alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Visi Kandidat (2) :Makmur Tawarkan Jurus Jitu Makmurkan Warga Mataram

Calon yang satu ini sudah kenyang pengalaman. Maklum, 11 tahun ia menjadi Sekda Kota Mataram. Dialah orang yang punya andil besar dalam membuat kota ini berkembang pesat.

——————————————

Nama lengkapnya H Lalu Makmur Said. Umurnya memang sudah tidak muda lagi. Namun fisiknya masih terlihat enerjik. Terlihat lebih muda dari usianya.

Senyumnya sangat khas. Selalu terlihat bahagia. Orangnya supel. Pandai bergaul. Dan merangkul siapapun. Kawan maupun lawan. Sehingga tak heran, dia dikenal sebagai negosiator ulung selama menjabat sebagai Sekda.

“Harus tetap segar dan semangat,” katanya saat dikunjungi wartawan Lombok Post di rumahnya di Monjok, beberapa hari lalu.

Nama Makmur belakangan menggaung. Semenjak mantan Sekda Kota Mataram ini menegaskan dirinya bakal maju bertarung dalam Pilkada Kota Mataram 2020. Ia akan berpasangan dengan Badruttamam Ahda, putra Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Pasangan ini dianggap ideal. Karena kombinasi figur berpengalaman dan tokoh muda yang lagi memiliki semangat membara. Juga kreatif dan inovatif.

Kini ia berpeluang menjadi orang nomor satu jika terpilih dalam Pilkada nanti. Makmur menilai, inilah momentum yang tepat baginya melakukan pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat Kota Mataram.

“Kalau sekarang saya diam dengan potensi yang saya miliki, saya bisa berbuat tapi sedikit. Tetapi ketika ada kekuasaan dan kewenangan, maka dampak positifnya lebih besar,” ujar Makmur.

Ia mencontohkan. Saat ini, tanpa jabatan, ia bisa membatu 100 anak yatim. Tapi ketika ia memegang kekuasaan, maka Makmur bisa berbuat untuk 1.000 anak yatim.

Ia menyayangkan, banyak orang beranggapan ketika mereka pensiun, maka semua hal produktif berakhir. Padahal pensiun menurutnya adalah awal untuk bisa memulai pengabdian yang lebih besar.

“Banyak orang pensiun tetapi tidak memanfaatkan potensinya. Saya melihat peluang. Inilah momentumnya. Di Kota Mataram ini sulit menjadi calon, tetapi karena momentumnya tepat, peluang itu ada,” ungkapnya.

Belajar dari Pilkada Kota Mataram 2015 lalu, Makmur melihat Kota Mataram miskin figur. Sehingga ia melihat kesempatan itu dan memberanikan diri maju menjadi calon wali kota.

Awalnya ia ingin bertarung lewat jalur independen. KTP dukungan sudah dikumpulkan. Tapi, ketika ada kesempatan melalui jalur partai, ia pun tak mau menyia-nyiakannya. Apalagi, ia akan berpasangan dengan putra Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

“Momentum bisa membuat kita bekerja efektif dan efisien. Serta bekerja cepat,” ungkapnya.

Makmur sudah beberapa kali membuktikan, garis takdir sesorang sudah ditentukan. Yang perlu dilakukan hanyalah berikhtiar. “Cita-cita saya dulu sederhana, hanya ingin menjadi PPL. Kemudian karena tidak bisa jadi PPL, saya bercita-cita jadi PNS. Siapa sangka saya bisa jadi Sekda 11 tahun pada masa wali kota almarhum HM Ruslan dan H Ahyar Abduh,” kenangnya.

Kini, pria kelahiran 31 Desember 1958 bertekad mengamalkan semua kemampuannya membangun Kota Mataram. Mengembalikan roda perekonomian Kota Mataram yang terdampak Covid-19 hanya dalam dua tahun. “Caranya adalah mengembalikan daya beli masyarakat dan memberdayakan UMKM lokal,” jelasnya.

Makmur juga bertekad menggunakan pengalamannya di Bappeda NTB maupun saat menjabat Sekda untuk kembali membangun Kota Mataram.

Pria yang juga aktif di bidang pendidikan ini juga memiliki keilmuan mumpuni. Ia pernah belajar perencanaan pembangunan nasional di Bangkok Thailand tahun 1988. Kemudin ia juga pernah belajar ke Filipina, Jepang, Jerman, Hungaria, Australia, dan berbagai negara lainnya.

“Saya merasa ini momentumnya untuk mengabdikan semua kemampuan yang saya punya untuk warga Kota Mataram,” ungkapnya. (HAMDANI WATHONI/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks