“Perda itu sudah mulai diberlakukan,” kata Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Tarif parkir mobil awalnya Rp 2.000 kini menjadi Rp 5.000. Sedangkan tarif kendaraan roda dua dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000.
”Tarif itu sudah berlaku,” kata Alwan.
Terkait keberatan dari masyarakat atas kenaikan tarif parkir tersebut, Alwan mengatakan, pemerintah sudah melakukan ekspose bersama atas pertimbangan kenaikan tarif parkir tersebut.
”Pada prinsipnya masyarakat setuju,” klaimnya.
Hanya saja, yang perlu ditingkatkan adalah pelayanan. Masyarakat tidak setuju tarif parkir dinaikkan jika pelayanan tidak diperbaiki.
”Makanya, sekarang Dishub sudah mulai memperbaiki pelayanan,” kata Alwan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram yang baru, Zulkarwin sudah ditekan untuk mengakomodir saran dan masukan masyarakat.
”Pada prinsipnya tidak ada masalah selama Dishub juga memperbaiki pelayanannya,” kata Alwan.
Saat ini perlu dilakukan pembinaan terhadap juru parkir (Jukir). Supaya memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna parkir.
”Jukir harus bersikap ramah dan memberikan pelayanan yang optimal saat bekerja di lapangan,” ungkapnya.
Keberadaan jukir ilegal masih menjadi pekerjaan rumah. Dishub harus terus memantau di lapangan. ”Jukir ilegal ini harus diberantas. Keberadaannya yang membuat pengguna parkir tidak nyaman,” tegasnya.
Kadishub Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, pihaknya sudah ekspose ke Inspektorat terkait dengan penanganan parkir. Yang menjadi konsen pembahasannya mengenai kinerja jukir.
”Kita akan memberikan pembinaan ke jukir,” kata Zulkarwin.
Proses pembinaan jukir dilaksanakan langsung di lapangan dengan cara humanis. ”Karena penanganan pembinaan ke jukir harus dari hati ke hati. Tidak bisa kita lakukan dengan lebih tegas,” ujarnya.
Selain itu, yang dilakukan adalah pengawasan. Dishub Kota Mataram telah membentuk tim koordinator lapangan (Korlap).
”Mereka lakukan pengawasan sekaligus pembinaan,” bebernya.
Awalnya Dishub menyediakan 15 korlap. Tetapi, melihat potensi titik parkir korlap ditambah menjadi 21 orang.
“Satu korlap bertanggung jawab di 40-50 titik parkir,” kata dia.
Secara jumlah, memang belum dibilang maksimal. Tetapi, harus melihat pada efisiensi.
”Kita efisien dan harus memaksimalkan sumber daya yang ada,” kata dia.
Zulkarwin mengatakan, terkait dengan pelayanan pihaknya nanti akan bekerja sama dengan Bank NTB Syariah. Rencananya, akan diberikan cover jok untuk sepeda motor dan cover jendela untuk mobil.
”Tujuannya agar jok sepeda motor pengguna parkir tidak kepanasan. Itu bagian dari pemberian pelayanan,” kata dia.
Pelayanan lain juga akan ditingkatkan. Itu akan dicoba selama setahun berjalan.
”Kalau ada masukan dan saran sebagai evaluasi dari masyarakat, nanti bisa kita diskusikan. Demi pelayanan parkir di Kota Mataram juga lebih baik,” katanya. (arl/r3)
Editor : Marthadi