alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Muhsinin Tour & Travel ajak Lombok Post Jajal Kereta Cepat Makkah-Madinah

MAKKAH-Ahad (20/11), pukul 14.00 waktu setempat. Sebanyak 45 jamaah umrah Muhsinin Tour & Travel bertolak ke Madinah. Keberangkatan jamaah ini dilepas langsung oleh pemilik Muhsinin Tour & Travel Ahmad Muharris.

”Semoga para jamaah bisa lekas kembali lagi ke Mekkah,” ujarnya.

Untuk menuju Madinah, rombongan terbagi dua. Sebagian besar menggunakan transportasi bisa. Sedangkan saya, istri, dan sepasang jamaah lainnya mendapat kesempatan untuk mencoba kereta api cepat.

”Selamat mencoba mas,” kata Harris.

Dia menjelaskan, kereta api cepat ini menjadi fasilitas transportasi alternatif untuk jamaah Muhsinin Tour & Travel.

”Kami siap melayani jika ada jamaah yang ingin memesannya,” ujar Harris.

Pria murah senyum ini menerangkan. Kerta Cepat Harramain atau HHSR (Harramain High Speed Railway) ini dapat mempersingkat waktu tempuh Makkah-Madinah.

”Kalau bus lima sampai enam jam. Pakai kereta cuma dua jam-an,” jelasnya.

Pukul 14.00, didampingi seorang mutawif kami berangkat ke stasiun. Setelah 30 menit kemudian sampai.

Arsitektur stasiunnya sunggu modern. Suasana cukup tenang dan lengang. Sangat nyaman berada di dalam stasiun ini untuk menunggu jadwal keberangkatan.

Baca Juga :  New Normal, Kapolda NTB Gandeng Lombok Post Bentuk Kampung Sehat

Terdapat kedai kopi dan makanan teranama di dalamnya. Seperti Starbuck dan Subway.

HHSR merupakan proyek raksasa Saudi yang diresmikan sendiri oleh Putra Mahkota Muhammad Bin Salman dan beroprasi sejak 2019.

Proyek yang merupakan cerminan modernisasi Arab Saudi ini dibangun oleh konsorsium dari perusahaan Saudi, Cina, Prancis, dan Spanyol. Nilai proyeknya hampir mencapai Rp 100 triliun.

Kereta menuju Madinah yang kami tumpangi tepat berangkat sesuai jadwal. Pukul 16.00 waktu setempat.

Kabin gerbong kerta peluru milik Saudi ini cukup kedap. Interiornya juga kekinian.

Perbedaan kelas bisnis dan ekonomi juga tidak mencolok. Di bisnis kursinya sedikit lebih lega dan dilengkapi layar entertainment.

Sayangnya kereta modern ini tidak dilengkapi koneksi wifi. Atau memang tidak diperlukan. Karena yang naik kereta ini dipastikan punya kuota internet yang melimpah di ponselnya masing masing. Wkwkwkwk.

Kereta mulai meninggalkan stasiun. Kecepatan kereta diinformasikan di layar tv di plafon gerbong. Usai meninggalkan kota Makkah, kecepatannya semakin bertambah, hingga tembus kecepatan maksimal 300 kilometer per jam.

Baca Juga :  Duka di Sriwijaya: Ayah, Kami Sudah di Ruang Tunggu, Kami Akan Berangkat...

Dikecepatan maksimal itu, kami yang berada di dalam anteng-anteng saja, kereta tidak berguncang sama sekali. Mulus.

Sebagai riviewer dadakan, saya mencatat hal minus saat di dalam perjalanan. Pemandangan keluar sedikit terganggu akibat kaca film yang buram. Sehingga saat memandang keluar, keadaan luar seperti diselimuti debu yang tebal. Apalagi sepanjang perjalanan, penumpang disuguhkan pemandangan gurun, gunung dan onta. Klop sudah. Eksotis.

Rute kerata Makkah-Madinah ini juga berhenti di Stasiun Pusat Sulaymaniyah Jeddah dan stasiun KAEC (King Abdullah Economic City) di Rabigh.

Kereta sampai di Madinah tepat pukul 18.00 waktu setempat. Bangunan stasiunnya juga tak kalah megah dengan yang di Makkah. Suasananya juga lengang.

Keluar stasiun Madinah, kami menggunakan taksi menuju hotel tempat kami menginap. Yang masih satu kawasan dengan Masjid Nabawi.

Cuaca di Madinah begitu sejuk. Berada di antara 22 hingga 30 derajat Celsius.

Rombongan jamaah umrah Muhsinin Tour & Travel akan berada di kota Rasul ini selama tujuh hari. Nantikan liputan-liputan menarik lainnya dari Madinah. (*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/