alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

IWIN tahu betul mana sunblock yang merusak terumbu karang dan tidak. Pengalamannya bekerja di bidang pariwisata membuat perempuan asal Dasan Cermen, Kota Mataram paham betul mana sunblock yag mengandung oxybenzone dan tidak.

“Kalau ada kandungan oxybenzone, itu baru merusak biota laut,” terang dia.

Perempuan berambut keriwil ini terlihat santai. Dia bersama UKM produk kecantikan lainnya berkumpul di Organic Lombok The Best Skin Care.

Iwin memang beda. Dia terlihat supel dan ramah. Di saat produk UKM NTB pemasarannya masih lokal, ia sendiri sudah go Internasional. Perancis dan Inggris menjadi negara paling rajin meminta kiriman sunblock buatan Iwin.

“Ini bahannya minyak kelapa,” kata Iwin.

Nama sunblock yang diproduksi Iwin adalah Vividerm. Di kemasannya ada sidik jari di tengah nama label tersebut. Sidik jari tersebut menandakan sebuah karya lokal yang tidak bisa disamakan dengan sunblock lainnya.

Iwin mengatakan, menggunakan sunblock adalah cara ampuh melindungi kulit. Sekaligus mencegah kanker. Tapi, seringkali orang yang membeli sunblock hanya memperhatikan kandungan pelindung matahari. Padahal dalam kandungan sunblock juga tidak kalah pentingnya. Ada sunblock yang mengandung oxybenzone. Kandungan ini bisa merusak biota laut. “Oxybenzone dapat merusak terumbu karang,” papar dia.

Bahan kimia oxybenzone hampir ada di semua jenis sunblock. Oleh karena itu wisatawan atau warga yang memilih suncblock harus lebih teliti. “Jangan hanya memperhatikan kandungan yang bisa melindungi kulit dari matahari saja, namun harus melihat bahan-bahan yang digunakan,” ucapnya.

Untuk sunblock Vivirderm kata dia, hampir semua ada di perusahaan diving di NTB. Dia melakukan kerja sama dengan menyediakan sunblock yang aman bagi biota laut. “Kalau sudah tidak ada terumbu karang, otomotis tidak ada orang yang mau menyelam,” papar dia.

Iwin menuturkan, sunblock Vividerm yang dibuatnya aman. Bahan-bahan digunakan minyak kelapa, non nano zinc-oxide, minyak zaitun, vanilla oil, shea butter, dan sebagainya. Tidak ada bahan kimia. “Kemasan 88 miligram kita jual Rp 200 ribu,” ujar dia.

Untuk pemasaran sendiri banyak kerja sama dengan perusahaan diving. Bahkan hampir semua perusahaan diving menyediakan produk sunblcok Vividerm.

Sebelum Korona, sunblock yang diproduksinya per bulan bisa terjual seribu kaleng. Namun kini seiring pariwisata belum dibuka, ia belum berani memproduksi dalam jumlah banyak. “Tetap ada yang kita produksi tapi tidak banyak,” terang perempuan keriwil ini.(*/r3)

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks