alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Sate Rembiga Tersedia dalam Kemasan, Bisa Jadi Oleh-oleh Tamu MotoGP

Gara-gara pandemi korona, H Muslehudin, Owner Lesehan Sate Rembiga Goyang Lidah memutar otak. Ia pun membuat produk Sate Rembiga dalam kemasan. Ini menjadi salah satu produk unggulan tidak hanya di Kota Mataram tetapi Nusa Tenggara Barat.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

H Muslehudin ingat betul bagaimana sepinya kondisi pengunjung ke Lesehan Sate Rembiga miliknya yang ada di Jalan Dakota Kelurahan  Rembiga Kecamatan Selaparang. Ia bingung harus bagaimana menyikapi kondisi pandemi yang membuat perekonomian terpuruk seketika.

Tamu luar daerah dan wisatawan yang biasa datang ke lesehan miliknya mendadak sepi. Aturan larangan penerbangan hingga lock down membuatnya tak bisa berbuat banyak. Sementara ada karyawan yang butuh gaji dan keluarga yang butuh dinafkahi.

Hal ini membuat H Muslehudin terpaksa memutar otak. Mencari cara agar usaha kuliner Sate Rembiga miliknya bisa tetap berjalan lancar.

Beruntung ia mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perindustrian. Melalui UPTD Balai Kemasan, H Muslehudin terinspirasi untuk membuat produk Sate Rembiga dalam kemasan. Caranya dengan menggunakan teknologi pengemasan vakum.

Teknologi pengemasan vakum adalah metode kemasan yang menghilangkan udara dari paket sebelum di sealing atau press. Penggunaan plastik ini dapat memperpanjang waktu display produk, dengan bentuk yang fleksibel, serta untuk mengurangi ukuran suatu kemasan produk.

Tak disangka, ini membawa perubahan besar dalam usaha H Muslehudin. Karena ia kini bisa memasarkan produk Sate Rembiga secara online. Tak terbatas ruang dan waktu. “Karena dengan pengemasan ini, Sate Rembiga bisa tahan enam bulan sampai satu tahun. Jadi bisa dikirim ke mana-mana. Luar daerah bahkan luar Negeri,” tuturnya.

Kemarin, Rumah Produksi Sate Rembiga Goyang Lidah dalam kemasan miliknya diresmikan langsung oleh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah. Karena apa yang digagas H Muslehudin bersama Dinas Perindustrian Provinsi NTB menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan industrialisasi di NTB yang menjadi program unggulan gubernur.

“Alhamdulillah ini membawa perubahan besar dalam usaha saya,” syukurnya.

Semenjak adanya sistem pengemasan vakum ini, omzetnya terus bertambah. Karena selain bisa dinikmati di lokasi, Sate Rembiga juga bisa dijadikan oleh-oleh dan mengobati rasa kangen bagi mereka yang ada di luar Mataram.

“Bahkan ada mahasiswa yang membawa Sate ini ke Amerika dan Turki,” tuturnya.

Para mahasiswa yang berada di luar negeri tersebut mengaku kangen makanan Sate Rembiga. Setelah dicoba di sana, banyak lagi yang akhirnya kembali order. “Makanya saya kirimkan lagi ke sana,” cetusnya tersenyum.

Makanan Sate Rembiga dalam kemasan ini tanpa bahan pengawet. Tidak mengubah rasa bentuk dan bau sate yang dibuat dengan rempah-rempah khusus tersebut. Produk ini telah lulus uji Balai POM sehingga bisa dibawa kemana saja.

“Harapan kami bisa dibawa jamaah haji. Agar bisa jadi lauk bagi mereka saat di sana,” harapnya.

Selain itu, banyak tamu saat event WSBK Mandalika berlangsung November lalu yang datang memesan Sate Rembiga. Baik di makan langsung di Lesehan maupun dibawa pulang jadi oleh-oleh. Jika normalnya per hari Sate Rembiga dalam kemasan yang laku 50-100 porsi, tetapi saat WSBK tembus 200 porsi.

Dalam satu kemasan isinya 10 tusuk dengan harga kisaran Rp 30 ribu. “Harapan kami untuk MotoGP nanti bisa direalisasikan nanti satu tiket satu produk Sate Rembiga,” pungkas H Muslehudin. (*/r3)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks