alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Cerita Korban Selamat Truk Masuk Jurang di Jalan Suela-Sembalun, Lotim

Kecelakaan truk yang masuk jurang di jalan menuju Sembalun menimpa 25 warga Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela. Mereka satu kampung, satu keluarga. Tujuannya hendak pergi melayat. Menghadiri pemakaman salah seorang keluarga yang meninggal di Sembalun Bumbung.

——

Sekitar pukul 08.00 Wita, Inaq Sahiri, 45 tahun, warga Dusun Dasan Duren, Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela bersiap untuk berangkat ke Sembalun Bumbung. Ia pergi bersama suami dan dua orang anaknya. Pagi itu sangat cerah. Sedikitpun ia tak menduga akan terjadi sesuatu yang buruk di perjalanan.

Kejadian itu ia ceritakan pada penulis koran ini saat sedang duduk lemas di ranjang perawatan medis IGD RSUD dr Raden Soedjono Selong. “Kejadiannya sangat cepat. Di tengah jalan, truk ini tiba-tiba mati. Lalu mundur kencang dan terguling jatuh ke jurang,” kata Inaq Sahiri mengenang kejadian nahas tersebut.

Sopir truk yang diketahui bernama Mahsun, 52 tahun, merupakan warga Dusun Dasan Tiga, Desa Pengadangan Barat. Kata Inaq Sahiri, mobil truk Mitsubishi berplat kuning dengan nomor polisi DR 5876 AC itu biasanya digunakan untuk mengangkut sampah. Tapi ia dan penumpang lainnya memilih untuk menggunakan truk itu. Dengan sepakat membayar BBM Rp 25 ribu per orang.

Sebelum di lokasi kejadian, truk yang ditumpangi sempat berhenti di tanjakan. Kata dia, dari sana mereka sudah mulai khawatir. Dan benar saja, pada tanjakan di sekitar wilayah Sebau, beberapa ratus meter sebelum Pusuk Sembalun, truk itu berhenti. Mesinnya mati dan mundur ke belakang.

“Saat terbalik, ada pohon besar yang menghadangnya. Jika tidak, mungkin kami semua bisa mati jatuh ke jurang,” jelasnya.

Korban meninggal dunia yang ia ketahui sebanyak dua orang. Kata Inaq Sahiri, mereka merupakan suami-istri. Orang yang dituakan di kampung Dasan Duren. Sementara suaminya sendiri selamat dengan luka cukup parah di bagian pinggang,dan dua anaknya yang masih kecil juga selamat karena duduk di bagian depan.

Menurut Sahiri, sebelum berangkat, sang sopir sempat menawarkan mereka untuk  tidak menggunakan truk. “Memang sempat ditawarkan pakai dua kijang. Tapi kami takut terlalu padat. Jadi memilih menggunakan truk saja,” tuturnya.

Namanya sudah janji. Inaq Sahiri merunduk meratapi pilihannya untuk tetap menggunakan truk dengan mobil bak terbuka itu. Inaq Sahiri sendiri dilarikan ke rumah sakit bersama 12 korban lainnya. Di dalam perjalanan, satu orang meninggal dunia. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks