alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

NURUL lahir 1995. Diusianya yang tergolong muda, ia cerdah melihat peluang. Dia memproduksi masker wajah dengan bahan baku daun kelor. Kosmetik ini belakangan banyak beredar di masyarakat. “Kita punya sales sendiri yang pasarkan masker wajah ini,” kata Nurul.

Masker wajah yang ia produksi diberi merek dagang Morikai. Bentuknya sachet. Dalam satu sachet, beratnya 10 gram.

Masker wajah bubuk akan membersihkan minyak dan komedo di wajah. Satu sachet bisa dipakai dua kali. “Ini tidak memutihkan, karena tidak ada kandungan pemutihnya,” terang Nurul.

Meski begitu dia memastikan produksi kecantikan diproduksinya sangat aman untuk kulit. Karena sudah ada izin dari BPOM. Untuk pemakaian masker wajah bisa dicampur air madu selain air putih.

Masker bubuk dicampur tepung beras memiliki khasiat memperlambat penuaan. “Ini juga bisa membersihkan bekas jerawat,” ujarnya.

Nurul tidak memproduksi masker wajah setiap hari. Melainkan satu kali dalam sepekan. Untuk sekali produksi ia membuat 250 sachet. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen laku terjual.

Nurul memasarkan produk kecantikan melalui sales khusus. Sales ini bekerja door to door ke rumah warga. “Dengan seperti ini bisa maksimal. Sales bisa menjelaskan manfaat dari kosmetik kecantikan itu sendiri,” terang gadis berjilbab ini.

Sedangkan pemasaran melalui online seperti marketplace juga cukup membantu. “Pesanan banyak datang dari luar daerah,” ucap dia.

Per sachet masker dibanderol dengan harga Rp 15 ribu. Namun untuk masker wajah ia jual per kantong yang isinya lima sachet dengan harga Rp 50 ribu. “Kalau beli per kantong lebih hemat,” tuturnya.

Sebelumnya, masker kecantikan diproduksinya menggunakan botol. Namun dia melihat ada pemborosan. Karena lebih berat packagingnya daripada bubuk maskernya. “Harganya juga jatuhnya lebih mahal kalau kita pakai botol,” terang dia.

Inisiatif membuat masker wajah dari bahan daun kelor tidak lepas dari bahan baku yang melimpah. Sejauh ini, daun kelor hanya dimanfaatkan orang untuk sayur bening. Padahal daun kelor ini banyak sekali manfaatnya. Bahkan sekarang yang lagi booming pembuatan teh dari daun kelor. “Kalau teh daun kelor sudah banyak yang produksi,” terang dia.

Untuk bahan baku sendiri ia bekerja sama dengan 400 kelompok tani. Daun kelor yang biasanya dimanfaatkan sebagai pagar kini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dia mengambil daun kelor dari petani dari Pulau Sumbawa yang sudah kering. Untuk packaging sendiri ia melibatkan penjahit untuk pembuatan kantong kemasannya. “Packagingnya kita buat di luar daerah,” ungkap dia. (*/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks