alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Visi Kandidat (8) : TGH Abdul Manan, Santri Cerdas yang Rendah Hati

TGH Abdul Manan salah satu putra terbaik Kota Mataram. Selain menjadi dosen, bakal calon wakil Hj Putu Selly Andayani tersebut juga didaulat menjadi salah satu imam di masjid Hubbul Wathan, Islamic Center.

———————————————–

Kediaman TGH Abdul Manan di Karanggenteng begitu sejuk. Nyaman dan menenangkan. Lombok Post yang bertandang ke kediamannya Senin (27/7), disambut ramah.

“Apa yang bisa kita bantu,” kata pria yang kini menjabat Ketua MUI Kota Mataram ini sambil tersenyum.

TGH Abdul Manan memang dikenal masyarakat sebagai tokoh yang low profile. Kehadirannya mudah diterima. Ia supel dalam bergaul.

Hingga sekarang, ia aktif keliling berdakwah. Dari satu masjid ke masjid lain. Dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya.

Belakangan, namanya semakin di kenal. Apalagi setelah ia dipilih oleh Hj Putu Selly Andayani untuk menjadi bakal calon wakil wali kota.

TGH Abdul Manan sebenarnya sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan Kota Mataram. Maklum, jabatannya sebagai Ketua MUI turut andil dalam pembangunan Kota Mataram yang religius dan kondusif.

“Alhamdulillah saya dipercaya menjadi Ketua MUI Kota Mataram sejak tahun 2017 lalu,” tutur pria kelahiran 22 Februari 1981 ini.

Latar belakangnya yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Nurul Hakim Kediri membuatnya memiliki ilmu keagamaan yang tak diragukan. Apalagi, tahun 2000 hingga 2007, ia menimba ilmu di Islamic University di Madinah, Saudi Arabia. Sehingga dasar keilmuan agama Islam suami dari Yuliani Astuti ini sangat mumpuni.

TGH Abdul Manan aktif berdakwah mengamalkan ilmunya. Mengajar Tahasus di Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat. Ia juga pernah menjadi Dosen Bahasa Arab di Universitas Muhammadiyah Mataram.

Manan dikenal rajin mengisi kajian ilmu agama serta menggerakkan roda organisasi lembaga keagamaan. Ini pula yang mendasarinya untuk maju di Pilkada Kota Mataram.

“Saya memiliki keinginan menggerakkan roda lembaga keagamaan seperti MUI, organisasi masyarakat, NU, Muhammadiyah, termasuk yayasan pondok pesantren yang butuh disentuh,” ungkapnya.

Selama ia bermitra dengan pemerintah, perhatian terhadap lembaga keagamaan dinilainya belum maksimal. Padahal, katanya, lembaga keagamaan menjadi tulang punggung masyarakat.

“Jangan roda pemerintahan hanya sampai pada seremonial. Yang kami harapkan adalah program yang menyentuh masyarakat,” ucap pria tiga anak itu.

Pemimpin menurutnya harus ikut andil dan hadir menyentuh masyarakat. Membina mereka agar Kota Mataram tetap menjadi kota yang religius.

TGH Abdul Manan ingin menghidupkan gerakan Mataram mengaji. “Agar membentuk masyarakat tangguh jiwa, agama dan fisiknya,” tegasnya.

Yang tak kalah penting, kehadirannya dan Hj Putu Selly bisa menyentuh masyarakat dari tingkat RT hingga Lingkungan. “Akan menjadi perhatian kami. Ketua RT dan Kepala Lingkungan yang belum tercukupkan honornya. InsyaAllah akan menjadi perjuangan kami,” katanya.

Kemudian TGH Abdul Manan merinci setidaknya ada 700 pesantren yang ada di Kota Mataram. Ada yang bernaung di bawah Dikbud hingga yayasan. Ia ingin berkhidmat menguatkan peran pesantren untuk membangun masyarakat yang lebih berkarakter. Didukung dengan support penganggaran yang baik.

Siapa pun menurutnya wajib berkhidmat lebih banyak kepada masyarakat untuk terus melakukan kebaikan. Ia melihat visi ini terlihat dalam tekad Hj Putu Selly Andayani. Sehingga TGH Abdul Manan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk maju mendampingi Selly dalam kontestasi Pilkada tahun ini.

“Membangun Kota Mataram tidak bisa kita memikirkan diri sendiri. Tapi bagaimana memikirkan masyarakat. Cara pandang itulah yang membuat saya bertemu dengan bu Hj Selly untuk mendampinginya,” ungkapnya.

Semangat TGH Abdul Manan dan Hj Putu Selly Andayani membuat PKS da PDIP kepincut mengusung pasangan ini. Duet pasangan Nasionalis-Religius dinilai tepat untuk maju di Pilkada Kota Mataram. (HAMDANI WATHONI/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks