alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Visi Kandidat (7) : Ahda Ingin Ikuti Jejak TGB dalam Membangun Daerah

Usianya masih sangat muda. 30 tahun. Namun Ustad Badruttamam Ahda memiliki kematangan emosional yang luar biasa untuk maju di Pilkada Kota Mataram.

 

———————————————

 

Tampilannya modis. Saat Lombok Post bertandang ke kediamannya pekan lalu. Ustad Ahda, begitu dia biasa disapa, mengenakan setelan kaos. Ia terlihat sederhana dan bersahaja. Ia sangat ramah dan terlihat berwibawa.

Sekilas tak ada yang spesial darinya. Sama seperti kebanyakan pemuda kota lainnya. Tapi jangan salah, Badruttamah Ahda bukan sembarang anak muda. Selain ia merupakan putra Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, yang jauh lebih penting ia memiliki keilmuan agama yang tak perlu diragukan.

Maklum, Ahda merupakan alumni perguruan tinggi terkenal di Kairo Mesir. Sejak masih muda, ia menghabiskan waktunya menimba ilmu agama. “Tamat dari SDN 5 Mataram, saya mondok di Ponpes Darunnajah Jakarta Selatan selama enam tahun. Baru lanjut ke Al Azhar, Kairo, Mesir,” tuturnya.

Pilihan menimba ilmu di pondok pesantren menjadi keinginan pribadi Ustad Ahda. Ia membekali dirinya dengan ilmu agama untuk mengarungi kerasnya bahtera kehidupan. Terlebih dengan derasnya arus modernisasi yang membawa budaya luar yang jauh dari tatanan ajaran Islam.

Setelah tamat dari pondok pesantren, ia kemudian memilih melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar. Di Kairo Mesir. “S1-nya ambil jurusan ilmu tafsir. Sekarang (S2) masih ambil jurusan Tahkik Turos atau Filologi. Itu disiplin ilmu yang menelisik kitab kuno. Baik agama maupun nonreligi,” jelas pria kelahiran 18 Januari 1990 itu.

Selesai S1 di tahun 2016 lalu, Ustad Ahda aktif keliling berdakwah. Dari satu masjid ke masjid lain. Ia juga kerap mengisi majelis ilmu di lembaga pendidikan hingga sekolah-sekolah. Saat itu ia tidak pernah berpikir maju ke pentas politik.

Namun belakangan masyarakat menilai dan mendorongnya maju dalam kontestasi lima tahunan di Kota Mataram. “Karena melihat banyaknya dorongan masyarakat, makanya saya meminta ridho orang tua. Ridho orang tua saya pikir jadi kunci,” paparnya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyambut baik niat Ahda. Ia mempersilakan Ahda menjalani apa yang memang menjadi pilihan hidupnya. Dengan catatan, ia harus berkompetisi dengan baik.

“Saya berniat menjadikan Kota Mataram menjadi wadah untuk mengeksplore diri, khususnya bagi pembangunan dan pemberdayaan anak muda,” ujar suami Ninda Putri Laili itu.

Dunia politik bagi sebagian orang memang sangat jauh dari dunia agama. Namun agama justru dikatakan Ahda harusnya menjadi dasar dalam setiap mengambil keputusan. Agama menjadi dasar dalam bertindak.

Ia meyakini, jika politik dipegang oleh orang yang baik agamanya, maka hasilnya akan baik. Tidak lantas kemudian dipisahkan antara agama dan politik. Karena keduanya berkesinambungan. Meskipun secara zahir berbeda.

Justru, Ahda menegaskan dalam berpolitik, harus didasarkan akhlak dan agama. Politik akan berwarna dengan agama. Itu sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan. Seperti yang telah dilakukan oleh mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi.

“TGB senior saya di Al Ahzar. Beliau sebagai contoh perpolitikan yang ada di NTB dan beliau sukses karena menempatkan agama sebagai dasar. Itu yang kita iginkan,” ungkapnya.

Ditanya apakah ia ingin mengikuti jejak TGB, Ustad Ahda mengamini. “InsyaAllah. Semoga dengan gambaran dinamika politik yang beliau jalankan, masyarakat bisa paham. Kurang lebih seperti itu,” jawabnya.

Saat ini, Kota Mataram masih dipimpin ayahnya H Ahyar Abduh. Selama dua priode kepempinan Ahyar, Ahda tak menampik pasti ada kekurangan dan kelebihan. Tentu kekurangan ini harus dilengkapi dan kelebihan harus ditambah agar Kota Mataram semakin lebih baik ke depan.

Ustad Ahda memiliki berkeinginan, pembangunan Kota Mataram melibatkan pemuda. Kota Mataram harus jadi wadah mengeksplore para pemuda dalam bidang pendidikan, ekonomi dan yang lainnya.

“Sekarang anak muda lagi senang berbisnis dengan berbagai platform. Ini yang harus kita berdayakan. Kami ingin menggarap potensi anak muda,” tegasnya.

Dengan restu dan doa dari orang tua, istri, mertua, dan para guru, Ahda akhirnya mantap maju di Pilkada sebagai calon Wakil Wali Kota Mataram. Ia tak ingin mengecewakan masyarakat yang mendorongnya berkhidmat dalam pembangunan Kota Mataram yang lebih baik ke depan. (HAMDANI WATHONI/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks