berdua mengaku ikhlas dimadu. Membangun bahtera rumah tangga bertiga.

Bermodal maskawin masing-masing Rp 2 juta dan uang pisuka masing-masing Rp 3,5 juta, akad nikah telah disaksikan warga setempat. Saepul mengikat kedua istrinya dengan janji suci di hadapan wali dan para saksi.

“Kalau alasan kenapa istri saya dua-duanya mau menikah dengan saya, tanya langsung ke orangnya ya. Kalau saya menikahi mereka dengan niat Bismillah saja,” ujar Saepul Bahri yang diketahui namanya memiliki makna pedang membelah lautan.

Pernikahan Saipul dengan dua istri sekaligus ini pun diakuinya mendapat dukungan orang tuanya.

Mustiawati hanya tersenyum mendengar penuturan Saepul kepada wartawan. Sementara Hairani mengaku malu berbicara. Ia mewakilkan perasaannya kepada sepupunya Mustiawati.  “Dia baik,” tuturnya.

Saipul menurut kedua perempuan ini adalah pria yang polos, jujur apa adanya. Ditambah, Saepul dianggapnya sebagai laki-laki yang bertanggung jawab. Meskipun hanya kenal selama tiga bulan. Itu sebabnya mereka tak keberatan.

Mustiawati mengaku bersedia tinggal serumah dengan sepupunya yang juga menjadi istri suaminya. “Tidak keberatan,” ucap Mustiawati.

Ia tak menaruh cemburu pada Hariani karena ia sudah tahu betul karakter sepupunya tersebut. Hariani adalah perempuan baik. Ia telah lama hidup tanpa kasih sayang seorang ayah. Ayahnya meninggal sejak Hariani masih kecil. Mereka berdua main bersama hingga menikah dengan lelaki yang sama tepat di usia ke-23. “Insya Allah bisa,” jawabnya ketika ditanya apakah ia siap berbagi suami dan kehidupan hingga hari tua nanti.

Kepada wartawan, Saepul mengaku akan tinggal dengan kedua istrinya dalam satu rumah. Maklum ia hanya punya satu rumah. Dari masing-masing istrinya Saepul merencanakan memiliki satu anak. “Tetapi tergantung berapa dikasih nanti. Perempuan atau laki-laki sama saja,” tandasnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks