alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Rumah Tahfidz Darul Quran Al Musthofa Rakam, Target Lima Juz Setahun

Rumah Tahfidz Darul Quran Al Musthofa didirikan Ustad Akhyarosidi pada awal 2020. Meski seumur jagung, kepercayaan orang tua santri pada rumah tahfidz ini terus meningkat. Semua itu karena metode yang diterapkan sangat efektif.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Sekitar pukul 16.00 Wita, anak-anak yang belajar mengaji dan menghafal Alquran berdatangan ke rumah tahfidz milik Ustad Akhyarosidi. Di teras rumahnya, ayah tiga anak yang akrab disapa Akhyar itu menyambut muridnya dengan hangat. Anak-anak itu dengan takzim menyalami guru ngajinya. “Laki-laki di teras, perempuan di dalam,” kata Akhyar pada Lombok Post.

Rumah Tahfidz yang didirikannya pada 2020 lalu berada di lingkungan Bagik Longgek Timur, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong. Seperti namanya, lokasi Darul Quran itu memang berada di rumahnya sendiri. Ia mulai memberanikan diri membuka tempat sendiri setelah keluar dari salah satu tempat belajar menghafal Alquran di Selong.

Kata Akhyar, saat itu ia merasa beberapa metode yang menurutnya harus diterapkan tidak bisa lagi diterapkan di tempat sebelumnya. “Dari pada target tidak terpenuhi, saya memulai sendiri. Meskipun mulai dari rumah sendiri,” jelasnya.

Mungkin karena itu jugalah namanya rumah tahfidz. Karena lokasinya benar-benar di rumah. Muridnya sendiri belum bisa lebih dari 30 santri. Tapi walaupun ruang yang dimilikinya saat ini sangat terbatas, bukan berarti target yang ditawarkan rendah. Karena itulah yang selama ini terbukti  membawa orang tua menyerahkan putra-putrinya ke rumah tahfidznya Akhyar.

Dengan suaranya yang fasih melafalkan tajwid, Akhyar menerangkan, dalam enam bulan anak dipastikan khatam ikra’. “Anak yang belajarnya cepat bisa sampai lima bulan. Sementara yang kemampuannya sangat rendah saya bisa pastikan paling lama 9 bulan,” jelasnya.

Sementara untuk program tahfidz, ia menargetkan tiga sampai lima juz dalam satu tahun. Menurut Akhyar, tentu hal itu tidak mudah. Karena tantangan mengajarkan anak sangat besar. Butuh kesabaran berlapis-lapis dengan metode yang terus dikembangkan. Ia menerangkan, selama ini banyak orang tua yang memindahkan anaknya ke rumah tahfidz miliknya karena merasa metode yang ia terapkan sangat mudah dicerna anak.

Berbicara iuran bulanan, ia mematok Rp 100 ribu per anak. Menurut Akhyar, jumlah itu sebenarnya tidak sesuai dibanding tenaga yang dibutuhkan. Karena satu pengajar maksimal menangani 10 anak. Namun ia tak ingin menaikkan tarif tersebut. Karena niat rumah tahfidz tak hanya dari materi. “Insyaallah, apa yang kami lakukan ini berkah,” ujarnya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks