alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Malam Ramadan, Sejumlah Warga di Mataram Ramai-ramai Judi Balap Sampan

Para penjudi masih gatal. Mereka masih saja punya cara untuk bermain judi. Meskipun sabung ayam, bola adil dan judi lainnya diberantas. Ya,  mereka memainkan balap sampan di selokan. Taruhannya, hingga ratusan ribu rupiah.

====

Sebelum memasuki bulan puasa, Satreskrim memberantas tempat perjudian di wilayah hukum Polresta Mataram. Judi sabung ayam, bola adil, togel, dan berbagai macam judi lainnya tiarap.

Namun memasuki bulan puasa, mereka yang sudah tiarap bangun lagi. Salah satunya judi balap sampan. Perjudian tersebut kerap dilakuakn di Abian Tubuh, Cakranegara, Mataram.

Sebelum puasa, judi seperti ini jarang dilakukan. Setelah judi jenis lainnya ditutup, judi ini buka lagi.

Teknik permainannya pun berbeda. Para penjudi memanfaatkan saluran air selokan untuk balapan. Jumat (5/4) Malam hari sekitar pukul 21.30 WITA para pejudi berkerumun di sisi selokan.  Ditemani sorot lampu senter mereka bertaruh mana sampan mainan itu yang paling cepat sampai di ujung selokan.

Mereka  membawa  sampan aneka model. Ada yang terbuat dari kayu dan fiber. Ukurannya tak sebesar sampan biasa. Besarnya hanya sebesar telapak tangan. Warnanya beraneka ragam.

Sampan sengaja dibuat cerah agar dapat dilihat oleh para penjudi ketika sampan  hanyut terbawa arus di selokan tersebut.

Untuk bisa bermain judi balap sampan, peserta harus memasang taruhan kepada  penyedia balapan. Taruhannya bervariasi, mulai Rp 50 ribuan hingga jutaan rupiah.

Jarak balapannya sekitar 30 meter. Siapa yang lebih cepat sampai finish dia yang dinyatakan menang. Di tempat finish nantinya ada orang yang menunggu menggunakan jaring. Untuk memastikan siapa yang menjadi pemenangnya.

Di arena balap sampan itu kerap membuat keributan. Sehingga meresahkan masyarakat. Dari laporan itu tim Satreksrim dengan di back up tim Satnarkoba Polresta Mataram  bergerak menutup mereka.

Operasi dipimpin Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa. Tim bergerak sekitar pukul 23.15 Wita, Jumat  (24/4).

Mereka mengatur siasat agar dapat meringkus para pelaku penjudi. Sebelum jalan, Kadek Adi menggelar pasukan.

Dua orang anggota menyurvei lokasi.  Didapatkan informasi, kalau ada kegiatan judi balap sampan di wilayah Abian Tubuh sedang berlangsung.

Tim Satnarkoba Polresta Mataram berjalan melalui arah timur menuju ke barat. Sedangkan tim Satreskrim menjaga dari arah barat menuju ke timur. ”Siap 86, mulai masuk,” kata Kadek Adi memonitor tim Satnarkoba yang berada di jalur timur Abian Tubuh melalui HT.

Saat tiba di lokasi terdapat delapan orang yang berada di lokasi. Mereka yang sudah terjebak tak bisa berkutik. ”Duaar, duaarr, duaarr,” tembakan peringatan menghujani penangkapan.

”Jangan bergerak, tiarap-tiarap,” kata salah satu tim opsnal memerintahkan para penjudi sambil menembakkan pistolnya ke arah atas.

”Jangan lihat ke atas. Semua muka menghadap ke lantai,” perintah anggota tim opsnal.

Para pelaku perjudian tersebut diborgol. Selanjutnya, digeledah tim opsnal dengan disaksikan Kepala Lingkungan Abian Tubuh.

Dari delapan orang yang digeledah ditemukan uang total Rp 1 juta lebih. Uang tersebut pecahanannya mulai Rp 5 ribu-an hingga ratusan ribu. “Uang itu diduga hasil perjudian,” kata Kadek Adi.

Selain itu, didapatkan  pisau, amplas, jaring sampan, dan sampan-sampanan berbentuk seperti dakocan.  ”Setiap orang yang kita geledah ini menguasai sampan-sampanan itu,” jelasnya.

Kadek Adi menjelaskan, operasi yang dilakukan di awal bulan ramadan itu untuk memberikan kenyamanan keamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah  puasa. Jangan sampai mereka masih melakukan praktik judi selama bulan ramadan. “Kita ingin umat muslim bisa lebih tenang menjalankan ibadahnya,” kata dia.

Tak hanya itu, saat pandemi covid-19 ini, pemerintah telah menganjurkan ke masyarakat untuk tidak berkumpul. Kegiatan judi seperti ini malah memancing terciptanya kerumunan. ”Makanya, kita tangkap dan tutup tempat perjudian mereka,” ujarnya.

Kembangkan Kasus Narkoba

Delapan orang yang ditangkap dalam operasi tersebut sudah  di tes urine. ”Semua hasilnya positif,” kata Kadek Adi.

Sehingga, perlu dikembangkan untuk penyelidikannya di narkoba. Apalagi, wilayah Abian Tubuh kerap menjadi lokasi peredaran gelap narkoba. “Penyelidikan untuk narkobanya diserahkan ke Satnarkoba,” jelasnya.

Saat ini, masih diselidiki. Dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut. ”Semua masih dikembangkan,” ungkapnya.

Mantan Kasatnarkoba Polresta Mataram itu belum bisa menjelaskan lebih banyak terkait penyelidikan narkobanya. Karena masih diselidiki penyidik Satnarkoba. ”Tunggu saja perkembangannya,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Bila Rinjani Tak Dirawat, Status Geopark Dunia Bisa Dicabut

Status Rinjani sebagai geopark dunia bisa dicopot Unesco bila tidak dijaga dengan baik. Karena itu, kekayaan alam di kawasan Rinjani harus tetap dilestarikan. ”Selain sebagai geopark dunia Rinjani juga merupakan cagar biosfer dunia, kita harus sungguh-sungguh mengelolanya,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

RSUD NTB Kini Lebih Siaga, Cegah Jenazah Korona Diambil Paksa

Jemput paksa jenazah pasien covid-19 kerap terjadi akhir-akhir ini. Insiden itu membahayakan semua pihak. Beberapa upaya coba dilakukan pihak rumah sakit untuk mencegah kejadian serupa.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks