Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Muncul Banyak Komunitas, Ada Sekitar 50 komunitas Sepeda di Kota Mataram

Lombok Post Online • Sabtu, 8 November 2025 | 13:03 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
  

LombokPost - Tren gowes juga melahirkan komunitas-komunitas aktif di Lombok. Komunitas gowes adalah bentuk solidaritas baru masyarakat modern.

Mereka bersatu bukan karena pekerjaan, tapi karena semangat hidup sehat dan kebersamaan.

Salah satunya komunitas gowes yang masih aktif adalah Velo Girls Lombok.

Dengan tagline Ride More, Give More, komunitas ini terus menghidupkan budaya bersepeda sekaligus menebar manfaat sosial bagi sesama.

Ketua Velo Girls Indonesia Lombok Ace Robin menjelaskan, awal terbentuknya komunitas ini pada November 2010. “Awalnya kami hanya ingin punya grup khusus perempuan yang bisa gowes bareng tanpa canggung, tapi juga bisa menyalurkan kepedulian sosial,” ujar Ace Robin kepada Lombok Post.

Kini, memasuki usia ke-15 pada 29 November 2025, Velo Girls Lombok tetap eksis dan terus berkembang. Tak sekadar komunitas olahraga, Velo Girls menjadi wadah perempuan lintas usia dan profesi untuk bersepeda, berbagi, dan bertumbuh bersama.

Visi utama Velo Girls Lombok bukan hanya mendorong gaya hidup sehat melalui bersepeda, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di pelosok. “Kami sering melakukan kegiatan sosial di bukit-bukit atau daerah terpencil yang bisa dijangkau dengan sepeda MTB,” tutur Ace Robin yang kini sudah menginjak usia 68 tahun.

Kegiatan sosial itu beragam, mulai dari baksos, kampanye lingkungan, hingga berbagi untuk anak-anak disabilitas. Mereka juga pernah melakukan kegiatan penanaman terumbu karang sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan laut Lombok.

Bagi para anggota yang sebagian besar juga ibu rumah tangga, kegiatan ini menjadi ajang menyalurkan energi positif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa aktif, sehat, sekaligus peduli pada sesama,” tambahnya.

Salah satu anggota senior Velo Girls Lombok, Lisa Dewi Purnamasari menjadi contoh nyata konsistensi komunitas ini.

Sudah 11 tahun bergabung sejak 2014, ia tetap aktif hingga sekarang.

“Alasan utama saya bertahan ya karena cinta bersepeda. Selama kegiatan Velo masih seputar sepeda, saya akan tetap di sini,” ujarnya.

”Kita mendapatkan rasa senang, riang, dan sehat dengan bersepeda,” kata anggota komunitas gowes Rinjani Cycling Club (RCC) Robyal Alsahasri.

Pria yang juga Sekretaris Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) NTB Robyal Alsahasri mengatakan, ada sekitar 50 komunitas sepeda di Kota Mataram dan sekitarnya. Komunitas-komunitas ini rutin menggelar kegiatan bersama, baik untuk olahraga, rekreasi, maupun kegiatan amal.

“Olahraga sepeda bukan hanya tentang fisik, tapi juga silaturahmi dan kebersamaan. Ini yang membuat tren gowes terus hidup di Mataram,” terangnya.

KONSISTEN: Komunitas Sepeda Wanita Velo Girls Lombok menjadi salah satu komunitas yang konsisten terjaga selama 15 tahun.
KONSISTEN: Komunitas Sepeda Wanita Velo Girls Lombok menjadi salah satu komunitas yang konsisten terjaga selama 15 tahun.

Menurut dia, gowes sudah menjadi agenda rutin dari RCC. Komunitas tersebut sudah berdiri sejak 1994.

“Saat itu booming sepeda MTB yang harganya Rp 500 ribu,” ujarnya. (ton/arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#kebersamaan #NTB #komunitas #gowes #sepeda