alexametrics
Selasa, 24 Mei 2022
Selasa, 24 Mei 2022

Nongkrong di Kedai Islamic Center: Kopinya Mantap, Kajiannya Bikin Insyaf

Kedai Kopi Islamic Center tidak seperti kedai pada umumnya. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil mendengar kajian agama dan melihat keindahan IC.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“KALAU ngopi bakda Magrib di sini (kedai) bisa sambil dengar kajian. Insya Allah bisa menambah ilmu dan bikin insyaf,” kata Kasi Atraksi Pengembangan Wisata Islamic Center (IC) Yudolahmuddin ditemui Lombok Post di Kedai Kopi IC, kemarin.

Kedai yang berada di halaman IC bagian utara itu cukup rindang. Kedai dengan ukuran sekitar 4 kali 4 meter terdapat berbagai jenis bubuk kopi lokal dalam toples. Seperti Kopi Punik Sumbawa, Kopi Rempek Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kopi Sajang, Kopi Sembalun, dan berbagai jenis kopi lokal lainnya yang rasanya tidak kalah dengan kopi luar.

Di sisi lain, terdapat kursi kayu dan meja yang disiapkan untuk pengunjung di depan dan sebelah selatan kedai. Hijaunya halaman IC dan rindangnya pepohonan membuat suasana cukup asyik untuk menikmati kopi.

Menyeruput kopi di kedai IC tidak seperti di kedai pada umumnya yang kini lagi menjamur. Biasanya di kedai pengunjung akan menikmati kopi ditemani alunan musik atau live music. Namun di Kedai IC pengunjung akan menikmati kopi sambil mendengar kajian agama.

Baca Juga :  Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Menariknya lagi pengunjung yang datang ke kedai ini bisa menyeruput kopi sambil melihat keindahan IC dari beberapa spot. “Pengunjung bisa menikmati kopi di kursi yang sudah kita siapkan. Bisa juga di taman dengan melihat keindahan Gedung IC,” ucapnya.

Meminum kopi menjadi tradisi bagi masyarakat Lombok.  Bahkan bagi sebagian orang rasanya belum lengkap jika tidak minum kopi sebelum beraktivitas. “Kita juga menyiapkan kopi tubruk,” ujar Yudo.

Dia memperkenalkan kopi lokal di Kedai IC kepada pengunjung. Rasa kopi lokal bisa diadu dengan kopi luar yang sudah memiliki nama besar. Kedai ini memiliki pangsa pasar sendiri, yakni para pengunjung IC yang datang dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Jakarta, dan berbagai daerah di Pulau Jawa. Selain menyajikan kopi, dia juga memberikan edukasi kepada pengunjung terkait kopi murni yang disajikan dan daerah asal kopi itu sendiri.

“Kopi ini menyehatkan. Orang ngopi harusnya tidak pakai gula,” terang Yudo.

Baca Juga :  Tolong Diperbaiki!! Jalur Penghubung Mataram-Lobar di Pagutan Rusak

Para pengunjung cukup menikmati kopi yang disajikan di Kedai IC. Sejumlah tamu dari Jakarta dan luar daerah lainnya kaget dengan kopi lokal yang disajikan karena rasanya yang enak.

Kata Yudo, kopi lokal NTB banyak dikirim ke luar negeri. Seperti Kopi Gangga KLU dipasarkan di Korea Selatan dan Irlandia. Begitu juga dengan Kopi Sajang banyak dikirim ke Turki.

Biasanya, kata dia, pengunjung ramai pada sore dan malam hari. Jika pengunjung datang bakda Magrib bisa menikmati kopi sambil  mendengar kajian agama.

Pada prinsipnya, Kedai IC memperkenalkan kopi lokal kepada para pengunjung. Selain kopi seduh, Yudo juga menyiapkan kopi dalam bentuk kemasan yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi pengunjung dari luar daerah. “Bermacam karakter pengunjung kita temukan datang ke kedai ini,” cetusnya.

Menurutnya, kopi lokal memiliki ciri khas. Tidak hanya rasanya yang enak, namun juga mendapat tempat di hati para pengunjung. Banyak tamu yang berkunjung ke IC hanya untuk sekadar menyeruput kopi di Kedai IC. Lalu mereka pulang. “Tamu yang datang kadang bersama teman-teman dan keluarganya,” pungkasnya. (*/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/