LombokPost - Sejumlah aspirasi pembangunan infrastruktur mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Masyarakat (MPBM) Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram. Usulan tersebut didominasi kebutuhan sarana kebersihan, pembangunan saluran, serta pengadaan sarana pendukung layanan kesehatan masyarakat.
“Sebagian aspirasi berkaitan dengan sarana kebersihan, seperti pengadaan tossa (roda tiga, Red), dan sebagian lagi menyangkut pembuatan saluran untuk fisik lingkungan,” ungkap Lurah Monjok Timur Sumanto, Kamis (28/1).
Aspirasi ini dinilai mencerminkan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Menurutnya, persoalan kebersihan dan lingkungan masih menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Tinjau SD 10 Mataram, Wakil Ketua Komisi DPRD Soroti Minimnya Fasilitas Ibadah
Ia menjelaskan, keberadaan tossa sangat dibutuhkan untuk menunjang pengangkutan sampah di lingkungan permukiman yang memiliki akses jalan sempit. Dengan adanya sarana tersebut, pengelolaan sampah di tingkat kelurahan diharapkan menjadi lebih efektif.
Selain sarana kebersihan, warga juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan saluran drainase. Hal ini bertujuan mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus menjaga kualitas lingkungan permukiman.
“Saluran ini penting untuk mencegah genangan dan menjaga lingkungan tetap sehat,” ujarnya.
Baca Juga: Pasar Saham Bergejolak, Sentimen Negatif Picu Kekhawatiran Investor
Di bidang kesehatan, masyarakat Monjok Timur juga mengusulkan pengadaan alat kesehatan sederhana. Seperti tensi meter dan timbangan.
Sarana ini dinilai penting untuk mendukung kegiatan pemantauan kesehatan warga secara rutin. “Pengadaan tensi meter dan timbangan dibutuhkan untuk mendukung pemantauan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Aspirasi tersebut akan dihimpun dan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah. Ia berharap usulan yang masuk bisa mendapat perhatian sesuai skala prioritas.
Baca Juga: Bulog Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Hingga Idul Fitri 1447 H
Sumanto menegaskan, pihak kelurahan mengawal aspirasi warga agar dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan. Kolaborasi antara masyarakat, kelurahan, dan pemerintah kota dinilai menjadi kunci.
“Harapannya, usulan ini bisa terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” katanya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin