alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Visi Kandidat (6): Diyah Ganefi, Calon Wakil Walikota Kaya Pengalaman

Dia wanita istimewa. Pernah dua kali terpilih menjadi Anggota DPD RI Dapil NTB, membuat Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi punya pengalaman yang tak boleh dianggap remeh.

————————————-

“Mataram butuh penataan yang lebih serius,” kata Diyah yang akan mendampingi H Baihaqi bertarung di Pilkada Kota Mataram 2020.

Diyah lahir dan besar di Taman Baru, Kota Mataram. Ia termasuk saksi sejarah berdirinya Kota Mataram. Sehingga, bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi pasangannya, H Baihaqi.

Dari sisi pengalaman politik, perempuan kelahiran 1963 ini tak perlu diragukan. Sebab, dia berhasil duduk menjadi Anggota DPD RI selama dua periode. “Banyak pengalaman selama 10 tahun saya di DPD RI. Itu bisa saya aplikasikan jika terpilih menjadi Wakil Wali Kota Mataram,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan Kota Mataram cukup kompleks. Tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah. Tapi, perlu pelibatan masyarakat. “Kita juga harus bersinergi dengan pemprov terkait persoalan di Kota Mataram. Jangan malu belajar,” ungkap mantan Ketua Panwaslu Kota Mataram ini.

Kota dengan luas kurang lebih 62 kilometer persegi ini, kata Diah harusnya nyaman untuk ditinggali. “Tapi, bagaimana orang mau nyaman, jika masalah sampah saja belum bisa diatasi,” tutur perempuan berjilbab ini.

Belum lagi penataan kota. Perlu ada sentuhan. Pariwisata di Kota Mataram tidak bisa menjual keindahan alam. Jadi perlu tempat-tempat wisata dikelola dengan inovasi dan kreativitas. Seperti Pantai Boom Ampenan akan disulap menjadi kuliner khas ikan. Sehingga, pengunjung yang mau makan ikan atau berwisata kuliner ikan akan ke Pantai Ampenan. “Harus ada jualan di setiap wilayah,” ujarnya.

Begitu juga di wilayah Cakranegara, harus ada brand kulinernya. Misalnya Ayam Taliwang. Jadi warga atau pengunjung yang akan mencicipi makanan Ayam Taliwang akan ke Cakranegara. Begitu juga dengan wilayah atau kecamatan lainnya harus ada ikon yang dikembangkan sebagai daya tarik.

Tak hanya kuliner, Diyah ingin industri kerajinan harus diurus dengan benar. Seperti kerajinan emas dan mutiara di Sekarbela. “Tapi kan pemerintah sekarang tidak bisa melakukannya, Buktinya pertokoan Mataram Craft Center (MCC) di simpang empat Sekarbela tidak dimanfaatkan. Mestinya kerajinan mutiara di pajang di sini. Percuma dibangun kalau tak dimanfaatkan,” terangnya.

Tak hanya itu, pasar tradisional juga harus ditata dengan bagus. Setiap pasar punya ciri khas. “Saya juga punya rencana, Car Free Day (CFD) tidak hanya di Jalan Udayana. Namun juga bisa dilakukan di Jalan Pejanggik atau Jalan Lingkar Selatan atau bagian timur. Sehingga, warga yang akan mengikuti CFD tidak menumpuk di satu tempat,” tandasnya. (Ali Rojai/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks