alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Mengunjungi Rumah Singgah RBGI di Pagutan, Semua Gratis Kecuali Air Minum

Rumah Singgah Nusantara Relawan Bumi Gora Indonesia (RBGI) menampung keluarga atau pasien yang melakukan perawatan di rumah sakit. Rumah ini dimanfaatkan warga dari berbagai daerah di NTB untuk singgah selama melakukan perawatan.

ALI ROJAI, Mataram

RUMAH Singgah RBGI namanya. Rumah yang teletak di Jalan Raden Mas Panji Anom, Gang Gabus Pagutan, Kota Mataram ada saja penghuninya. Kemarin, beberapa warga datang ke rumah singgah yang menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien selama melakukan perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Mataram.

“Ada saja dari berbagai daerah di NTB singgah selama melakukan perawatan di sini,” kata Sekretaris Jendral RGBI Adv Yuvensius Aban, kemarin.

Rumah singgah ini menyiapkan 29 kamar bagi warga yang terkendala ekonomi melakukan perawatan di sejumlah rumah sakit. Satu kamar ada yang isinya untuk tiga orang, dua orang, dan satu orang.

Pasien atau keluarga yang melakukan perawatan bisa tinggal di rumah ini selama melakukan perawatan. Tidak dipungut biaya. Bahkan untuk biaya makan setiap hari akan ditalangi pihak RBGI.

“Pasien atau keluarga yang tinggal di sini hanya urunan beli air minum saja,” terang Aban, sapaan karibnya.

Sejumlah pasien yang sedang melakukan perawatan tinggal di rumah singgah terlihat melakukan terapi. Berjemur.  Pasien ini ada yang baru selesai operasi tumor, kanker, bahkan ada yang terpapar Covid-19.

Aban kerap melakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit tempat pasien melakukan perawatan. Baik itu untuk obat-obatan maupun jadwal operasi atau pengobatannya. “Kita standby 24 jam. Kita juga siap mengantar pasien yang akan melakukan perawatan di rumah sakit,” terangnya.

RBGI memiliki tim. Jika ada warga membutuhkan pertolongan, tim akan turun ke lokasi. Setelah itu mereka akan masuk menjelaskan fungsi dari rumah singgah RBGI. Tak hanya itu, tim juga akan menjemput secara acak dengan melakukan patroli membawa pasien yang akan kontrol ke poli.

“Kami juga kerap bertanya kepada pasien yang nunggu antrean di rumah sakit  apakah sudah ada tempat tinggal atau tidak,” ujarnya.

Rumah singgah RBGI untuk semua warga dari berbagai daerah. Baik itu dari Lombok Tengah, KLU, Bima, dan Sumbawa. “Kebetulan sekarang ini yang banyak warga dari Bima,” ucap dia.

Aban juga melakukan kerja sama dengan tim medis pihak RS. Jika ada pasien yang tinggal di rumah singgah RBGI kondisinya parah, pihaknya akan menelepon dokter. Begitu juga jika terjadi apa-apa pada pasien pihaknya akan melarikan langsung ke rumah sakit. “Prinsipnya biarkan kami yang bekerja ditengah pandemi Covid-19,” terang dia.

Tak hanya itu, Aban juga menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk melancarkan misi sosial ini. Jika ada ojol menemukan pasien yang membutuhkan tempat tinggal, maka akan dibawa ke rumah singgah RBGI.

Selama ini, pihaknya tidak pernah meminta  biaya kepada warga yang tinggal di rumah singgah RBGI. Namun jika ada warga yang memaksa memberikan sesuatu kepada tim pihaknya juga tidak bisa menolak. “Pada intinya kami tidak akan meminta,” tukasnya. (*/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks