alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Visi Kandidat (3) : Selly, Tokoh Perempuan yang Bisa Diandalkan

Ini perempuan spesial. Pernah memimpin Kota Mataram selama enam bulan. Meski sebentar, namun hasil kerjanya dikenang sampai sekarang.

 

————————————-

“Niat saya maju (Pilkada Kota Mataram) hanya untuk ibadah. Melakukan pengabdian bagi masyarakat,” kata Hj Putu Selly Andayani ditemui Lombok Post di kediamannya, kemarin (21/7).

Ia tak ingin menyia-nyiakan sisa hidupnya. Karena ia sangat yakin, bahwa manusia terbaik itu adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. “Mumpung saya masih di atas tanah, saya masih punya kesempatan berbuat. Kalau saya di bawah tanah, kan nggak ada lagi kesempatan memberi manfaat masyarakat,” ungkapnya.

Dibalut jilbab warna hijau dan kemeja putih, tampilan Selly terlihat segar. Sejak memantapkan niatnya maju di Pilkada Kota Mataram 2020, Selly memang akrab dengan tampilan jilbab hijau. Wartawan Lombok Post yang penasaran apa makna di balik jilbab hijau dan tampilan kemeja putih tersebut pun, iseng bertanya.

Tapi, tak disangka, Selly memberikan jawaban. “Hijau ini kan melambangkan kesejukan. Kita mau pesta demokrasi, jangan sampai ada emosi,” kata Selly tersenyum.

Hijau menurutnya merupakan simbol kebaikan dan surga yang membawa kedamaian. Ia berharap dalam kontestasi politik ini, tidak ada cara negatif saling menjatuhkan. Baginya, Pilkada adalah lomba menuju kebaikan.

“Kita semua ingin masyarakat bisa memilih dengan hati yang baik dan damai,” terang perempuan kelahiran 1961.

Sosok Selly memang terkenal di masyarakat bukan hanya ketika menjelang Pilkada. Ia adalah perempuan yang punya segudang pengalaman kerja.

Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan, Biro Ekonomi, Kepala Bapenda, Disperindag, Koperasi hingga DP3AKB Provinsi NTB.

Meski sebagai pejabat pemerintahan, ia aktif dan dekat dengan siapa saja. Buktinya, ia menyambut hangat sejumlah orang yang bertamu ke rumahnya.

Siang kemarin, tamu dari kalangan masyarakat yang datang memang cukup ramai. Bersama suaminya H Rachmat Hidayat, Selly menerima mereka semua satu per satu dengan hangat.

“Namanya masyarakat, kita harus siap membuka pintu rumah bagi mereka semua,” ucap selly.

Gelombang dukungan dari masyarakat inilah yang membuatnya maju di Pilkada. Tak hanya kepada Selly, permintaan juga diterima suaminya dari masyarakat agar H Rachmat Hidayat yang merupakan anggota DPR RI mengikhlaskan istrinya membangun Kota Mataram. Akhirnya, setelah berunding, Selly pun menyatakan siap maju.

Sebagian besar masyarakat memang merindukan sosok kepemimpinan Selly saat ia menjabat selama enam bulan menjadi Plt Wali Kota Mataram tahun 2015 silam. Hanya dalam waktu singkat, ia berhasil mengubah wajah Kota Mataram.

Selly terkenal tegas dan berkomitmen. Buktinya, dialah pemimpin Kota Mataram satu-satunya yang berani menutup prostitusi di Pasar Beras. Dialah yang menegakkan motto religius kota ini. Dari hanya slogan menjadi fakta.

Saat Selly memimpin, Kota Mataram pun dibuat lebih bersih dan tertata. “Karena waktunya singkat, saya memang fokus pada persoalan kebersihan. Menangani masalah sampah, banjir, dan pemandangan kumuh,” ujarnya.

Hampir setiap hari, Selly turun ke tengah masyarakat mengajak mereka gotong royong membersihkan lingkungannya. Mulai dari selokan, sungai, hingga saluran tak dibiarkan Selly tertutup sampah. Bekerja sama dengan Unram, ia membuat Pengolahan Sampah Terpadu (Osamtu) yang bisa menjadi solusi penanganan sampah warga kota. Sayang program itu tidak dilanjutkan.

Padahal, sampah sampai saat ini menjadi persoalan. Sehingga ia ingin kembali melanjutkan programnya menuntaskan masalah kebersihan yang ada di Kota Mataram. Selly bertekad mengubah sampah jadi berkah dengan membuatnya menjadi energi.

“Ini ibu kota provinsi, yang dilihat tamu dari luar pertama kali adalah kebersihan. Banyak spot wisata city tour yang masih tidak terjaga kebersihannya dan kurang digarap. Padahal lalau dikelola maksimal, bisa menambah PAD bagi Kota Mataram sebagai kota MICE,” yakinnya.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Kota Mataram, perempuan 11 anak ini merasa terpanggil membangun kota kelahirannya menjadi lebih baik. Ia rela meninggalkan zona nyaman, untuk membangun Mataram bersama TGH Abdul Manan yang merupakan Ketua MUI Kota Mataram. Kombinasi pasangan nasionalis religius siap membangun ibu kota provinsi sebagai kota cemerlang. Kota yang bersih dan tertata indah.

“Pandemi tidak boleh membuat masyarakat Kota Mataram terpuruk. Semua boleh berusaha dan bangkit dengan menerapkan protokoler Covid-19,” paparnya.

Untuk membangkitkan ekonomi, Selly menegaskan Pemkot Mataram harus memberikan bantuan modal bergulir kepada UMKM. Suntikan modal tanpa agunan bagi UMKM akan membantu mereka bangkit.

“Kita harus bantu mereka pemasaran dengan pasar murah, pasar malam, bazar atau yang lainnya. Tapi tetap dengan protokoler Covid-19,” ujarnya.

Selly kini sudah mantap mengabdikan diri kepada masyarakat. Dengan menjadi bakal calon kepala daerah, ia ingin merangkul semua. Ia yakin, kehadiran pemimpin yang tepat bisa berdampak kesejahteraan masyarakat.

“Decision maker itu penting dalam membangun kota. Saya tidak biasa menafikkan beberapa kemajuan yang dilakukan para pemimpin sebelumnya. Namun dengan kehadiran saya di Pilkada Kota Mataram, demokrasi bisa lebih hidup. Kami sama-sama mengadu gagasan dan biarkan masyarakat yang memilih pemimpin yang menurut mereka baik,” ucapnya.

Yang tak kalah penting, Selly sudah mengatongi restu dari suami. Sehingga maju di Pilkada Kota Mataram diniatkannya sebagai ibadah. “Saya menjadi mualaf di usia 40 tahun. Saya ingin sisa umur saya ini diabdikan untuk ibadah dengan mencoba bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya. (HAMDANI WATHONI/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks