alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

Cara Warga NTB Bela Palestina: Ada Seruan Jihad, Berdoa, Hingga Donasi

Kepedulian terhadap Palestina ditunjukkan warga Mataram dan kabupaten kota lain yang ada di NTB. Mereka berkumpul dan menyatu menyuarakan kepada dunia jika Palestina tidak sendirian.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Jumat pekan lalu Kota Mataram terlihat lebih ramai dari biasanya. Ribuan warga sudah mulai berkumpul di Taman Sangkareang sejak pagi. Mereka mengenakan atribut Negara Palestina. Mulai dari bendera, jilbab, hingga ikat kepala.

Ya, massa ini adalah Warga Mataram dan NTB umumnya yang tak ingin tinggal diam. Mereka bereaksi melihat saudaranya yang ada di Palestina dijajah Israel.

Aksi nyata kepedulian terhadap Palestina ditunjukkan dengan aksi ke jalan. Menyuarakan kebenaran dan mengajak sesama untuk peduli pada nasib Palestina.

Mulai dari kalangan masyarakat biasa, masyarakat berpendidikan hingga para pejabat dan pengusaha bersuara lantang menyerukan kedamaian dan doa untuk Palestina. “Ini bukan hanya persoalan agama. Ini persoalan kemanusiaan,” kata Alfian salah satu peserta aksi.

Bagaimana mungkin seseorang menurutnya tidak merasa tersentuh hatinya ketika melihat anak-anak tak berdosa meregang nyawa. Warga kehilangan rumah, sekolah, hingga anggota keluarganya akibat serangan bom dan rudal yang menghancurkan.

“Kami tidak bisa diam melihat saudara kami di Palestina diperlakukan seperti ini,” ucapnya.

Warga marah melihat kedzaliman masih merajalela. Panggilan hati ini ditegaskan warga bukan hanya seremonial belaka. “Bahkan saya sangat siap dikirim untuk berjihad ke Palestina,” timpal Muzakir, warga lainnya menunjukkan kesungguhannya.

Ia sangat berharap bisa berangkat ke Palestina berjihad. Agar bisa berjuang segenap jiwa raga membela warga yang tertindas. “Jika pemerintah mengirim warga membantu Palestina, saya siap ikut ke sana,” sambungnya.

Tak hanya turun ke jalan, aksi nyata lainnya dilakukan warga dengan berdoa bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Mereka berkumpul menyeru dan menyatakan sikapnya atas pembelaan terhadap Palestina. Bahkan dalam khutbah Jumatnya TGH Muharrar Mahfudz selaku khatib menyampaikan jika seorang muslim dengan muslim lainnya ibarat satu tubuh.

“Jika satu bagian tubuh sakit, maka yang lain ikut merasakan,” jelasnya.

Ini adalah bentuk kesungguhan dan kepedulian pada Palestina. Bukan hanya sekadar ikut-ikutan dan seremonial tetapi warga Kota Mataram benar-benar merasakan penderitaan warga Palestina. Maka doa dan istigotsah dilaksanakan penuh dengan kekhusyukan.

Kepedulin warga Mataram juga dibuktikan dengan donasi yang disiapkan pengurus Masjid Hubbul Wathan Islamic Center. Dimana amal jamaah yang didapatkan hari Jumat pekan lalu akan disalurkan kepada warga Palestina yang saat ini membutuhkan bantuan.

Warga berharap, aksi nyata, doa, dan donasi bisa membuka mata dunia agar lebih peduli lagi pada warga Palestina. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks