alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Kemeriahan Festival Bersin Puasa di Wisata Pantai Pondok Kerakat Lotim

Terilhami dari tradisi masyarakat Lombok jelang memasuki bulan suci Ramadan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pondok Kerakat mencetuskan Festival Bersin Puasa. Kegiatan tersebut digelar dari 24 sampai 31 Maret dengan berbagai kegiatan seni, budaya, dan hiburan.

—-

‘Bersin’ dalam KBBI berarti mengeluarkan udara secara tiba-tiba dari hidung karena tidak tertahan. Seperti saat terserang flu atau bau yang menusuk hidung. Tapi jangan pikir Festival Bersin Puasa adalah acara mengeluarkan udara secara tiba-tiba dari hidung saat berpuasa. Kata bersin pada festival ini diambil dari bahasa Sasak yang berarti membersihkan. Sehingga festival bersin puasa berarti festival membersihkan puasa.

Bersin puasa merupakan kebiasaan masyarakat Sasak dalam menyambut bulan suci Ramadan. Satu minggu sebelum Ramadan tiba, biasanya warga berbondong-bondong berwisata. Biasanya ke pantai bersama keluarga.

Baca Juga :  SMKN 5 Mataram Bersiap jadi BLUD : Buat Showroom, Produksi Batik Massal

“Dari tradisi inilah kami mencetuskan ide untuk membuat sebuah event yang merespon tradisi masyarakat sasak pada umumnya di Lombok,” kata Ketua Panitia Festival Bersin Puasa Asri.

Kegiatan tersebut dimulai sejak 24-31 Maret mendatang. Ada bermacam kegiatan yang mengundang ribuan warga tumpah ruah di pantai pondok kerakat, Dusun Sukamulia, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya itu.

Festival diawali dengan kegiatan ritual bersin puasa yang diisi dengan shalawatan bersama. Kemudian ada juga kegiatan arong-arong jaran atau balapan kuda di pesisir pantai.

Kata Asri, arong-arong jaran merupakan tradisi masyarakat pesisir yang memelihara kuda. Sembari memandikan kuda di pantai, mereka biasanya melakukan balapan kuda. Jokinya anak-anak.

Baca Juga :  Pertamina Mandalika International Street Circuit, Bintang Baru MotoGP

Tak selesai sampai di sana, kegiatan juga dimeriahkan oleh pameran produk dan bazar UMKM. “Terakhir kita tutup dengan hiburan seni dan atraksi budaya,” tuturnya.

Sebenarnya, rangkaian kegiatan festival bersin puasa tidak hanya itu. Melainkan ada banyak yang dilakukan di luar rangkaian seremoni. Hal itu seperti diskusi kepariwisataan, bersih pantai, dan kegiatan bakti sosial lainnya.

Ia berharap, kegiatan yang sampai saat ini mendapatkan perhatian dari masyarakat dapat terlaksana setiap tahunnya. Bahkan juga menjadi event wisata dan budaya tahunan NTB. (fatih/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/