alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Rumah Terisolir, Supriadi Keluar-Masuk Rumah Lewat Kamar Mandi Tetangga

Supriadi tidak bisa berbuat banyak lantaran akses jalan masuk dan keluar rumahnya ditembok tetangganya sendiri.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

GANG Singosari di depan Puskesmas Cakranegara itu tidak seperti gang pada umumnya. Sejumlah dinding bangunan nampak menjulang tinggi di sisi utara.

Di dalam gang ini terdapat sejumlah permukiman. Dalam gang ini ada juga gang yang lebih kecil. Permukiman di salah satu lingkungan di Kelurahan Mandalika ini cukup padat.

Menuju rumah Supriadi yang terisolasi harus masuk ke rumah tetangganya yang ada di sebelah barat. Dinding kamar mandi rumah tetangganya ini belum ditembok semuanya. Tujuannya, agar Supriadi dan keluarganya memiliki akes jalan keluar dan masuk sementara.

“Kita keluar masuk lewat kamar mandi ini dulu seebelum bangunan ini rampung,” kata bapak dua anak ini.

Persoalan ini membuat dirinya  tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa pasrah ketika akses jalan masuk dan keluar rumahnya ditembok tetangganya yang merupakan pemilik lahan. “Katanya Inak Sarisah (tetangganya) ini punya tanah,” ujar dia.

Rasa kesal dan kecewa tentu dirasakan Supriadi. Apa yang dilakukan tetangganya dengan menutup akses jalan masuk dan keluar rumahnya, sangat ia sayangkan. Apalagi dia menempati rumah ini sejak 1988 silam. “Saya beli tanah dari orang tua Inaq Sarisah dengan luas 1 are,” ujarnya.

Ditemboknya akses jalan keluar dan masuk rumahnya dilakukan beberapa pekan lalu. Kondisi ini membuat dia dan keluarganya terpaksa numpang di rumah tetangganya di sebelat barat rumahnya sebagai jalan keluar dan masuk sementara.

“Untuk sementara jalan keluar masuk lewat rumah tetangga di sebelah barat. Kalau sudah ditutup endak bisa kita lewat,” urainya.

Kondisi ini sangat menganggu. Terutama ketika ada pekerjaan dia tidak bisa leluasa keluar masuk di rumah tetangganya. Saat ini Supriadi tidak ada kerjaan. Dia hanya bisa diam di rumah. “Kalau endak ada kerjaan endak mungkin keluar masuk terus melalui rumah tetangga,” cetusnya.

Supriadi tidak bisa mengadu kemana lagi terkait persoalan ini. Karena pihak kelurahan dan kecamatan sudah ke lokasi melihat persoalan tersebut. Namun sampai sekarang belum ada jalan jalan keluar. “Katanya sih tunggu BPN (Badan Pertanahan Nasional) melakukan pengukuran,” katanya.

Posisi rumah Supriadi terjepit. Mau keluar dari utara sudah ditembok. Begitu juga jika ingin keluar dari sebelah Barat sudah ada bangunan berdiri. Sehingga akses jalan keluar dan masuk rumahnya sekarang ini tidak ada. Dia berharap ada keajaiban terkait persoalan ini. Bisa ada jalan keluar yang membuat tetangganya bisa memberikan akses jalan keluar dan masuk. Saat ini sembari menunggu ada pekerjaan dia lebih banyak diam di rumah. Tidak kemana-mana karena akses jalan masuk dan keluarganya ditutup tetangganya. “Kalau endak ada kerjaan kita diam di rumah. Endak enak kalau kita keluar masuk lewat rumah tetangga,” terang dia.

Dia berharap persoalan ini ada jalan keluar. Sehingga akses jalan keluar dan masuk ke rumahnya ada lagi. Apalagi ditengah pandemi sekarang ini jarang ada pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. “Kita kerja serabutan. Buruh bangunan tidak selalu ada kerjaan,” tukasnya.

Inaq Sarisah yang menembok akses jalan keluar masuk rumahnya Supriadi enggan berkomentar terkait persoalan ini. “Maaf, saya sibuk,” tukasnya. (*/r3)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks