LombokPost – Lomba karya tulis ilmiah pelajar yang digagas BRIDA Kota Mataram melahirkan inovasi mengejutkan. Dari dapur penelitian siswa, lahir ide-ide kreatif berbasis isu lingkungan dan ekonomi.
Juara pertama diraih tim MAN 2 Mataram dengan inovasi teh herbal berbahan kelor, serai, dan stevia. Produk sederhana ini dinilai solutif sekaligus bernilai ekonomi.
Juara kedua ditempati tim SMA Negeri 1 Mataram. Lima siswi muda mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos melalui budidaya maggot.
Posisi ketiga kembali diraih MAN 2 Mataram. Dua siswa menawarkan kopi biji kurma dipadukan dengan daun salam.
Selain tiga besar, ada karya harapan: kerupuk kulit semangka, cat dinding mikroalga, hingga abon kulit nanas. Semua mengangkat isu lingkungan dan peluang usaha.
“Setiap gagasan menyinggung isu nyata,” kata Syainic Handayani, Kepala Bidang Penelitian BRIDA Kota Mataram.
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, ikut menyerahkan hadiah. “Karya-karya ini luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, karya para pelajar mencerminkan keberanian berpikir dan kecerdasan mencari solusi. “Anak-anak kita mencintai ilmu,” tambahnya.
Ia menilai capaian ini sebagai pijakan melahirkan inovasi lebih besar. Pemerintah Kota Mataram berkomitmen memberi ruang bagi kreativitas pelajar.
“Ini awal, bukan akhir,” tegasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin