LombokPost-Kota Mataram dihuni sejumlah warga dari daerah lain. Mudik menjadi momen mereka pulang kampung. Berkumpul bersama keluarga.
Mereka harus meninggalkan rumah yang ditempatinya di Mataram. Kondisi itu berpotensi menjadi peluang bagi pelaku kejahatan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram bersama kepolisian menyiapkan strategi memantau rumah kosong yang ditinggal mudik pemiliknya.
”Kami siapkan personel sebanyak 30-40 orang memantau rumah kosong yang ditinggal mudik,” kata Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi.
Tim sudah memetakan beberapa kawasan yang rumahnya bakal kosong ditinggal mudik. Rata-rata yang paling banyak ditinggal mudik, mereka yang tinggal di beberapa perumahan di Kota Mataram. ”Kita akan lakukan patroli 24 jam ke kawasan yang dianggap rawan,” kata dia.
Dengan begitu, paling tidak para pelaku aksi kejahatan bisa mempertimbangkan menjalankan aksinya. ”Paling tidak mempersempit ruang dan peluang para pelaku tindak kejahatan,” ujarnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke tetangga, ketua RT, atau kepala lingkungan jika ingin mudik. Supaya masyarakat juga bisa ikut terlibat melakukan pengawasan. ”Sehingga jika terjadi aksi pencurian atau lainnya bisa langsung ditindaklanjuti,” kata dia.
Melibatkan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban sangat dibutuhkan. Tanpa mereka, tim Satpol PP juga tidak bisa menjalankan tugas secara optimal. ”Mari kita sama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” imbaunya.
Untuk menjalankan patroli, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polresta Mataram. Mereka juga memiliki program Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). ”Nanti kita akan bergerak bersama dengan kepolisian,” ujarnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, saat mudik nanti Polresta Mataram akan mengintensifkan patroli. Memantau sejumlah rumah yang ditinggal mudik. ”Patroli tetap kita intensifkan. Memastikan rumah yang ditinggal pemiliknya saat mudik tetap aman,” kata Yogi.
Nanti juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas di seluruh kelurahan di Kota Mataram. Mereka nanti mendata beberapa pemilik rumah di wilayahnya masing-masing. ”Mana rumah yang ditinggalkan langsung kita pantau. Nanti juga pasti melibatkan masyarakat dan stakeholder lain,” ujarnya.
Dia berharap, wilayah Kota Mataram tetap aman. Aksi kriminalitas bisa ditekan jika melibatkan masyarakat yang juga turut mengawasi di lingkungan masing-masing. ”Kita harus sama-sama menjaga lingkungan kita tetap aman,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Akbar Sirinawa