alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Teater 16 Lotim yang Wakili Indonesia di Festival Hujan Internasional 2022

Kelompok Teater 16 Lombok Timur (Lotim) mengawali tahun ini dengan karya pertunjukan tari kontemporer berjudul ‘Spirit of Selaparang’. Tarian yang dimainkan di Rain Internasional Festival 2022 di Solo itu digarap dengan melakukan riset mendalam.

—–

Kendati namanya Teater 16, bukan berarti jumlah anggota mereka 16 orang. Pendiri kelompok Teater 16 Lotim Yuspianal Imtihan tersenyum saat menegaskan jumlah anggotanya. “Ada yang datang pergi. Semua berjalan begitu alami,” ujar Yuspianal saat ditemui Lombok Post di kediamannya di perumahan Bumi Selaparang Damai, Kecamatan Selong, kemarin (25/1).

Kealamian perjalanan kelompok senit eater ini jugalah yang membawa mereka tampil di acara Internasional Rain Festival atau Festival Hujan Internasional 2022 pada 15 sampai 18 Januari lalu di Jawa Tengah.

Kata Yuspianal, sebuah kebanggaan bisa menunjukkan karya seniman muda NTB wabilkhusus Lotim di hadapan senimah dari negara lain. Festival Hujan Internasional itu diikuti seniman dari negara Swedia, Kamboja, Thailand, Jepang, dan Indonesia.

Baca Juga :  Kisah Jual Beli di Gang Bawi: Emas Deal, Bos Datang Bawa Uang (2-Habis)

Nasib baik itu berawal dari undangan Mugidance studio di Solo. Pada September 2021 lalu, Teater 16 diundang mengikuti residensi seniman. “Setelah mengikuti program residensi seniman tari itu, lalu kami diminta untuk berpartisipasi kembali di event internasional,” jelas Yuspianal.

Persiapan untuk mengikuti festival internasional itu dijalani dengan penuh keseriusan. Sejak datangnya undangan pada November, teater 16 menyiapkan garapan pertunjukan seni tari kontemporer.

Garapan dilakuan dengan melakukan riset ke beberapa desa adat di Lotim. Karena karya yang dikirim untuk kemudian dikurasi panitia festival harus orisinil. Mulai dari koreografi, musik, dan unsur pertunjukan lainnya.

Dari riset tersebut, muncullah karya yang mengangkat kerajaan Selaparang. Dengan ‘Spirit of Selaparang’. “Meskipun istana kerajaan selaparang sendiri tidak terdeteksi, tetapi ada spirit dari kerajaan besar ini yang masih dirasakan masyarakat sampai sekarang. Itulah yang kami munculkan dalam tarian,” jelasnya.

Baca Juga :  Lebih Dekat dengan Cucu Maulanasyeikh HM Djamaludin

Ketua Teater 16 Deny Setiawati menerangkan, setelah festival internasional di Solo, saat ini mereka tengah menyiapkan jalan menuju pentas internasional berikutnya di tahun 2022. “Saat ini kami menargetkan Asean East Festival. Berikutnya ada Avignon Festival di Prancis, Fukuoka Art Festival di Jepang, dan tentunya Adelaide Festival di Australia,” jelas Tia.

Sebelumnya, pada 2018 lalu, teater 16 pernah mengikuti Adelaide Festival. Yuspianal menegaskan, kesempatan untuk dapat menunjukkan karya seniman Lotim di mata dunia sangat lebar terbuka. “Tinggal kemauan dan keseriusan kita saja,” tuturnya.

Tak lupa ia berterima kasih pada Pemkab Lotim yang telah memfasilitasi perjalanan mereka sejak program residensi sampai dengan festival seni internasional tersebut. (tih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/