alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Pedagang di RTH Selagalas Dimasa PPKM : Hanya Bisa Sabar dan Bersyukur

Bersyukur. Itulah yanga dilakukan Nurhasanah, pedagang RTH Selagalas di tengah pandemi Covid-19. Meski RTH saat ini ditutup karena kebijkan PPKM Level 4, dia percaya rezeki tetap ada apabila dicari.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

SUASANA RTH Selagalas siang kemarin terlihat sepi. Pintu masuk dan keluar taman ditutup. Tidak boleh beroperasi selama perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Mataram.

Di sisi lain terlihat ada beberapa orang di dalam taman. Memanfaatkan rindangnya pepohonan untuk beristirahat dan tidur-tiduran. Mereka merupakan pekerja yang mengerjakan rehab musala di taman tersebut.

Nampak juga seorang perempuan mengenakan mukena memanfaatkan pedistrian di taman melaksanakan salat dzuhur.

Usai salat, perempuan itu bergegas kembali ke gerobak dagangannya. “Mau pesan apa pak,” sahut Nurhasanah, pedagang setempat sembari membuka mukenanya.

Meski RTH ditutup, Nurhasanah dan pedagang lainnya tetap berjualan. Dia terlihat santai di taman yang ditutup sebelum Idul Adha 1442 Hijriah lalu. Sanah, sapaan karibnya, tidak pernah mengeluh dengan kebijakan PPKM Level 4. Karena menurutnya, rezeki akan tetap ada apabila dicari.

“Kalau kita cari pasti ada saja rezeki,” tutur ibu satu anak ini.

Dia mengatakan, selama taman ini ditutup karena kebijakan PPKM Level 4 tidak ada pengunjung yang datang. Sepi. Namun demikian ada saja orang yang datang ke lapaknya untuk mencari makanan atau minuman.

“Yang berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma atau yang mau ambil obat kadang mampir ke sini untuk sarapan,” kata Sanah.

Barang yang dijajakan Sanah seperti pedagang kaki lima (PKL) pada umumnya. Ada kopi, mie rebus, minuman dingin, dan berbagai makanan ringan lainnya. Sanah berjualan di taman mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00 Wita. “Kalau dulu kita jualan sampai malam,” tuturnya.

Dia tidak pernah mengeluh RTH ditutup selama kebijakan PPKM Level 4. Mau ditutup sampai kapanpun dia tetap menerima. Karena menurutnya, penutupan taman mungkin yang terbaik bagi pemerintah guna menghindari penyebaran Korona.

“Mau diperpanjang penutupan kita akan terima. Terserah pemerintah,” kata Sanah menerima.

Hasil penjualan Sanah di taman turun drastis selama kebijakan PPKM. Biasanya dalam sehari dia mendapatkan Rp 250 sampai Rp 300 ribu. Namun setelah taman ditutup dia hanya mendapat Rp 50 ribu. Kendati demikian, dia tetap bersyukur. Karena asap dapur tetap mengepul.

“Kalau kebutunan sehari-hari tetap terpenuhi meski saya tidak mendapat bantuan beras dari pemerintah,” cetusnya.

Sanah mensyukuri rezeki yang didapatkan tiap harinya. Apa yang didapatkan sehari-hari disesuaikan kebutuhan. Untuk kebutuhan makan dan minum tiap hari disesuaikan dengan rezeki yang didapatkan.

“Kalau makan dengan lauk tahu tempe tetap ada. Kita tidak paksakan diri makan daging atau yang enak-enak,” terang dia.

Sabar menjadi kunci Sanah dalam mencari rezeki. Meski dagangannya tidak laku dia tetap berysukur. Yang penting baginya rezeki sudah dijemput dan dicari. “Yang penting rezeki itu sudah saya jemput. Saya yakin rezeki pasti ada kalau kita cari,” tuturnya.(*/r3)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks