Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Siapkan Pasar Rakyat Sebelum Ramadan

Sanchia Vaneka • Rabu, 5 Februari 2025 | 13:10 WIB

 

PASTIKAN AMAN: Seorang sedang mengangkut satu karung bawang merah untuk dijual di pasar, beberapa waktu lalu. 
PASTIKAN AMAN: Seorang sedang mengangkut satu karung bawang merah untuk dijual di pasar, beberapa waktu lalu. 
 

 

LombokPost-Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mulai bergerak cepat memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Ramadan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar pasar rakyat sebelum bulan puasa.

"Kita akan mengundang distributor pekan ini untuk persiapan pasar rakyat. Rencananya akan digelar 10 Februari," kata Kepala Bidang Bapokting dan Perdagangan Luar Negeri Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pokok selama Ramadan. Pasar rakyat diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan bapok tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, harga beberapa komoditas mulai menunjukkan penurunan. Harga cabai rawit yang sempat mencapai Rp 90 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 70 ribu. Cabai keriting dari Rp 85 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram, sementara bawang merah yang sebelumnya Rp 40 ribu kini Rp 28 ribu per kilogram.

"Sekarang sudah mulai melandai beberapa harga komoditas barang pokok," ujarnya.

Meski demikian, Disdag tetap memantau ketersediaan komoditas lain seperti beras, gula, dan minyak goreng. Sri memastikan pasokan di ritel masih mencukupi kebutuhan jelang Ramadan.

"Di ritel masih tersedia untuk kebutuhan menjelang Ramadan. Kalau untuk Idul Fitri, kita persiapkan lagi," katanya.

Untuk memperkuat koordinasi, Disdag berencana mengundang ritel dan distributor guna memastikan stok yang tersedia. "Kita ingin tahu stok di gudang dan ritel masing-masing," terangnya.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, ketersediaan gula menjadi perhatian utama karena konsumsi makanan manis meningkat selama Ramadan. Selain gula, minyak goreng dan telur juga dipantau karena permintaannya cenderung naik.

"Minyak dan telur juga perlu kita antisipasi karena kebutuhannya meningkat menjelang Ramadan," jelasnya.

Cabai juga menjadi perhatian karena banyak digunakan dalam kuliner khas Lombok seperti pelecing.

"Itu perlu kita antisipasi juga. Mudah-mudahan faktor cuaca mendukung distribusi, sehingga pengiriman dari luar Lombok tetap lancar," ucapnya.

Dari hasil koordinasi dan pemantauan, stok bapok seperti gula dan minyak goreng diprediksi mencukupi hingga Ramadan berakhir. Namun, beberapa komoditas lain masih akan dipantau perkembangannya.

"Beras juga terus kita koordinasikan dengan Bulog. Kita harus memastikan semua tersedia selama Ramadan," tandasnya. (chi/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
#lonjakan #ramadan #bahan pokok #Distributor #antisipasi #gudang #Mataram #cenderung #kebutuhan #Lombok